Terbitnya Matahari

Terbitnya Matahari
eps. 9 ( Kedekatan.)


__ADS_3

Rian memegang bahu Aluna, sambil menatap matanya dengan penuh keyakinan.


" Hei, di dunia ini tak ada yang tak menderita. Setiap orang pasti memiliki penderitaannya masing masing. Sama sepertimu, aku juga memiliki masa lalu yang kelam. Tapi kau tak akan pernah tahu, betapa aku menderita. karena aku berjanji pada diriku sendiri, Bahwa aku akan menggantikan kesepian setiap orang menjadi tawa bagi mereka. Karena, aku juga pernah ada diposisi mereka. Aku juga pernah berada di posisi mu dan itu sangat menyakitkan. Saat aku berusaha bangkit, banyak sekali rintangan. Tapi aku akan tetap tersenyum. Mungkin memang tak berarti. Tapi, bagi sebagian orang, itu adalah semangat untuk terus menjalani hidup. " Ujar Rian.


" Bagiku, tersenyum bukanlah hal yang mudah saat kau sendiri. Maka dari itu aku akan menjadi temanmu. Selamanya. Aku akan terus menemanimu."


" Aku selalu ada disisi mu dan akan terus memperhatikan mu. Agar kau tak sendiri."


Sambungnya.


Aluna seakan merasakan getaran pada dirinya.


" Kau tak akan sendirian lagi."


" Aku ada disini menemanimu." sahut Rian.


Matahari mulai bersinar kembali. Awan mendung nan gelap mulai pergi.


Seolah, Aluna mendapat apa yang jadi impiannya. yang, bahkan tak pernah ia sadari.


Rian menggenggam tangan Aluna dan menariknya.


" Ayo kita pergi " Sahutnya.


Rendi melihat kejadian itu, Langsung pergi meninggalkan tempat itu dengan rasa sakit. Yang bahkan ia sendiri pun tak tahu maknanya.


Rian mengajak Aluna kerumahnya.


Aluna kemudian mandi dan berganti baju menggunakan milik Rian.


" Apa.., Ini tidak apa apa?" Tanya Aluna.


" Tenang saja, aku punya banyak persediaan baju dirumah kok." Jawab Rian.


Kemudian Rian mandi dan ganti baju karena kebasahan.


Rian kemudian duduk disebelah Aluna.


" Hei, aku akan selalu menemanimu. Jadi, jangan sedih." ujarnya.


" Aku tahu, kau sudah mengatakannya padaku berulang kali." Jawab Aluna kaku.


Rian sedikit tertawa.


" Apa maksudmu kau memiliki masa lalu yang kelam, sama sepertiku?" Tanya Aluna.


"sebenarnya, tak banyak yang tahu tentang masa lalu ku. Mungkin, karena aku memang tak pernah menceritakannya pada siapa pun." Jawab Rian.


" Aku ingin tahu, apa yang kau maksud dengan memiliki masa lalu yang kelam?" Tanya Aluna.


"Sebenarnya, 15 tahun yang lalu, Orang tuaku dibunuh. Dan setelah itu, kakakku yang dibunuh. Aku tak tahu siapa pelakunya." Jawab Rian.

__ADS_1


" Itu berbeda." Sahut Aluna


" Yang kumaksud, aku juga memiliki penderitaan. Orang tuaku dibunuh 15 tahun yang lalu. 2 tahun kemudian, kakakku, juga tewas dibunuh."


" Rasanya, saat itu ku sangat putus asa. Tapi, ada suara yang membisik. Bahwa ia adalah kakakku. Dan aku sadar, orang yg telah pergi, ia masih ada dihati. Kakakku selalu ada disisiku." Sambungnya.


" Kakakmu? dihati. Bukan kah itu, sama saja seperti fana?" Ujar Aluna.


" Eeee," Rian termenung.


Menarik nafas panjang,


" Sebenarnya, aku memiliki kemampuan untuk mendengar kan arwah arwah berbicara. Dulu, banyak orang yang menganggapku gila. Tapi, aku menjadi senang karena para arwah termasuk kakakku, mereka yang selalu menemaniku. Walaupun, aku tak bisa melihat mereka." Jawab Rian.


