
Waktu terus berjalan,Satu bulan telah berlalu.
Masa masa sulit telah Rian dan Aluna lalui.
Kini, petualangan mereka mengungkap kamatian kedua orang tuanya akan dimulai.
Pagi yang segar, Aluna terbangun dengan perasaan bebas. Rasa yabg tak pernah ia rasakan selama ini.
Hari itu, Hari Minggu, Hari pertama dalam bulan april.
Hari, petualangan nya akan segera dimulai.
Kringgg, kringggg,
Suara ponsel Aluna berdering.
Aluna yang baru saja bangun dan langsung mengangkat telepon itu.
" Heiii, Bangunnn!!! Sudah siang!!" Suara itu yang sangat teramat keras membuat gendang telinga Aluna terasa nyeri.
Yang rupanya, itu adalah Rian.
Rian masuk kerumah Aluna melalui Jendela yang tak ia kunci semalam.
" Iya, iya." Jawab Aluna.
Aluna segera bersiap siap.
Mereka pun berjalan meninggalkan rumah Aluna.
" Apa mau sepagi ini?" Tanya Aluna yang masih sedikit mengantuk.
" Tentu saja." Jawab Rian dengan penuh semangat.
" Memangnya, apa kau sudah tahu kita akan kemana?" Tanya nya.
Tiba tiba langkah kaki Rian terhenti.
Ia menatap Aluna dengan tatapan yang sangat tajam.
" Hehe, iya juga ya, sekarang, kita mau kemana dulu?" Sahut Rian Yang ternyata diiringi candaan.
"Terserah kau saja." Jawab Aluna.
" Kalau begitu, bagaimana kalau kita sarapan dulu. Aku belum makan. Apa kau tidak lapar juga?" Sahut Rian.
" Baiklah, aku juga lapar." Jawab Aluna.
Mereka alu pergi ke sebuah warteg yang menjajakan bubur ayam.
Disana, ternyata mereka malah bertemu dengan Rendi. Kebetulan Rendi sedang di suruh ibunya untuk membeli sarapan.
" Hei, Ren" Sahut Rian.
Sambil menoleh.
" Eh, ternyata Elo yan," Jawab Rendi.
" Ngapain lo disini?" Tanya Rendi.
__ADS_1
" Mau makan orang."
" Yaelah,"
" Ya mau makan lah."
" Sama siapa Lo?" Tanya Rendi.
" Itu, sama Aluna." Jawab Rian.
" Hai,"
" Namamu...?"
" Rendi."
" Oh ya, maaf aku lupa. Selama ini aki tak pernah bicara ada siapa pun." Jawab Aluna.
" Aluna, kau mau makan apa?" Tanya Rian.
" em, yang spesial saja." Jawab Aluna.
Rendi terus memperhatikan Aluna.
Ia tak mengerti bagaimana bisa Alun dan Rian bersama. Yang membuat, Hatinya serasa terluka. Namun, ia sendiri tak tahu mengapa.
" Eh, lo ngapain malah bengong" Sahut Rian.
Yang sontak saja membuat Rendi terkejut.
" Emm, gak ngapa ngapain." Jawab Rendi.
" Ayo, ikut makan sekalian aja." Ujar Rian.
" Tidak usah, aku, aku harus pulang mengantarkan ini dulu. Bye," Jawab nya dan langsung pergi.
" Mengapa, mengapa rasanya aneh. Seperti, ada yang mengganjal di hatiku.Mengapa, mengapa rasanya sakit ketika aku melihat mereka berduaan." Gumam Rendi.
" Ah, sudahlah. Ngapain aku mikirin yang gituan. mendingan juga, aku cepet cepet balik. Ntar, aku Dimarahin lagi sama si nenek sihir( Ibunya )." Gumam nya.
kembali ke Rian dan Aluna.
Mereka telah selesai makan. Dan langsung keluar dari warteg itu. Tak disangka, disana sudah berdiri Reno, kakak Rian.
Ia berada diseberang jalan dan menyender di sebuah pohon.
Aluna ingin memberi tahu Rian, tapi, ia tahu, Rian tak dapat melihat Kakaknya.
Dengan sigap, Aluna langsung menggenggam tangan Rian.
Rian terkejut,
" Ada apa?" Tanya nya.
" Lihatlah, disana," Aluna menunjuk ke pohon di seberang jalan.
" Kakak....," Rian berteriak dan langsung menghampiri kakak nya.
Yang tanpa ia sadari, Dia malah melepas genggaman tangan Aluna yang menyebabkannya tak dapat melihat kakaknya.
__ADS_1
" Tunggu, " Aluna menyusul Rian.
Ia memegang tangan.
" Jangan kau lepaskan tangan ini. Atau kau tk akan melihat kakakmu lagi." Ujar Aluna.
" Maaf, baiklah. Mulai sekarang aku tak akan melepaskan genggaman tangan ini." Jawab Rian.
" Kakak, sekarang kita harus mulai darimana?" Tanya Rian.
Menghela nafas
" Menurut penyelidikan ku, orang yang bersangkutan, memiliki skandal di sebuah pulau yang letak nya cukup jauh dari sini." Jawab Reno.
" Dan, dia juga sepertinya menjadikan tempat itu sebagai persembunyiannya." Sambungnya.
" Baiklah. sekarang, kita berarti harus menuju ke pulau tersebut." Sahut Rian.
" Caranya?" Tanya Aluna.
" Cara?"
" Apa kau ingin berenang menuju ke pulau itu?" Jawab Aluna.
" Iya juga ya,"
" Lalu, kita harus bagaimana?" Tanya Rian.
" Kita harus kesana dengan hati hati dan menyelinap. Karena, jika kita tertangkap itu sangat lah berbahaya." Ujar Reno.
" Tapi tunggu, bukankah, hanya kami yng dapat tertangkap. Kau ini kan hantu. Bagaimana ceritanya kau bisa tertangkap." Jawab Aluna.
"Eh, iya juga ya." Sahut Rian.
" Sudahlah, jangan ributkan masalah itu. Yang penting kita bisa sampai ke pulau itu." Ujar Reno.
" Iya. Tapi, bagaimana caranya?" Sahut Aluna.
" Ada sebuah kapal khusus yang selalu mengirim barang kesana. Kita bisa menyelinap ke kapal itu." Jawab Reno.
" Yang terpenting, sekarang kita harus ke pelabuhan terlebih dahulu." Sambungnya.
Mereka kemudian Berangkat menuju Pelabuhan dengan membawa barang seadanya.
Dengan penuh hati hati,mereka menyelinap diantara sibuk nya suasana pelabuhan.
Mereka dengan arahan Reno terus mencari dimana keberadaan kapal yang dapat mengangkut mereka menuju pulau yang disebutkan oleh Reno (kakak Rian).
Setelah cukup mencari dan mencari, akhirnya, mereka berhasil menemukan kapal itu. Kapal yang terlihat biasa dari luar.
Namun, setelah diselidiki semua nampak sangat berbeda.
Mereka untungnya berhasil masuk ke dalam kapal tersebut dan bersembunyi ke ruangan yang nampak seperti gudang.
Tak ada yang aneh, tak ada juga yang mencurigakan.
Kapal itu kemudian berangkat menuju ke pulau yang disebut kan oleh Reno.
Semuanya nampak normal normal saja.
__ADS_1
Tetapi, setelah sampai disana,....