Terbitnya Matahari

Terbitnya Matahari
eps. 14 ( Pulau misteri )


__ADS_3

Yang terjadi sebelumnya,


" Reno, kau masuklah." Ujar Aluna menyuruh Reno.


" Hish, baiklah. Kau jaga disini. Jika ada sesuatu terjadi, berhati hatilah." Jawab Reno.


Reno masuk kedalam, sedangkan Aluna menunggu di luar.


Reno masuk, ia terkejut karena melihat seorang gadis yang sangat cantik.


Sedangkan Aluna, tak lama kemudian, ia mendengar bahwa ada suara suara para penjaga yang sedang berkeliling.


Karena ketakutan, Aluna langsung masuk ke bangunan tua itu. Saat masuk, ia melihat Reno bersama seorang gadis.


Mereka saling bertatapan.


Aluna bingung,


"mengapa ada orang lain yang bisa melihat Reno?"


"Bukan kah Reno itu hantu. Yang pasti, jika dia tidak sepertiku, maka, dia juga adalah, hantu." Gumam Aluna pelan.


Gadis itu lalu pergi meninggalkan Reno.


Saat Reno ingin mengejar, Aluna memanggil nya dan bertanya,


" Apakah dia juga roh sama sepertimu?"


Reno terkejut mendengar pertanyaan Aluna.


" Roh? apa maksudmu?" Tanya balik Reno.


" Iya, mengapa dia bisa melihatmu. Dan, aku merasakan bahwa dia tak memiliki tanda tanda kehidupan." Jawab Aluna.


Aluna dan Reno masih terheran heran.


Sementara gadis itu, menuju ke tempat Rian berada.


Ia berdiri di samping pintu sambil terus menatap Rian yang tengah membaca catatan yang ia tinggalkan dulu.


Saat itu, Reno dan Aluna kemudian Kemudian memutuskan untuk melacak jejak gadis itu tadi.


Aluna dapat melihatnya. Tapi, anehnya, Reno yang sama sama Arwah malah tak dapat melihatnya.


Ia melihat, gadis itu tengah berdiri di depan pintu seperti sedang menatap sesuatu.


Namun tak lama, gadis itu pun menghilang.


Aluna masuk ke ruangan yang sedari tadi di perhatikan oleh gadis itu.


Disana, tentu saja ia melihat Rian.


Dan Aluna menegurnya,


" Apa yang sedang kau lakukan disini?" Sahut Aluna yang membuat Rian terkejut.


" Aku, tidak berbuat apa apa." Jawab Rian.


" Hei, apa kau tahu, kau membuat ku kesal." Ujar Reno.


Rian bisa mendengarnya, tapi, tak dapat melihatnya.

__ADS_1


Rian meminta maaf sambil menatap di sebelah Aluna.


" Hei, apa yang sedang kau perhatikan?" Tanya nya dengan nada sedikit kesal.


Aluna menunjuk ke arah Reno. Yang sebenarnya berada di sebelah Rian.


Aluna menghembuskan nafas dengab berat kemudian memegang tangan Rian.


" Eh, kakak, maaf maaf. Tadi aku ada urusan."


Sahut Rian.


" mengejar seorang gadis," Tanya Aluna dengan nada sedikit bercanda.


" eh, bagaimana kau tahu?" Tanya Rian keheranan.


" Dia bukan lah gadis biasa."


" Apa maksudmu? Dia adalah Roh sama seperti kakakmu." Jawab Aluna dengan ekspresi yang dingin.


Ekspresi nya tiba tiba berubah menjadi dingin ketika ia memasuki ruangan itu.


Bukan tanpa sebab, tapi, karena ia melihat disitu ada banyak sekali orang.


Orang, yang tak dapat dilihat oleh Siapapun kecuali dirinya sendiri. Bahkan, Reno tak dapat melihat apapun.


Disitu, Aluna merasa sangat aneh, apa yang sebenarnya terjadi.


Aluna menengok ke belakang Rian yang ternyata disana ada sebuah catatan yang baru saja dibaca Rian.


Aluna membaca nya.


Ia melihat gadis itu, ia berada di depan pintu seperti sedang menatapnya.


