Terbitnya Matahari

Terbitnya Matahari
Eps. 10 ( Ternyata )


__ADS_3

Yang rupanya itu adalah, Kakak dari Rian.


Ya, Kakak Rian yang telah tiada 13 tahun yang lalu.


Yang menghilang dan kemudian yang ditemukan hanya sesosok pria yang sudah tak bernyawa.


Rian terkejut bukan main.


Ia melepas tangan nya dari Aluna kemudian menuju ke kakaknya untuk memeluknya.


Tapi, Ia menghilang.


Sebenarnya, dia tak menghilang tapi, karena Rian melepaskan genggamannya dari Aluna ia pun tak dapat melihat lagi keberadaan Kakaknya.


" Kakakkk, kakakkk!!" Teriaknya terus memanggil kakaknya.


Aluna terdiam sambil berpikir.


" Apa, hanya pada saat ia menggenggam tangan ku dia bisa melihat kakaknya?"


Kemudian, Aluna langsung menggenggam tangan Rian.


Rian, dapat melihat kakaknya kembali.


Dan saat ia ingin memeluknya,...


Ya, tentu saja itu tak akan pernah terjadi. Karena dia dan kakaknya sudah beda dimensi.


Tapi, Rian tak memper masalah kan nya.


Asalkan, i dapat melihat kakaknya dan memeluknya. Walau hanya nampak sebatas hologram.


Rian menangis tersedu sedu.


Tak berselang lama kemudian,


Rian mulai tenang.


" Kakak, apa yang sebenarnya ingin kau sampaikan? Dan kenapa kau bis akenal dengan temanku Aluna?" Tanya Rian.


" Sebenarnya, aku masih merasa janggal dengan kematian ku. Ayah, dan ibu." Jawabnya.


Aluna mendengar hal itu. Ia kemudian ingin beranjak pergi. Karena ia kira, tak ada sangkut pautnya dengan dirinya.


Tapi, Rian mencegah nya. Ia menggenggam tangan Aluna lebih kuat.


Aluna tak jadi pergi.


" Lalu, apa hubungan nya dengan ku? kenapa selama ini kau selalu datang dan menghancurkan kebahagian ku?" Tanya Aluna sambil sedikit meninggikan nada suara nya.


" Aluna! " Sahut Rian.


Kakak Rian menghentikan kata Rian.


" Yah, mulai darimana ya. " Ujarnya menarik nafas panjang.


" Akan ku ceritakan semua dari awal."


" Namaku, Reno. Aku mati 13 tahun lalu. Namun,aku mati bukan tanpa sebab. Sebelumnya, aku minta maaf Padamu Rian, karena aku telah meninggalkan mu selama 3 bulan."


" 3 Bulan itu, aku mencari tahu tentang kematian orang tuaku. Ayah dan Ibunya Rian.Tapi, ada seseorang yang mengetahui keberadaan ku tak lama setelah aku pergi meninggalkan rumah 13 tahun lalu. Mereka menyadari bahwa selama ini aku selalu mengikuti mereka. lalu, mereka menyiksaku hingga tiada." Sambungnya.


" Siapa yang melakukan hal semacam itu padamu kak?" Tanya Rian memotong pembicaraan Reno.


" Aku tidak tahu, apakah siapa pelakunya. Saat aku hampir mengetahuinya, Ayah dan ibu datang menemui ku dalam wujud bagai malaikat. Mereka membawa ku ke suatu tempat yang sangat asing bagiku. Tempat yang sangat indah. Lalu, mereka mengatakan

__ADS_1


Biarlah urusan itu ditangani mereka yang masih hidup. Kau, hiduplah bersama kami disini, Reno.


Awalnya, aku mengiyakan ajakan mereka. Akan tetapi, kehidupan setelah kematian karena kejanggalan membuatku terus bertanya tanya."


" Akhirnya, aku memutuskan untuk kembali ke dunia manusia menyelesaikan apa yang belum sempat ku kerjakan. Tapi, karena aku ini telah menjadi arwah, tak ada seorang pun yang dapat melihatku. Hingga, aku bertemu dengan mu, Aluna. Aku yakin kau pasti bisa menyelesaikan masalah ini. Dan membuat kematian ku menjadi tenang." Jelasnya.


" Tapi, apa sangkut pautnya dengan diriku?"


Tanya Aluna.


" Jadi, saat itu, aku tak kunjung menemukan orang yang mampu membantuku. Tapi, aku bukan hanya mencari seseorang yang bisa membantuku saja, karena, aku juga berusaha mencari tahu siapa dalang dibalik ini semua.


Dan, hasilnya sangat mengejutkan."


" Apa yang kau temukan? " Tanya Aluna.


" Ini semua, berkaitan erat dengan kematian orang tua, teman panti dan orang tua tirimu." Jawabnya.


Aluna terkejut dan ia mulai merasa lemas.


