
*keesokan harinya*.
" Suster ayo kita pergi ke makam ayah dan ibu ku. " Ucap Aluna kepada sang suster.
" apa kamu sudah lebih baik hari ini? " tanya suster.
" iya, aku sudah lebih baik. ayo cepat kita ke makam orang tuaku. " sahut Aluna sambil menarik suster pergi.
dalam perjalan.
"Ayah, ibu, aku eh." ucap Aluna dalam hati.
" Aluna kamu harus kuat " kata sang suster.
"baiklah. aku janji aku tidak akan menangis lagi." jawab Aluna.
sesampainya dimakam, Aluna langsung berlari menuju makam orang tuanya.
" ayah, ibu Aluna sudah datang. Maaf aku baru datang hari ini. " ucap Aluna dgn mata berkaca kaca.
Tiba tiba datang beberapa polisi yg menghampiri Aluna.
" Apa kau yg mewakili anak ini? " tanya sang polisi pada suster yg merawat Aluna.
" iya benar memangnya ada apa pak? " sahut suster
" Begini setelah kami selidiki, ternyata kecelakaan yg menyebabkan kematian bpk. sumardi dan ibu linda ada sebuah unsur kesengajaan. " jawab pak polisi.
" Apa yg bapak maksud apakah ini sebuah pembunuhan berencana? " tanya Suster dengan sangat terkejut.
" iya lebih tepatnya begitu. " jawab pak polisi.
tiba tiba saja raut wajah Aluna berubah menjadi seperti sangat tertekan.
" hanya itu yg saya ingin katakan. kalau begitu saya pamit dulu." ucap pak polisi sambil meninggalkan Aluna dan suster nya.
__ADS_1
" Aluna, kamu tidak apa apa kan? "
" Soal orang tua mu, ....." ucap sang suster kepada Aluna.
" aku tau, orang tuaku mati bukan karena kecelakaan biasa tapi mereka mati karena ada orang yg benci padanya hingga orang jahat itu membunuh ayah dan ibuku. " kata Aluna memotong pembicaraan susternya.
" i itu " kata suster
Aluna seketika itu juga langsung berlari sambil menangis. Tanpa tau arah ia terus berlari.
" Aluna....,Aluna ...! " teriak suster mencari aluna.
Sedangkan Aluna kecil yg terus menangis dan berlari terpojok di sebuah jalan.
" hiks hiks hiks..." Aluna menangis
" Jangan menangis adik kecil.kau kenapa? "
tanya seseoranh yg misterius.
" kau siapa? " tanya Aluna
" aku bukan siapa siapa. " ucap org itu
"Ayah dan ibuku meninggal dunia karena kecelakaan. tapi setelah diselidiki, ternyata ada orang yg sengaja ingin mencelakai kami."
Jawab Aluna.
" kalau begitu, paman katakan sesuatu. kau jangan bersedih apa kau ingin ayah dan ibumu dialam sana menangis karena melihatmu? " ucap orang itu menghibur Aluna
" tidak! Aku tidak ingin ayah dan ibu menangis karena ku. " jawab Aluna dengan lantang.
" Baiklah kalau begitu. apakah paman boleh minta tolong?" ucap paman itu.
" minta tolong apa paman? " jawabnya
" aku pasti akan membantumu! " sambungnya.
tiba tiba
" Alunaaa..., Alunaaa...., " teriak sang suster memanggil Aluna.
Suster itu melihat Aluna sendirian. Tanpa pikir panjang ia langsung kari menghampiri Aluna.
__ADS_1
" Aluna apa yg kau lakukan disini? " Tanya sang suster pada Aluna.
" Aku tadi sedang berbicara pada seorang paman yg misterius." jawab Aluna.
" Sekarang dimana paman itu?" tanya sang suster.
" itu disana " jawab Aluna sambil menunjuk kearah belakang sang suster.
Suster itu langsung menengok kebelakang.
Alangkah terkejutnya ia saat melihat tidak ada siapa siapa dibelakangnya.
" Aluna, Apa kamu sedang bercanda?" tanya sang suster yg tak percaya.
" Aku tidak bercanda. Lihatlah itu dibelakang mu ada seseorang berdiri disana."
jawab Aluna sambil menunjuk ke arah belakang sang suster.
" Hah yasudah, ayo kita pulang. " ucap suster.
" pulang? kemana aku akan pulang? " jawab Aluna
" Jika aku pulang ke rumah tad ada siapa siapa disana." Sambungnya.
"Kau pulang bersamaku " jawab suster
" Dimana rumah suster? " Tanya Aluna.
" Rumah suster berada di Panti Asuhan. " jawab suster.
" suster tinggal di panti asuhan? memangnya kenapa? " tanya Aluna
" ya, suster sudah ditinggal oleh orang tua suster sejak suster masih bayi." jawabnya
" hmm, kalau panggil suster seperti tidak dekat. Bagaimana kal kamu panggil suster dengan sebutan kakak?" Sambung suster.
" Baiklah tapi, siapa nama kakak? " tanya Aluna.
" Nama Kakak Suci panggil saja kak suci" Jawabnya kak suci
" Baiklah "
*sesampainya di panti asuhan*.
__ADS_1