Tentang Kita

Tentang Kita
Kota J


__ADS_3

Pagi ini Anin sudah berada di bandara, Ia benar benar pergi meninggalkan Faiz...


Sudah Nek, aku tidak apa apa, nenek dan rey harus jaga kesehatan ya, aku berangkat ke kota J demi merubah nasib, tolong doakan anin ya nek...


Rey...kakak titip nenek, tetaplah belajar yang rajin, kakak akan usahakan semuanya demi masa depanmu jadi tolong jangan membuat kakak kecewa, dan satu lagi rahasiakan semua ini dari kak faiz. paham..


Iya kak, aku paham..kakak baik baik ya di sana, kabari rey jika kakak sudah sampai. rey memeluk anin. Ia sebenarnya sedih harus berpisah dengan kakaknya namun demi kebaikan semuanya rey hanya bisa pasrah.


baiklah kakak pamit dulu ya...


Sementara Di perusahaan Syailendra Grup telah terjadi kekacauan, di ruangan presedir tampaknya begitu berantakan, semua berkas berhamburan, Faiz begitu Frustasi mendengar kabar dari asistennya...


Flashback


drrt..drtt.. dering handphone berbunyi, namun tampaknya si pemilik masih saja terjebak oleh mimpi indahnya...

__ADS_1


Duh Faiz, Dalam keadaan genting seperti ini kamu tidak menjawab telponku...


1 jam berlalu, si pemilik handphone nampaknya terbangun dari mimpi indahnya..ia menggeliat mencari keberadaan handphonenya, ia begitu terkejut ada 28 panggilan tidak terjawab dari asistennya..ia kembali menekan tombol pada layar handphonenya...


Ada hal sepenting apa sampai kau menelponku berkali kali?


Kau dari mana saja sih! Asal kau tau, Sejam yang lalu anin berangkat ke kota J.


Apaaa? faiz syok, rahangnya mengeras, belum sempat menetralkan jiwanya selepas bangun tidur, ia sudah harus mendengar berita yang membuat jiwanya terguncang.


Makanya, kalau orang nelpon itu di angkat. segera berangkat ke kantor sekarang juga, aku akan menceritakan semuanya padamu.


Faiz berlari menuruni anak tangga tanpa memperdulikan orang tua dan adiknya yang berada di meja makan..


sayaaang..sarapan dulu.., Ibu nisa berusaha mencegah faiz, karna ia tau kemungkinan berita kepergian anin sudah sampai ke telinga anaknya.

__ADS_1


Aku tau apa yang mommy lakukan pada anin, jika sampai anin benar benar meninggalkanku, aku tidakkan pernah pulang ke rumah ini lagi. faiz segera berlalu meninggalkan keluarganya yang masih terkejut dengan ungkapan faiz.


apa lagi yang kamu lakukan mah? tanya ayah faiz, Hasan syailendra.


Aku hanya membasmi Kuman dalam hidup putra kita pah.


Aku tidak suka kau merusak kebahagiaan faiz , dia sudah cukup dewasa menentukan yang terbaik untuknya. seharusnya sebagai orang tua kamu mendukung pilihan putramu.


Sudahlah pah, Gadis pilihan faiz itu hanyalah gadis rendahan, dia tidak sederajat dengan kita.


Sejak kapan kau membedakan orang dengan kastanya mah? nada pak Hasan semakin meninggi.


Sudah..sudah.. Via melerai perdebatan antara kedua orang tuanya..


Cukup ma.., cukup pa.., tidakkah kalian melihat ada aku disini. aku sungguh muak melihat kalian semua berdebat, dan mom, please..biarkan kak faiz bahagia dengan pilihannya, asal mommy tau, hanya dengan membahas tentang kak Anin membuat hati kak faiz begitu bahagia, aku tidak pernah melihatnya begitu bersemangat bercerita, kecuali tentang kak anin, kak anin adalah cinta pertama kak faiz, kak anin jugalah yang menyelamatkan kak faiz, tanpa mommy tau, hari dimana kak faiz kecelakaan, kak anin mendonorkan darahnya untuk kak faiz, dimana seperti yang kita tau golongan darah kak faiz yang sulit di dapatkan. dan hari itu juga setelah kak anin mendonorkan darahnya, mommy malah meminta kak anin untuk pergi meninggalkan kak faiz. dan asal mommy tau juga, kak anin lah yang menolongku saat aku sedang berusaha di culik oleh orang suruhan saingan perusahaan papa, kak anin rela mengorbankan nyawanya demi menyelamatkan aku mom, Tangan kak anin sampai tersayat pisau, dengan suara berapi api namun terisak via menceritakan semuanya.

__ADS_1


Aku tidak menyangka mommy sejahat itu.


Via kemudian pergi meninggalkan mommy nisa yang hanya diam mendengar semua kebenaran dari mulut putri kesayangannya.


__ADS_2