Terbitnya Matahari

Terbitnya Matahari
eps.11 ( Inti )


__ADS_3

"Aku mati karena, Aku sakit demam." Jawab Danu.


" Demam?" Tanya Reno.


" Ya, aku mati karena demam 2 setengah tahun yang lalu. Aku tahu, agak aneh dengan umurku. Tapi, sebenarnya, kematian ku bukan karena itu." Sambung Danu.


 


" Lalu, karena apa? " Tanya Reno.


 


" sejak awal aku dilahirkan, aku sungguh tak di inginkan.orang tuaku, selalu memukuliku setiap kali mereka pulang kerja. Aku punya seorang kakak, namun, betapa beruntungnya ia karena selalu dimanja oleh ayah dan ibuku."


Tuturnya.


 


" Lalu, kenapa kau tidak? Mengapa kelahiran mu tak diinginkan?" Tanya Reno.


 


Menarik nafas yang panjang.


" Sederhana, Hanya karena mereka miskin"


" Apa yang kau maksud?"


" Mereka, dari awal sudah berencana hanya ingin memiliki satu anak saja. Tapi, tanpa diduga aku lahir ke dunia ini. Aku bahkan sempat membenci diriku sendiri. Ayahku, bahkan menuduh ibuku berbuat dengan pria lain. Tapi, tentu saja tidak!! Ibuku sangat mencintai ayahku. Aku selalu berangan, Andaikan aku jadi ayah, aku pasti bahagia dan aku akan menyayangi anak kedua ku itu. Atau, mungkin jadi kakak. Aku pasti sudah bahagia dengan semua kenikmatan itu." Ujar Danu.

__ADS_1


" Tapi, betapa malangnya nasibku. Malam itu, 2 setengah tahun yang lalu. Ibuku, ayah bunuh dengan sadis nya didepan mata ku. "


" Aku takut, tapi aku tak bisa berbuat apa apa. Aku sadar posisi ku. Pasti, target berikutnya adalah aku.Dan benar saja. Malam berikutnya, aku dibunuh dengan brutal oleh ayahku sendiri. Sangat kejam. Namun sayangnya, ayah ku dibebaskan karena dianggap tidak bersalah."


" Jasad ibu tak ditemukan ayah mengaku pada polisi bahwa istrinya kabur dengan pacar barunya. Dan,betapa bodohnya polisi itu. Mereka percaya begitu saja. Tanpa penyelidikan dan kematian ku ayah mengakui nya karena ibu ku lah yang membunuhku."


" Aku melihat itu semua. Sebelum akhirnya, aku ke tempat ini. Tempat untuk menunggu. Menunggu masalah yang belum usai. Dan, 2 tahun yang lalu, aku melihat seorang gadis kecil. Ia, bernama Aluna. Aku melihat keistimewaan darinya. "


" Aku memutuskan untuk menemuinya. Tapi, sayang. Takdir berkata lain. Belum juga ku utarakan keinginan ku tapi, dia sudah harus pergi." Jelas nya panjang lebar.


" Kau itu, sama dengan ku ya rupanya. "


" Sama? sama bagaimana?"


" Aku juga mendekati Aluna untuk hal itu." Jawab Reno.


" Hei, aku yang akan membantumu. Kau tenang saja. Tak lama, ayahmu akan datang sendiri kehadapanmu disini." sambung Reno.


kembali ke 10 tahun berikutnya,


 


" Lalu? apa hubungan nya dengan Aluna?" Tanya Rian.


 


" Jadi, setelah ku selidiki ternyata, Ayah Danu memiliki kaitan erat dengan kasus kita ini."


" Kasus kita?" Sahut Aluna.

__ADS_1


" Tentu saja. Semua kasus ini berhubungan."


" Lalu, siapa sebenarnya ayah Danu?" Tanya Rian.


" Entahlah, aku pun tak tahu.keberadaan nya sangat misterius." Jawab Reno.


" Dan, pelaku sebenarnya masih berkeliaran. Mungkin, ia sedang mencari sasaran atau korban berikutnya." Sambungnya.


" Jadi, bagaimana? apa Kau mau membantuku, Aluna?" Tanya Reno setelah terdiam beberapa saat.


" Tentu saja! Aku ingin semua orang terdekat ku tenang disana dan tak perlu lagi menunggu." Jawab Aluna spontan.


" Tapi, apa yang biasa kita lakukan?"


" Kita ini juga harus sekolah." Sahut Rian.


" Sebentar lagi, bukankah musim liburan? Kalian juga akan lulus."Jawab Reno.


" Ya, sebelum kelulusan kita punya banyak waktu untuk berlibur. Tapi, ya, itu setelah ujian sih," Ujar Rian


" Tapi, itu membutuh kan waktu yang cukup lama." Jawab Aluna.


" Iya, perlu setidaknya satu bulan." Sambung Rian.


" Tak apa aku akan menunggu." Jawab Reno.


Ya, sama seperti Reno menunggu Aluna untuk cukup dewasa. Kini ia harus menunggu lagi sampai Rian dan Aluna menyelesaikan pendidikannya.


Mungkin, akan terasa lebih cepat dibandingkan 10 tahun lamanya. Tapi, itulah yang ia jalani.

__ADS_1


1 Bulan, dan ia harus menunggu.


__ADS_2