
Sementara itu,
Rian telah berhasil menenangkan diri. Ia mencoba melihat kebawah.
Betapa terkejutnya ia melihat begitu banyak tanaman yang seharusnya tak boleh ditanam.
Banyak sekali tanaman haram disana.
Pantas saja, saat pertama kali mereka datang ke pulau itu, tercium bau yang sangat menyengat. Rupanya, itu adalah ladang tanam haram.
Efek samping obat samping itu juga sangatlah berbahaya bagi manusia.
Rian lalu mengambil po sel nya yang berada di saku celana sebelah kanannya. Ia memotret pemandangan itu. Yng mana, nanti itu akan dijadikan bukti untuk menuntut sangat pemilik.
Walau sampai sekarang, Ia masih bingung apa hubungannya dengan kematian orang tuanya.
Ia hanya berpikir, jika ini semua memang berkaitan, berarti orang itu memang sudah gila.
Rian lalu mencoba mencari Aluna.
Tiba tiba, Aluna sudah berada tepat di bawah Rian.
Yang terjadi sebelumnya.
" Aku, masih sedikit tidak mengerti dengan keadaan pulau ini yang sebenarnya" Ujar Aluna.
" Lalu, apa hubungan nya juga dengan kematian orang tuaku?" Sambung nya.
__ADS_1
" Jika selama penelusuran ku, semua masih memiliki keterkaitan. Walaupun, sebenarnya aku juga masih bingung. Orang seperti apa yang memiliki pulau semacam ini. Ditambah, dengan apa yang terjadi. Mati? " Reno malah balik bertanya.
" Apakah orang dibalik ini semua hanya 1?" Tanya Aluna.
" Ya, sepertinya memang hanya satu. Walaupun aku juga tidak tahu, siapa dia sebenarnya. Tapi, aku yakin ini ulah orang yang sama. Sayangnya, sepertinya dia lebih suka untuk bekerja dari balik layar." Jawab Reno
" Sudahlah, jangan kau pikirkan lagi," Sahut Aluna. Ia menatap kearah atas yang disana terdapat sebuah gunung. Ia seperti melihat seseorang. Yang ia perhatikan seperti, Rian.
Aluna langsung berjalan terburu buru. Ia harus segera menghampiri Rian. Dan menyuruhnya turun.
Sesampainya disana
" Rian, apa yang kau lakukan, cepat kemari bersembunyilah."Sahut Aluna.
" Em, baiklah." Jawab Rian sambil menghampiri Aluna.
Rian hanya terdiam.
waktu terus berlalu, Matahari, kini telah mulai tenggelam.
Aluna dan Rian hanya membawa sebuah alas dan senter untuk tidur.
Mereka, lalu beristirahat di hutan.
Saat mereka hampir terlelap dalam tidurnya, Tiba tiba, ada suara langkah kaki yang mendekat menuju ke arahnya.
Suara langkah kaki itu, seperti sangat berat. Ditambah, orang itu seperti sedang menteret sesuatu.
__ADS_1
Aluna dan Rian langsung bersembunyi.
Mereka memutuskan untuk mengikuti orang tersebut. Ternyata, itu adalah 2 orang lelaki yang sempat Aluna lihat berjalan jalan di sekitar bangunan tua yang pertama kali ia datangi.
Aluna terkejut, ia penasaran, apa yng sebenarnya kedua orang itu bawa.
Saat mereka mulai mengikuti para penjaga itu, mereka sangat terkejut.
Ternyata, Apa yang berada di dalam bungkusan plastik itu adalah manusia.
Ya manusia manusia itu adalah hasil dari percobaan yang tak kuasa menahan efek samping dari obat yang diberikan kepada mereka.
Mereka telah mati. Tentu hal itu membuat Rian dan Aluna bertanya tanya. Siapa kah orang yang begitu tega melakukan itu semua.
Orang yang kejam. Tak berperi kemanusiaan.
Begitulah pikir keduanya.
Saat kedua orang itu sudah mulai menjauh, Aluna dan Rian melihat sosok gadis itu berada di balik pohon. Dan seperti seolah sedang memanggil mereka berdua.
Lalu, mereka hanya mengikuti gadis itu 5anpa berbicara. Gadis itu membawa Aluna dan Rian untuk bermalam di sebuah rumah kecil.
Aluna yakin, rumah itu pasti adalah rumah salah satu penduduk yang dulunya tinggal disini.
Karena penasaran, Aluna memutuskan untuk menjelajahi rumah tersebut. Siapa tahu, ia mendapatkan bukti atau petunjuk lain.
Pelan pelan, ia mulai masuk ke semua ruangan. Tak ada apapun disana. Kecuali,
__ADS_1