Tentangku & Hatiku

Tentangku & Hatiku
Terkejut.


__ADS_3

Karin pun terbangun dari tidurnya. Ia mengedarkan pandangannya mencari seseorang. "Kemana dia ...?"


Karin pun berniat bangkit dari tempat tidurnya, lalu keluar untuk mencari Musleh. Saat dirinya telah menemukan sang kekasih, ia pun menghampirinya. Musleh pun melihat Karin telah menghampirinya pun tersenyum ke arah gadis itu. "Kamu sudah bangun?"


"Emm."


"Kemarilah, aku sudah membelikanmu sarapan, ayo kita makan," ucap Musleh sembari meletakkan piring yang berisikan nasi lemak kepada Karin.


Karin pun duduk dan mengambil sarapan yang telah kekasihnya siapkan. "Terimakasih."


Mereka berdua pun akhirnya memakan sarapannya, meskipun punya Karin masih tersisa banyak. Setelah selesai sarapan, Karin hendak membereskan meja makannya. Namun, Musleh menahannya. "Biar aku saja yang membereskan ini, kamu pergilah istirahat."


Karin yang melihat kekasihnya menahan tangannya segera melepaskan genggaman tersebut. "Tidak! Sebaiknya aku saja yang membereskannya." Karin pun mengambil piring mereka berdua, lalu membawanya ke dapur untuk di cuci-nya.


Setelah selesai mencuci piring, Karin hendak membereskan meja makan. Tapi Musleh lebih dulu memanggilnya. "Sayang," panggilnya.


Karin menoleh. "Iya ...?"


"Aku mau berangkat dulu ya," ucap Musleh sembari mengambil kunci motornya.


"Aku ikut!"


Musleh terlihat membalikkan badannya melihat ke arah Karin. Ia pun menghampirinya dan bertanya kepada gadis itu. "Kau yakin ingin ikut? Apa tidak sebaiknya kamu istirahat saja! Masalah ditempat kerjamu, biar abang yang bagi tahu kepada supervisor sayang, sayang disini saja ya?"


"Aku tidak apa-apa bang, aku ingin masuk kerja," ucap Karin sembari tersenyum tipis. Ia tau bahwa dirinya tidak akan fokus akan pekerjaannya, namun ia juga tidak bisa hanya berdiam diri dirumah kekasihnya itu.


"Sayang yakin?" tanya Musleh memastikan.

__ADS_1


Karin pun mengangguk dengan cepat. Akhirnya Musleh pun mengiyakan permintaan kekasihnya, ia tidak ingin kalau Karin akan bersedih jika ia tidak membawanya. Laki-laki itu tidak ingin melihat kembali kejadian seperti semalam, di mana kekasihnya itu menangis di dalam pelukannya. (ah, sungguh memalukan saat itu)


"Ya sudah, sayang cepat ganti baju! Abang tunggu di luar," kata Musleh. Karin pun mengangguk lalu ia segera masuk ke dalam kamar Musleh untuk mengganti bajunya dan sekaligus mengambil tasnya. Setelah selesai mengganti baju, Karin pun menuju ke arah luar dimana kekasihnya menunggu.


Musleh melihat Karin telah keluari dan menghampirinya, ia pun berkata. "Sayang yakin ingin masuk kerja? Abang sungguh ingin sayang di rumah saja."


"Aku tidak apa-apa bang," jawab Karin dengan sungguh. Musleh terlihat mengangguk kecil lalu mereka berdua pun akhirnya menaiki motor tersebut untuk menuju ke Asia Jaya tempat universitas Musleh sekaligus tempat kerja Karin.


Butuh perjalanan satu jam. Akhirnya keduanya pun telah sampai di tempat tujuan, Karin segera turun dan melepaskan helmet nya, lalu sebelum melesat pergi, Karin berkata. "Aku masuk ke dalam stor dulu."


"Hati-hati."


Karin mau pun Musleh meninggalkan tempat parking, dan menuju ke tempat masing-masing. Karin pun saat telah sampai di stor nya, ia langsung meletakkan tas dan mengganti pakaiannya karena jam telah sampai pada waktu bekerja. Jadi ia tidak sempat untuk bersantai-santai.


Musleh terlihat telah memasuki kelasnya, ia duduk sembari meletakkan tas miliknya. setelah beberapa saat kemudian, ia mengambil tasnya tersebut dan mengambil ponselnya. Ia mencari-cari sesuatu di layar ponsel, beberapa saat ia menekannya. Terdengar suara panggilan tersambung, mencoba menghubungi keluarganya.


"Halo!"


"Kenapa mus ...?"


"Ma ... ada yang ingin saya bicarakan kepada mama dan yang lainnya."


"Ada apa nak? Ada masalah kah di university mu?"


"Tidak, bukan ma. Tapi ini sangat penting."


"Apa itu?"

__ADS_1


"Ma ... saya ingin melamar seseorang ma."


Di dalam toilet ...


Nampak Karin menghembuskan nafasnya, ia terlalu menyesali perbuatannya yang ingin memaksa untuk masuk kerja. Sehingga ia harus bertemu dengan kue bolu yang sudah terpampang di bawah tempat ia berdiri. "Haaaah ... kenapa harus bertemu taik lagi sih."


Karin pun menyiram tanaman obat di depannya itu dengan perasaan bergetar. Ia sungguh bersemangat hingga rasanya ia ingin memasak gumpalan bolu berwarna kuning tersebut.


Saat ia Karin meratapi nasibnya di depan pintu kloset, terdengar suara pintu terbuka, Karin pun segera menghampiri orang tersebut dengan memundurkan badannya tanpa melihat sembari mengucapkan. "Maaf bang, tapi toilet nya sedang di bersihkan."


"Sayang."


Karin menoleh. "Abang ...."


"Kenapa?"


Karin menggelengkan kepalanya. "Tidak ada! Kenapa Abang masuk? Kan dah ada pemberitahuan di depan toilet bahwa masih dalam pembersihan."


"Iya abang tahu sayang, tapi Abang hanya mau menemani sayang disini," ucap Musleh sembari duduk di atas tempat sampah yang berada di sana.


"Sebaiknya, abang keluar saja! Nanti bajunya basah," ucap Karin tanpa melihat ke arah kekasihnya itu.


"Tidak apa-apa, abang tunggu sayang." balas Musleh dengan tangan yang bersendekap.


"Tapi abang kan harus masuk kelas!"


"Jam masuk abang masih dua jam lagi, jadi abang masih ada waktu sayang."

__ADS_1


"Tapi-" belum menyelesaikan kalimatnya, Musleh lebih dulu memotongnya.


"Abang mau melamar sayang," ucap Musleh dengan serius.


__ADS_2