
Setelah sampai dipulau tersebut, Aluna dan Rian mencium bau bau yang aneh.
Memang terlihat,pulau itu biasa saja.
Namun, bau yang menyrngat begitu luar biasa
Mereka turun dari kapal dengan hati hati tanpa diketahui oleh orang lain.
Rian dan Aluna kemudian mengikuti para pengangkut barang tadi.
Tapi, Rian malah seolah tertarik pada sesuatu yang lain. Pelan pelan, Rian menjauh dari Aluna. Pergi ke suatu tempat.
Aluna melihat kejadian itu dan langsung menyusul Rian.
Aluna terus mengejar Rian, Tapi Rian sama sekali tak mendengarkan Aluna.
Sampai, Langkah Rian berhenti begitu saja disebuah tempat. Rupanya, itu adalah sebuah bangunan bekas.
Entah mengapa, Aluna merasa aneh dengan tempat itu. Ia hanya berpikir, bagaiman mungkin ada tempat seperti ini disini.
Rian melihat sesosok gadis dengan rambut panjang yang terurai. Cantik. Pikirnya pertama kali.
Gadis itu berlari yang membuat rambunya sedikit terhempas bersama angin. Yang seolah olah sedang mengundang Rian untuk mengejarnya.
Tanpa pikir panjang, Rian mengejar gadis itu.
Awalnya, Aluna tak menyadari bahwa Rian meninggalkannya.
Tapi, tiba tiba ada sebuah suara yang berasal dari dalam. Yang membuat Aluna sadar, bahwa Rian sudah tak ada disampingnya.
" Reno, Apa kau melihat Rian?"Tanya Aluna.
" Bukannya tadi dia ada," Jawab Rian terhenti sambil menunjuk ke sebelah Aluna.
" Eh, kemana dia?" Sambung nya.
"Coba kau masuk," Ujar Aluna.
" Kenapa aku?"
" Karena kau hantu. Tak akan ada yang menyadari keberadaanmu." Jawab Aluna.
" Mentang mentang aku hantu, main suruh suruh aku seenaknya. Lagi pula, aku ini roh tahu. Bukan Hantu." Sahut Reno.
__ADS_1
Ternyata, memang seperti itulah sifat Reno yang sebenarnya. Reno juga telah menganggap Aluna seperti adiknya sendiri.
Aluna juga pada akhirnya tahu, orang yang selama ini ia kenal dengan sifat dingin nya.
Ternyata, bukanlah orang yang seperti itu.
Walaulun telah mati, tetapi Reno tetap Reno. Dan tak akan ada yang berubah.
Kembali ke Aluna,
" Masuklah, periksa apa yang sebenarnya sedang Rian lakukan disana." Sahut Aluna.
" Baiklah," Jawab Reno dengan susah hati.
Reno masuk ke dalam bangunan bekas itu, Sementara Aluna menunggu diluar.
Sementara itu,
Rian yang sedari tadi terus mengikuti gadis tersebut, kini terhenti di sebuah ruangan terakhir yang gadis itu masuki.
Tapi, tak ada seorangpun disana.
Rian merasa heran.
" Lalu, kemana ia sekarang?" Tanya nya pada dirinya sendiri.
Lalu, ia melihat sebuah buku aneh yang terletak di meja belajar yang ada disana.
Penuh debu, Tapi Rian yang penasaran tetap membuka buku tersebut.
Yang ternyata, buku itu adalah sebuah album foto dan diary hadis tersebut.
Ia kemudian melihat, ada sebuah foto yang terpampang begitu jelas di buku tersebut.
Foto itu berisi gadis yang ia temui dan orang lain yang nampak nya adalah keluarga dari gadis itu.
Dan, disana terdapat sebuah catatan yang berisi.
**Hari ini, adalah hari ulang tahunku yang ketujuh belas. Umur yang menjadi tanda tanda awal dewasa dan momen berharga bagi sebagian orang.
Tapi, tidak dengan ku. Sejak aku dilahirkan, Takdirku harus terhenti di umur 17 tahun ini.
Ya, Umurku telah ditentukan,sejak aku berusia 7 tahun, aku telah diberi tahu dan ditakdirkan untuk mati di usia ini.
__ADS_1
Bukan tanpa sebab, Aku harus hidup di pulau yang terkutuk ini.
Aku sangat ingin kabur dari pulau ini. Tapi, Sungguh, hanya kematian lah yang mampu membawa ku pergi dari pulau terkutuk ini.
Seingatku, pulau ini dulunya sangat indah.
Sayangnya, sejak orang itu datang, semuanya pun berubah.
Semua penduduk harus mati. Dan, mereka mati karena keserakahan orang itu.
Orang menjadikan Pulau nan indah ini jadi sumber dosa yang besar**.
Rian membalik halamannya,
Ia melihat sebuah foto yang menunjukkan sebuah perbedaan. Foto itu menunjukan tempat yang sama akan tetapi, tahun pengambilan gambarnya yang berbeda.
Jarak antara kedua foto tersebut yang tertulis adalah 6 tahun.
Foto pertama memperlihatkan sebuah pulau nan indah bak surganya dunia.
Sedangkan, foto kedua menunjukkan 6 tahun setelahnya. Pulau itu, kini tak lagi sama seperti yang ada pada gambar pertama.
Gambar yang kedua terlihat sangat mengerikan dan suasana yang nampak mencekam.
Tertulis lagi dihalaman itu,
**Tempat ini penuh dengan tanaman haram.
Tanah yang dulunya indah, kini berubah menjadi seperti tempat sampah.
Dan ya, semua orang disini mati karena tanaman haram tersebut. Yang katanya "Penelitian" Tapi memakan korban.
Semua dipaksa untuk menjadi yang katanya
"Objek penelitian" Tapi, aku tahu semua itu hanyalah kebohongan.
Semua orang mati karena tanaman haram itu. Termasuk aku**.
Tak sempat membaca kata berikutnya, Aluna datang dan mengejutkan Rian.
" Rian, kenapa kau masuk sendirian?" Tanya Aluna sepontan.
Yang terjadi sebelumnya,
__ADS_1