Terbitnya Matahari

Terbitnya Matahari
eps.6 ( awal pertemuan )


__ADS_3

 


Aluna duduk dipojok kamar nya dan mulai berfikir


 


" aku lelah dengan semua ini. Aku ingin pergi saja. Tapi bagaimana dengan ibu. Ayah ibu, aku rindu kalian. " gumamnya.


Aluna menatap ke cermin.


" Dunia nampak membosankan, semua berwarna hitam kelam dan abu abu. Aku ingin menemui ayah dan ibuku. Mungkin, didunia sana semua penuh dengan warna."


Sambungnya.


Aluna kemudian berbaring di tempat tidur dan ia mulai menutup matanya dan lelap tertidur.


Esok hari Aluna terbangun dari tidurnya kemudian ia langsung bersiap siap berangkat menuju ke sekolah.


Selesai bersiap siap Aluna kemudian menemui ibunya di ruangannya dirawat.


" Ibu, Aluna pergi berangkat sekolah dulu ya, ibu cepat lah bangun" Bisik aluna di telinga ibunya.


" Aluna, Kau akan menemui seseorang yang istimewa dan akan mengubah hidup mu saat ini." Ucap orang yang selalu mengikuti Aluna.


" Diamlah aku sudah tidak peduli pada apa yg kau ucapkan " Jawab Aluna.


Setelah itu Langsung berangkat menuju ke Sekolahnya.


Saat disekolah Aluna adalah anak yang sangat pendiam. Ia tak pernah berbicara pada orang lain.Orang lain juga tak ada yg mau mendekati Aluna.


Aluna duduk di bangku paling belakang dan paling pojok.


Ia duduk sendirian. Banyak yg enggan duduk bersamanya karena mereka menganggap Aluna itu sudah gila.


Saat bel tanda pelajaran akan dimulai, Aluna mengambil bukunya dan ia membukanya.


Aluna terkejut karena bukunya itu penuh dengan coretan coretan yg mengatakan


 


**Kau akan bertemu seseorang yang akan mengubah hidupmu. Ia adalah anak baru yg bernama RIAN. Anak baru itu akan duduk disebelahmu dan pada hari pertama ia masuk ini, Ia lupa untuk membawa Pena.


Kemudian Ia pun akan meminjam pena milikmu**.


Aluna merasa kesal karena ada seseorang yang mencoret coret bukunya.


Tak lama kemudian datang lah pak Guru dengan membawa seorang murid baru.


" anak anak, Hari ini akan ada murid baru "


" masuklah " pak Guru menyuruh seseorang untuk masuk.


" Hai semua, perkenalkan namaku Arian Wijaya. Kalian bisa memanggilku Rian."


Ujar Rian sambil tersenyum.


Karena hanya ada 1 bangku tersisa yaitu bangku disebelah Aluna. pak guru pun meminta Rian untuk duduk disebelah Aluna.


" Kasihan ya anak baru itu ganteng ganteng tapi malah harus duduk disebelah si gila itu." ucap salah seorang siswa di kelas itu.


Rian berjalan menuju ke bangku disebelah Aluna di paling pojok.


Rian pun mencoba mengajak Aluna berkenalan.

__ADS_1


" Hai, namaku Rian." Ujar nya.


Aluna terkejut mendengar nama itu. Nama yg sama seperti apa yang ada di buku nya.


Aluna pun Hanya menoleh lalu ia berpikir bahwa itu hanyalah sebuah kebetulan namanya Rian, dan kebetulan juga ia duduk disebelah nya karena tk ada bangku kosong lagi.


Kemudian pelajaran pun dimulai.


Rian tak membawa pena ia pun lalu meminjam Aluna.


" Hei, apa aku boleh meminjam pen mu? " Tanya Rian.


Aluna hanya menengok dengan tatapan super dinginnya.


" e,e baiklah." Ujar Rian.


Kemudian Rian pun berusaha meminjam pen ke yang lainnya.


Saat itu Aluna baru tersadar apa yg ada dalam catatan itu benar benar nyata terjadi.


Jam istirahat tiba. Aluna kemudian langsung menuju ke toilet.


Di toilet.


" Dimana kau." Ujar Aluna memanggil seseorang.


" Keluarlah aku ingin berbicara padamu." Sambungnya.


" Aku disini. Ada apa kenapa kau tiba tiba mencariku?" jawab sosok itu.


" Bukankah kau yang mencoret coret buku ku? " tanya Aluna dengan sedikit lantang.


"Itu bukanlah coretan biasa. Akan tetapi itu adalah catatan masa depan."