Aluna terdiam.


Waktu terus berlalu, Hujan telah sepenuhnya reda.


Kemudian, Rian mengantarkan Alun pulang.


Aluna tiba dirumahnya, dan Rian pun langsung pergi meninggalkannya.


Aluna terus berpikir, apa mungkin, Rian sama dengan ku?. Apa sebenarnya yang ia maksud? Suara hatinya. Dalam pikiran, hanya itu saja yang ada si benak Aluna.


" Sudahlah, aku tak peduli. Sekarang, lebih baik aku membereskan barang barang ku disini. Sudah tak ada lagi alasan mengapa aku harus tinggal disini." Gumamnya.


Aluna pun membereskan semua barang barang nya sampai lelah dan langsung tertidur.


Aluna tak nampak seperti biasa. Ia terlihat seperti Aluna yang baru. Aluna, kini terlihat tersenyum walau hanya sedikit.


Tak seperti dulu. Yang sama sekali tak tersentuh oleh apapun. Dingin bagai es dan keras bagai batu.


Tapi, es itu rupanya kini mulai mencair.


Dan Batu itu mulai lunak. Mungkin, karena badai telah beranjak pergi.


Dikelas.


" Aluna, aku lupa bawa pulpen. kau bawa berapa?"


" aku pinjam dong " Ujar Rian.


Tak seperti dulu, Aluna kemudian meminjamkan pena miliknya.


Waktu berlalu, Jam pulang telah tiba.


Aluna terlihat tergesa gesa sambil berjalan pulang.


Rendi melihat hal itu, Dan rasanya ia ingin mengejar.Akan tetapi, Dari arah belakangnya muncul Rian yang tengah berlarian ingin mengejar Aluna.


Rendi seketika itu juga membeku. tak bergerak diam ditempat.

__ADS_1


Tapi, apalah daya, Memang mungkin, hanya Rian yang mampu merubah Aluna.


Pikirnya kemudian pergi.


Aluna sebenarnya ingin pindah dari asrama Rumah sakit ke kos barunya.


Tapi ia tak ingin Rian mengetahuinya karena takut merepotkan.


Tapi, Usaha Aluna gagal Rian keburu datang dan membantu Aluna.


Waktu yang cukup lama, Aluna Akhirnya telah pindah kos.


Kini,ia harus hidup sendiri dan memulai segalanya sendiri.


Dia pindah ke kos kosan yang cukup dekat dengan sekolah dan tempat kerjanya.


Mereka berdua telah selesai mengurus pindahan. Merapikan semua barang milik Aluna. Tak banyak, makanya cepat.


mereka pun beristirahat


" Sekarang, setelah kau hidup sendiri apa yang akan kau lakukan untuk nertahan hidup?" Tanya Rian.


" Aku akan mulai bekerja sambilan besok lusa." Jawabnya.


Tiba tiba, Ada suara kardus yang terjatuh. Mereka berdua terkejut dan langsung menghampiri arah suara kardus jatuh itu jatuh.


Rian terkejut karena ia tak melihat apa apa.


Sedangkan, Aluna ia malah nampak kesal.


" Kenapa kau disini? " tanya nya.


" Bagaimana kau menyentuh barang itu? "


" Kenapa kau terus mengikutiku?"


Tanya Aluna berurutan.


" Hei, Aluna. Kau sedang bicara dengan siapa?" Ujar Rian.


Aluna tk menanggapi Rian.


" Sudah ku bilang, kemanapun kau pergi, selama tugasku belum selesai aku akan selalu mengikutimu." Jawab Suara itu.


Rian bisa mendengarnya tapi tak bisa melihatnya.


Suara yang tak asing bagi Rian.


Aluna memegang tangan Rian, Seketika itu juga ia dapat melihat sesosok orang dengan pakaian hitam dan wajah yang pucat.


Yang rupanya itu adalah,..

__ADS_1


__ADS_2