Lalu, gadis itu tersenyum dan pergi lagi.


Rian lalu mengejar Gadis itu.


" Huh, lagi lagi." Gumam Aluna mengeluh.


Aluna mencoba mengejar Ria. Tapi Reno menghentikannya.


" Tunggu, kita beri jarak dulu antara mereka." Sahut Reno.


Aluna menghentikan langkahnya lalu mengambil catatan yang baru saja ia baca.


Rian terus mengikuti gadis itu, Perlahan, ia mulai melewati para penjaga yang sangat sibuk hari itu.


Dan dengan santainya, gadis itu malah berlari kecil sambil menembus para penjaga.


Rian seolah dibawa oleh gadis itu, ke sebuah tempat. Tempat yang sangat mengerikan.


Tempat itu, disana, ia mendengar banyak sekali teriakan orang minta tolong dan orang yang kesakitan.


Ia mencoba menggali lebih dalam apa yang sebenarnya sedang terjadi disana. Rian terkejut bukan main karena apa yang dia lihat nampak sangat tidak manusiawi.


Diruangan itu, ada sebuah penjara. Dan tepat di hadapan jeruji besi itu, terdapat sebuah kursi yang biasanya dipakai oleh dokter untuk memeriksa pasiennya.


Tapi yang jelas, itu bukanlah klinik. Namun, itu adalah ruang siksaan. Mereka menjadi kelinci percobaan untuk entah apa yang sedang mereka buat.


Ia bersembunyi di balik kotak yang cukup besar yang ia kira aman dan tak ada penjaga yang melihatnya.

__ADS_1


Kemudian Rian menoleh ke arah gadis itu.


Gadis itu tersenyum seperti sedang memberikan kode pada Rian.


Rian lalu terpikir untuk mengabadikan momen itu. Bukan untuk disebarkan kemedia sosial bahwa ia telah menemukan markas penjahat dan menjadi viral karena itu.


Melainkan, ia hanya ingin mendapat bukti atas kejahatan apa yang terjadi di sana.


Ia mengambil ponselnya dan merekam nya sejelas dan sedekat mungkin.


Untuk memperkuat bukti, saat semua orang yang ada disana telah pergi, Rian kemudian mengambil sebuah alat suntik secara diam diam.


Namun, yang terjadi malah Rian menjatuhkan sebuah obat. Dan membuat penjaga yang menjaga disana merasa curiga.


Untungnya, para tahanan itu respeck membantu Rian.


Salah satu diantara mereka mengaku bahwa kancing bajunya lepas dan ia melemparkannya ke arah obat itu berada karena sangking kesalnya.


Ia dimarahi habis habis an oleh Penjaga itu.


Tapi, ia tak memperdulikan nya. Ia malah memandang ke arah Rian yang bersembunyi di balik pintu saat penjaga itu tadi masuk.


Jantung Rian yang berdebar sangat kencang mulai tenang melihat salah seorang tahanan yang ada disana membantunya.


Dengan sigap, Rian pun melarikan diri dengan sunyi dari tempat itu.


Ia telah berhasil mendapatkan bukti.


Walau, ia tak mendapat informasi apa pun tentang apa yang sebenarnya terjadi di pulau itu kecuali catatan yang ditinggalkan oleh Gadis yang sedari tadi ia ikuti.


Lalu, gadis menampakkan dirinya dan mulai berlari kecil lagi yang seolah, itu menjadi tarikan bagi Rian.


Sementara itu,


Aluna dan Reno kemudian memutuskan untuk berkeliling di sekitar bangunan itu.


Saat mereka mulai berjalan, mereka melihat banyak sekali mayat yang bahkan sudah menjadi tulang belulang disana.


Aluna semakin tambah bingung, apa yang sebenarnya terjadi di pulau itu.


Dan apa sebenarnya hubungan nya dengan kematian kedua orang tuanya.


Akan tetapi,


...


...


...


...


itu semua akan terbongkar dengan seiring waktu.


...


...


...


Jangan lupa di like komen rate dan bila mampu beri tip. ok?

__ADS_1


__ADS_2