"Apa maksudmu? " Tanya Aluna lagi.


" Lalu, siapa anak itu ? Apa hubungan nya dengan ku? " Tanya Aluna sekali lagi.


" Orang itulah yang akan mengubah masa depanmu. " Jawabnya.


Setelah dia mengatakan hal itu, diapun menghilang.


Aluna lalu keluar dari kamar mandi.


Didepan pintu, ia melihat Rian yabg dari tadi sudah menguping pembicaraan nya.


" Apa yang sedang kau lakukan disini?" tanya Aluna.


Rian terkejut karena ulah nya ketahuan oleh Aluna.


" ti, tidak ada."Jawab Rian sedikit panik.


Lalu Aluna pun meninggal kan Rian.


Rian mengejar dan mengikuti Aluna.


Aluna menuju ke kantin.


Ia seperti biasa hanya memesan sedikit makanan dan duduk di paling pojok kantin seperti biasa.


Rian yang sedang membuntuti Aluna tiba tiba tiba saja diajak pergi oleh ketua kelas. bernama Rendi.


" Hei, hei Bukankah kau ini anak baru.Apa yang sedang kau lakukan." Ujar Nya.

__ADS_1


" Aku, aku " Jawab Rian dengan gugup.


" Sudahlah jangan grogi seperti itu. Ok kenalkan aku on Rendi ketua kelas yang paling banyak disukai oleh wanita."


Ujar Rendi sambil merangkul bahu Rian dan mengajak nya ngobrol bersama di meja kantin yang biasa ia tempati.


Rian terus saja memandang Ke arah meja Aluna. Rendi yang sadar akan hal itu pun langsung menegur Rian.


" Kau ini sedang melihat apa? " Tanya Rendi.


Kemudian Rendi mengarahkan pandangan nya ke arah yang sama dengan Rian.


"Oh, Jadi itu yang sedang kau lihat dari tadi."


ujar Rendi.


" I ,iya." Jawab Rian karena tak lagi memiliki alasan.


" Kuberi tahu saja ya, Dia adalah gadis yang sangat sulit didekati karena dia itu sangat misterius." Ujar Rendi.


" Misterius bagaimana? " Tanya Rian.


" Anak nya sangat pendiam. Dan tak pernah berbicara sekali pun pad seseorang. Bahkan banyak anak anak sini yang sering melihat nya Berbicara sendiri.Bahkan, banyak dari mereka yang kemudian menggapnya itu sebagai orang gila." Jawab Rendi.


Sejenak Rian berpikir.


Tiba tiba rendi berkata,


" Walaupun demikian tapi jujur diantara semua gadis disekolah ini dialah yang paling Cantik. Selepas dari itu semua, Ia juga memiliki hati yang baik dan murni."


Rian terdiam.


" Oh ya, ngomong ngomong, Siapa namanya? " Tanya Rian.


"Apa! Jadi kau belum tahu namanya." Jawab Rendi sambil tertawa terbahak bahak.


" Kau ini bagaimana masak satu bangku saja tidak tahu namanya." ucap salah seorang dari geng Rendi.


" Tidak, seperti kata ketua kelas dia memang gadis yang sulit untuk didekati." Jawab Rian.


" Hahahahahhhaah" satu meja itu tertawa.


"Baiklah kuberi tahu ya, Namanya itu adalah Aluna." Jawab Rendi.


" Oh ya panggil aku dengan namaku saja. Kau tidak perlu memanggilku secara formal seperti itu." Sambungnya.


" Iya maaf. Baiklah." Jawab Rian


" Oh ya, ngomong ngomong Rendi, apa kau menyukai Aluna?" Tanya Rian.


Sontak saja pertanyaan Rian itu membuat semua orang di geng Rendi tertawa.


" Apa maksudmu berbicara seperti itu? " ujar Rendi dengan nada kesal dan malu.


" Emm, soalnya saat aku menanyakan tentang dia kau terlihat begitu bersemangat." Jawab Rian.


" Tentu saja tidak, bodoh! "


" Aku tak akan mau dengan nya. orang yang aneh." Sambung Rendi.


" Baiklah terserah kau saja." Jawab Rian.


Memang begitulah manusia, lain di mulut lain juga dihati.

__ADS_1


Walaupun Rendi tak mengakuinya, tapi dalam hatinya, tetap saja ia menyimpan rasa terhadap Aluna karena ia menganggap Aluna itu unik. Tapi dia sayangnya tak menyadarinya. Begitupun dengan teman teman nya yang lain.


Kecuali Rian. Tapi, itu akan dibahas di episode lain.


__ADS_2