
Rian dan Aluna mulai menyusun rencana.
Karena jarak pulau Ini dengan pelabuhan yang terdekat cukup jauh, dan mereka juga masih harus meneruskan perjalanan.
Alun mengambil sebagian makanan yang berada di lorong itu.
Sebenarnya, tak hanya ada minyak yang berserakan, tapi juga terdapat sebuah gudang makanan disana.
Aluna Dan Reno rencananya akan menunggu Rian di lorong itu. Dan menyiapkan ledakan.
Yang akan mereka ledakkan nanti ketika Rian telah kembali.
Sedangkan Rian, Ia akan memberi tahu rencana nya itu.
Aksi dimulai, Aluna dan Rian berpisah.
Rian sesegera mungkin sampai ke tempat tahanan itu berada.
Sedangkan Aluna, menyiapkan perahu yang akan ia tumpangi. Dan untuk para tahanan.
Disana, ada 3 buah perahu, yang satu setidaknya bisa muat 5 orang dan sisanya bisa menampung kurang dari 10.
Rian mencoba masuk ke dalam ruangan itu.
Ruangan dimana kemarin ia melihat banyak orang yang dipenjara.
Rian perlahan masuk ke dalam, mengendap endap. Banyak penjaga yang sedang berjaga disana. Sehingga, ia harus sangat berhati hati.
Akhirnya setelah penuh ketegangan, Rian berhasil masuk ke ruangan dimana para tahanan itu berada.
Tentunya, mereka bukan lah tahanan yang sesungguhnya. Melainkan, mereka dikurung dalam penjara layaknya seorang tahanan.
Mereka memang diperlakukan seperti bukan manusia. Dijadikan sebagai kelinci percobaan yang akhirnya tewas karena itu. Dan jasad nya dibuang begitu saja.
Bagai tak punya hati.
Untungnya, di dalam ruangan itu, sedang tak ada penjaga yang berjaga atau dokter yang akan menyuntikkan sesuatu pada mereka.
Rian datang, perlahan, mengendap endap.
Rian menghampiri salah seorang yng kemarin menolongnya.
Rian menjelaskan, bahwa ia dan temannya akan meledakkan pulau ini dan menghancurkan pulau haram ini.
Mendengar ucapan Rian, Ia senang.
Karena, ia memang sudah sejak lama menginginkan kebebasan.
Rian mengatakan,
"jika nanti kakimu mulai terasa panas, dan kau mendengar sebuah ledakan, Kau harus segera kabur dari sini."
" Tapi, bagaimana kita keluar dari penjara ini? Dan, bagaimana kita kabur dari pulau ini? " Tanya salah seorang yang mendengar percakapan mereka.
__ADS_1
" Tenang, saja di depan pulau, temanku sedang menyiapkan perahu untuk kalian."
"Lalu, kalau kami malah mati kelaparan bagaimana? Pulau ini cukup jatuh dari perkotaan." Sahut seseorang yang lain.
" Kalian tenanglah, kita harus mempercayai nya. Dia juga pasti sudah memikirkan segalanya. " Ujar seorang yang sedari tadi berbicara pada Rian. Lalu ia menunjukkan kunci penjara kepada yang lain.
" Apa ini? Kenapa kau menyembunyikan hal sebesar ini kepada kami?" Sahut seorang di balik penjara.
" Tenanglah,aku hanya menunggu waktu yang tepat untuk kita semua bisa kabur. Jadi sekarang, Diamlah. Atau klian akan mati disini. Kita seharusnya bekerja sama. Jadi, sudah lah kau pergi temui bantu temanmu saja sana. Aku akan mengurus yang disini. " ujarnya.
Rian menuruti, Orang itu terlihat lebih bijaksana daripada yang lain. Jadi, Tian percaya penuh padanya.
Tapi, saat Rian akan pergi. Seorang penjaga tiba tiba datang. Melihat hal itu, Rian panik dan langsung lari. Sayangnya, penjaga itu mengejar dan berhasil menangkap Rian.
Rian mencoba memberontak dengan memukul penjaga itu. Tentu hal itu mambuat penjaga malah marah dan mereka akhirnya baku hantam disana. Awalnya, Rian terdesak. Tapi, ia mengingat, banyak orang yang mengandalkan nya.
Untungnya, Rian langsung bisa membalikkan keadaan.
Aluna sedang menunggu Rian. Ia bersama Reno. Ia melihat, gadis itu sedang menatap ke arah Aluna dengan wajah tampak sedikit tersenyum.
Aluna membalas senyuman nya itu.
