Terbitnya Matahari

Terbitnya Matahari
Eps. 21 ( Nino)


__ADS_3

5 tahun yang lalu,


" Ayah, ibu, aku ingin naik wahana itu!" Kata anak itu, sambil memunjuk ke arah wahana yang ingin ia naiki.


Anak itu menarik tangan ibu nya dan ayah nya mengikuti dibelakang itu ibunya.


Anak itu adalah anak yang berasal dari keluarga yang kaya raya. Ia diajak bermain di taman hiburan pulau rahasia ini oleh ayahnya. Ayahnya di beri tahu oleh seorang klien nya di perusahaan milik nya.


Anak nya sangat senang karena akan liburan ke tempat yang jauh. Tempat yang baru akan ia kunjungi.


Awalnya, ia sangat senang. Tapi, sebenarnya ia tak tahu, apa yang akan menimpanya dan keluarganya.


Anak itu ternyata mengajak ini ibunya ke sebuah wahana kereta di dalam gua. Gua yang sama dengan yang Aluna dan Rian kunjungi beberapa tahun setelahnya.


Didalam gua itu, sudah ada penjaga tersendiri. Mereka lolos. Tapi, sebenarnya terdapat sedikit kecurangan di wahana itu.


Yang mana harusnya anak itu tak lolos dari pemeriksaan karena umurnya belum mencukupi. Tapi, mereka malah memperbolehkan Anak itu untuk menaiki wahana itu. Yang jelas, itu sangat berbahaya.


Anak itu bernama Nino. Masih berumur 6 tahun. yang harusnya, anak itu belum boleh menaiki wahana itu. Tapi, dia malah di ijinkan.


Peraturan disana hanya mengizinkan anak yang berusia lebih dari 10 yang bisa menaiki wahana tersebut. Tapi mereka melakukan kecurangan.

__ADS_1


Tak lama wahana kereta bawah tanah itu melaju, tiba tiba listrik mendadak mati total.


Nino Ayah, dan ibunya beserta penumpang lain, seketika berteriak panik.


Nino bahkan juga mulai menangis.


Ibunya menenangkannya. Tapi, hal tak terduga terjadi. Seolah, kereta yang mereka naiki tiba tiba berjalan sendiri.


Melaju dengan perlahan namun pasti. Bahkan mungkin, tak ada yang menyadari bahwa kereta itu mulai bergerak maju. Ke arah turunan yang amat curam. Yang harusnya bisa dikontrol oleh sistem. Tapi, semuanya kini mati total.


Suasana di dalam lorong masih gelap. Ayah Nino berusaha mencari ponselnya untuk penerangan. Nino juga sudah mulai tenang di pelukan ibunya.


Mereka mulai menyadari, bahwa kereta mulai bergerak.


Namun, mereka hanya berpikir bahwa wahana itu akan segera di jalan kan kembali. Tanpa ada rasa takut dan curiga, mereka masih duduk di tempat masing masing.


Sambil menenangkan diri. Setelah kegelapan yang sangat mencekam.


Tak terasa, jarak nya sudah semakin dekat saja. Hingga, terdengar sebuh benturan yang cukup keras. Bagian belakang mereka runtuh.


Para penumpang seketika menoleh ke belakang. Tanpa peringatan, dan belum sempat mereka kembali menoleh ke arah depan, Kereta itu seperti baru saja jatuh.

__ADS_1


Nino, anak yang masih berumur 6 tahun itu, terpental keluar dari kereta. Dia terpelanting begitu saja. Ibunya sudah berusaha sekuat mungkin untuk menyelamatkan anaknya. Dan ayahnya, juga membantunya. Namun sayang, justru mereka kedua orang tua Nino ikut jatuh.


Kepala mereka membentur dinding sebelum akhirnya terguling dan jatuh ke tanah. Penumpang yang lain nya sangat terkejut dengan apa yang baru saja mereka alami.


Hingga, tak beberapa lama, disusul oleh penumpang yang lainnya. Karena sangking curam dan berbahaya nya wahana itu banyak orang tewas seketika disana. Sambil, langit langit terlihat runtuh. Seperti akan menimpa mereka.


Ibu Reno, dengan keadaaan yang masih sadar. Menahan rasa sakit, berusaha menggapai Nino. Dan ayahnya, dengan kondisi yang sangat parah, masih mencoba bangkit untuk bersama istri dan anaknya. Dan berusaha sekeras mungkin untuk menyelamatkan mereka. Walaupun, percuma saja.


Gua itu rubuh seketika. Dengan orang orang yang masih ada disana. Entah yang sudah mati atau masih hidup. Semua terkubur di dalam tanah.


Itu mungkin nampak seperti kecelakaan maut biasa. Tapi, itu semua salah. Ada seseorang dibalik semua yang terjadi. Seseorang dibalik layar. Seseorang yang begitu licik. Mengendalikan segalanya di balik orang lain.


Seseorang yang sangat kejam dan serakah.


Orang yang sama dengan orang yang membunuh orang tua Rian dan Aluna.


" Hei, aku, tak tahu bahwa kematianmu begitu mengenaskan. Aku minta maaf." Aluna meminta maaf. Merasa bersalah telah membuat anak itu mengingat masa lalunya.


" Tak apa." Jawab anak itu sambil menunjukkan senyum manisnya.


" Oh ya, namaku Nino."

__ADS_1


__ADS_2