Terbitnya Matahari

Terbitnya Matahari
eps. 4 ( Selamat jalan kawan.)


__ADS_3

" Tapi jika kau pergi maka aku akan kesepian." Ujar anak itu.


" Tenang saja aku pasti akan sering datang untuk menemuimu." Jawab Aluna.


" Tidak, bukan hanya begitu.Tapi, Jika kau pergi maka aku aku menghilang."


" Menghilang?"


" apa yg kau maksud?" tanya Aluna.


" Kemi para roh memiliki dunia nya masing masing. tapi sebelum ke dunia itu kami akan berada di duni manusia untuk menyelesaikan apa yg dulu kami tidak bisa selesaikan."


" Itu juga sama dengan tujuan. Jika kau pergi maka aku sudah tidak memiliki tujuan di dunia ini. Dan aku harus kembali ke dunia roh.


Disana tempat org yg sudah meninggal. Dan org yg sudah kesana tidak dapat kembali ke dunia manusia." Ujar Anak itu.


" Maaf kan aku tapi aku harus tetap pergi ini keputusan ku."jawab Aluna.


Tiba tiba Airlangga datang menghampiri Aluna.


" Aluna apa yg sedang kau lakukan disini." tanya Airlangga.


" Aku eee, tidak apa apa!" jawab Aluna.


Airlangga menarik tangan Aluna pergi dari tempat itu.


" ini saat nya mengucapkan selamat tinggal pada dunia." ujar anak itu dlm hati.


Lusa.


" Anak anak hari ini akan ada satu orang anak yg diadopsi. Ia akan diadopsi oleh seorang keluarga. " ujar ketua pengurus panti.


" Jadi kalian bersiap siap ya." sambungnya.


" Wah, bagaimana ini." ujar salah seorang anak panti pada temannya.


" Aku sih senang kalau mau diadopsi tapi aku tidak rela untuk berpisah dengan kalian." Jawab Airlangga.


" Aku juga kak, aku tidak bisa hidup tanpa kakak." ujar Sisfia.


" Kalau kamu bagaimana Aluna? " Tanya Airlangga.


" Aku malah berharap aku yg diadopsi oleh keluarga itu." jawab Aluna.

__ADS_1


" apa kau tidak sayang pada kami Aluna?" tanya Sisfia.


" Tentu saja aku sangat menyayangi kalian. Tapi aku memiliki keluarga yg utuh seperti dulu lagi." Jawab Aluna.


" Maaf teman teman, aku harus berbohong pada kalian. Aku tidak ingin merepotkan kak Suci dan panti ini. Jika aku pergi maka beban panti asuhan ini akan berkurang."ujar Aluna dalam hati kecilnya.


Dan benar saja,Aluna yg terpilih untuk diadopsi oleh seorg keluarga.


" taman teman aku harus pergi, maaf dan terimakasih. Kak Suci, aku pamit dulu aku harus pergi." ujar Aluna.


" Jaga dirimu baik baik Aluna. Kakak akan sangat merindukan mu. jadi, sering seringlah berkunjung ke panti." Jawab kak Suci.


" Airlangga, maksudku kak Airlangga."


" kau panggil aku Airlangga saja "


" Baiklah "


" Airlangga aku pamit. kau jaga diri baik baik ya."


Aluna pergi meninggalkan panti asuhan bersama kedua orang tua barunya.


sesampainya mereka dirumah barunya.


" Aluna sekarang ini rumah adalah rumah baru kamu."


ujar ibu barunya Aluna. ( Tina )


" Iya baiklah." jawab Aluna.


mereka langsung menuju ke kamar Aluna.


" Aluna, sekarang ini kamarmu, semoga kamu suka" ujar ayah baru Aluna. ( Hermawan )


" iya, aku pasti akan terbiasa dengan semua ini." jawab Aluna.


Aluna menjalani kehidupan sehari harinya seperti biasa. sampai beberapa hari kemudian setelah Aluna hidup dgn keluarga barunya, ia mendapat kabar bahwa panti asuhan tempat Aluna tinggal sebelumnya mengalami kebakaran.


Aluna yg syok pun terus mengurung diri di kamar.


" Aluna..., Aluna....," suara yg berasal dari pojok kamar nya.


Aluna melihat ke arah suara itu.

__ADS_1


Ia melihat sosok paman yg dulu pernah ia lihat.


 


" kenapa kau datang kemari lagi? " tanya Aluna.


" apa kau belum puas mengganggu ku?" sambungnya.


" Kau akan merasakan kepedihan " jawab paman itu.


" apa maksudmu ?" tanya Aluna.


 


Saat Aluna bertanya demikian paman paman itu sudah pergi hilang begitu saja.


" Kemana dia "


" Apa maksudnya aku akan mengalami kepedihan." ujar Aluna dlm hati.


" Aluna..." teriak ibu memanggil.


" Aluna apa kau masih merasa sedih setelah kejadian yg terjadi pada teman teman mu?


tanya ibunya.


" Tidak ibu!" jawab Aluna


" kalau begitu, ayo kita makan." ujar ibu.


Aluna dan ibunya menuju ke ruang makan.


Disan sudah ada ayah yg menunggu.


 


" Aluna, ayo makan" ujar ayah.


 


" iya ayah" jawab Aluna.


sambil makan Aluna terus terpikir tentang kata kat orang itu.

__ADS_1


Hari hari terus berlalu sampai tak terasa telah 5 thn berlalu.


Namun semua nya baik baik saja, sampai suatu ketika..


__ADS_2