Aluna memang tahu, kecelakaan orang tuanya dulu memang di sengaja kan oleh seseorang. Namun, polisi seolah memang tak mau mengambil kasus itu. Dan kasus itupun kemudian ditutup.


" Apa, apa kau yakin dengan ucapanmu?" Tanya nya.


" Tentu saja. Aku Mungkin memang terlihat dingin pada awalnya. Tapi, ketahuilah aku adalah orang yang sangat lemah lembut." Jawabnya.


Aluna masih syok dengan kejadian itu.


" Dan, Aluna. Apa kau tahu Danu?" Tanya Reno.


" Danu?" Aluna balik bertanya.


" Dia adalah arwah anak kecil yang dulu sering kau ajak main saat kau masih di panti." Jawabnya.


Memang,selama berteman dengan anak itu dulu, Aluna tak pernah sekalipun tahu namanya.


" Ya, apa kau baru tahu namanya setelah sekian tahun?" Ujarnya sambil sedikit tersenyum.


Aluna terdiam.


" Danu, adalah anak yang malang. Sesaat setelah kau pergi dengan keluarga barumu, Ia harus kembali ke alam roh. Tapi, aku mencegahnya karena ada beberapa pertanyaan yang ingin aku sampaikan."


10 tahun yang lalu.


" Tunggu, bukankah, kau teman gadis kecil yang bernama Aluna." Tanya Reno.


" Iya." Jawab Danu.


" Kenapa kau memutuskan untuk pergi meninggalkan dunia ini?"


" Tak ada alasan untuk aku tetap disini."


" Jika boleh tahu, apa tujuan mu yang sebenarnya mendekati Aluna?" Tanya Reno.


Danu terdiam. Dia melanjutkan jalannya.


" Aku tahu, Kau bukan hanya ingin bermain dengan Aluna. Tapi, kau punya tujuan lain. Katakan padaku apa sebenarnya tujuan mu itu?" Tanya Reno.


Danu terhenti dari langkahnya.


Ia menengok ke belakang, kearah Reno.


" BALAS DENDAM " Ucapnya.


Singkat padat dan memberikan beribu makna itulah ucapan yang disampaikan oleh arwah sesosok anak yang masih sangat kecil.

__ADS_1


Kata yang terus terngiang di benak Reno.


 


Karena tak tahan akan hal itu, Reno memutuskan untuk menemui Danu di alam roh.


 


Ia mencari cari kemana saja untuk menemukan Danu.


Dan, ia melihat seorang anak kecil duduk termenung di tepi sungai di bawah sebuah pohon rindang.


Duduk, hanya duduk.Terdiam, tertegun.


Reno mencoba mendekati Danu.


" Hei, sedang apa kau disini?"Tanya nya sebagai permulaan


" Menunggu kepastian." Jawabnya.


" Apa maksudmu?" Tanya Reno yang tak mengerti.


" Bukan kah ini tempat untuk yang seperti itu?" Jawab Danu yang malah membuat Reno semakin bingung.


" Berapa lama kau telah mati?" Tanya Danu.


 


" Aku mati 2 tahun yang lalu." Jawab Reno.


" Tapi, aku kasih tak mengerti, apa maksudmu dengan tempat ini?" Tanya Reno.


 


" Hehe, kau sudah 2 tahun disini tapi tak tahu apapun mengenai tempat ini." Jawab nya


" Aku telah mati 2 setengah tahun yang lalu. dan sekarang, tugasku disini hanyalah untuk menunggu seseorang yang sangat ingin ku beri pelajaran." Sambungnya.


 


" Apa maksudmu? Sebenarnya tempat apa ini? apa yang kau maksud itu sama dengan menunggu waktu untuk balas dendam?" Tanya Reno.


 


" Iya! lebih tepatnya, tempat ini adalah Tempat untuk para roh roh manusia menunggu kepastian tentang orang orang yang duku pernah menyakiti atau bahkan sampai membunuh mereka yang membawa mereka pada tempat ini." Jawab Danu.


Sontak tiba tiba, suasana menjadi seperti tengah berada di atas puncak gunung tertinggi atau mungkin kutub dingin. Ya, suasana yang begitu menegangkan.


Bagai dua kutub yang saling bertemu.


Tiba tiba Danu menangisss


" Dasar! Semua orang. dewasa sama saja tak ada yang mengerti apa yang kurasa."


"Tak akan ada orang yang mau berada di tempat seperti ini. Aku pun juga tidak.


Aku ingin bermain seperti anak seusiaku.Aku tak ingin berada di tempat terkutuk ini." Ujar nya.


" memangnya, kenapa? Kenapa kau bisa mati?" Tanya Reno.


Danu yang masih terisak tangis mencoba menenangkan diri.


Menarik nafas panjang,....


" Aku, mati karena,....."

__ADS_1


__ADS_2