Dan, di belakang gadis itu, ada banyak orang yang menatap kearahnya dengan tatapan penuh rasa terimakasih.
Aluna hanya bisa membalas dengan senyuman. walaupun, ia juga tak mengerti apa maksud dari senyuman orang orang itu.
Walaupun Aluna tahu, mereka bukanlah manusia.
Rian berlari menembus kerumunan orang itu.
Dan seketika, mereka menghilang.
Aluna telah mengaitkan perahu mereka dengan perahu yang lain. Meskipun sedikit sulit, tapi akhirnya, mereka berhasil mencapai ujung lorong.
Dengan segera, Aluna menyulut api. Yang seketika langsung merembet masuk kedalam.
Semua minyak yang ada dalam tong tong itu, seketika itu juga meledak.
Di dalam ledakan itu, Rian melihat sosok gadis misterius yang selalu ia ikuti. Rian mencoba memanggilnya, tapi, gadis itu malah menatap Rian dengan senyum yang tulus seperti senyum yang menandakan perpisahan.
Seketika, Ujung terowongan itu meledak, Untungnya, Aluna dan Rian berhasil sedikit menjauh dari sana.
Sementara itu, disaat bersamaan.
Para tahanan mendengar suara ledakan yang cukup keras. Kaki mereka juga merasakan sedikit hawa panas.
Para penjaga masih bingung apa yang sedang terjadi. Itu membuat, rencana melarikan mereka akan lebih mudah.
Sang Ketua lalu membuka kunci penjara itu.
Mereka lalu keluar sambil berlari sembari memperhatikan sekitar.
Sayangnya, ada penjaga yang melihat aksi mereka dan ingin mencoba menghentikannya.
__ADS_1
Untung saja, berkat kecerdikan Ketua, mereka berhasil melarikan diri.
Tampak dari kejauhan, gunung yang ada di pulau itu nampak seperti mengeluarkan asap yang begitu tebal.
Semua orang dibuat bingung olehnya, bagaimana mungkin gunung mati itu, tiba tiba erupsi. Gunung itu memang gunung mati. Ia juga bukan gunung berapi. Jadi, pantas saja jika mereka merasa bingung.
Lain hal nya dengan para tahanan itu. Mereka tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Saat semua orang sibuk memperhatikan gunung itu, Para tahanan berhasil sampai di depan pulau.
Awalnya, mereka mengira Rian membohongi mereka. Karena ia belum ada disana.
Namun, tak lama kemudian, Rian datang bersama Aluna.
Para tahanan itu nampak gembira.
Mereka langsung menuju pantai dan berenang menuju Rian dan Aluna.
Tak lama kemudian, Gunung itu memancarkan api yang begitu besar. Api mulai keluar dari tanah. Seolah, dunia sedang kiamat.
Para penjaga dan ilmuwan yang ada disana seketika langsung kocar kacir menyelamatkan diri.
Namun sayang, api keburu menyambar kemana mana. Ditambah tanaman yang mereka tanam ketika terbakar akan menimbulkan racun. Dan juga mudah terbakar.
Semua orang yang masih ada disana tak ada yang selamat, mereka mati terpanggang dengan panas yang membakar tubuh mereka yang tak menyisakan apa pun.
Rian, Aluna dan Para tahanan berhasil lolos.
Mereka selamat.
Saat itu, mereka semua menyaksikan, banyak sekali orang diatas gunung itu, tersenyum seolah mereka sedang memberi ucapan terimakasih dan selamat tinggal bersamaan.
Semua orang bingung, tapi mereka juga tersenyum bahagia.
Orang orang itu, adalah para roh yang dulunya dibunuh untuk dijadikan sebagai kelinci percobaan juga. Dan itulah mengapa mereka senang.
Apa yang tak bisa mereka capai akhirnya bisa dicapai oleh orang lain.
Tak akan ada lagi yang menderita. Pulau itu telah hancur.
Gadis itu, gadis yang selalu Aluna dan Rian temui, juga bersama segerombolan orang orang itu.
Saat semua telah pergi, Gadis itu masih tetap saja menatap ke arah Rian dan tersenyum. Lalu ia menundukan kepala dan badannya sebagai tanda terimakasih.
Perahu mereka semakin jauh dari pulau.
Begitu juga gadis itu, ia pun menghilang.
Rian hanya bisa tersenyum getir menyaksikan hal itu.
Walaupun mereka tak mendapat titik terang siapa pelaku kejahatan semua ini. Tapi, ia yakin. Mereka akan segera menemukannya.
Kecewa tentu iya, tapi dapat menyelamatkan orang lain membuat mereka lega.
__ADS_1