
*sesampainya di panti asuhan*.
" Ayo Aluna kita masuk. Kak suci akan memperkenalkan mu kepada anak yg lain."
kata kak suci.
" Iya " jawab Aluna.
"Anak anak semuanya mari berkumpul, sekarang ada anak baru namanya Aluna."
ucap salah satu pengurus panti.
" Aluna, ayo kamu perkenalkan dirimu kepada teman teman barumu." kata kak suci pada Aluna.
" iya "
" Hai semua,namaku Aluna. aku berumur 6 tahun. salam kenal yg semuanya." ucap Aluna.
" Hai salam kenal ya namaku Airlangga. "
ucap salah seorang anak di panti itu, sambil mengajak Aluna bersalaman.
" Namaku Aluna, salam kenal ya " Jawab Aluna.
" Baiklah anak anak, Ayo sekarang lanjutkan bermain nya. jangan lupa ajak teman baru kalian." Ucap kak suci
*semua anak di panti itu melanjutkan permainan nya*.
" Aluna ayo kita bermain " kata Airlangga.
" tapi kak "
"Ayo tunggu apa lagi." Airlangga menarik Tangan Aluna.
" Hai Aluna namaku Sisfia. mari kita berteman. "
" emm, baiklah "
" Ayo kita bermain bersama." ucap Airlangga mengajak Aluna dan Sisfia.
Aluna sisfia Airlangga dan yg lain pun bermain bersama.
tiba tiba ada suara yg memanggil Aluna.
" Aluna, Aluna kemari lah. " panggil nya.
Aluna yg mendengar ada orang yg memanggil nya, ia pun langsung menuju sumber suara tersebut.
Di asal suara.
Aluna terkejut ketika mengetahui bahwa yang memanggilnya itu adalah seorang paman yg ia temui di jln sepi
" Paman apa yg paman lakukan disini? "
tanya Aluna
" Apa paman mengikutiku? "sambung nya.
"Paman mencarimu, paman bukankah bilang bahwa paman ingin meminta bantuan mu? " ucap paman itu.
" oh iya. Apa yg paman inginkan? " tanya Aluna.
__ADS_1
tiba tiba Airlangga dan teman teman nya datang untuk mencari Aluna.
"Aluna apa yg kau lakukan disini?" tanya Airlangga.
" Tadi aku mendengar suara orang yg memanggil ku ternyata dia adalah paman yg menolongku." jawab Aluna.
" Paman? siapa paman itu ? dimana dia? aku ingin bertemu dengannya. " ucap Airlangga.
" Aku tidak tahu namanya aku hanya memanggilnya paman. ini dia ada disini. Dia berdiri di sebelahmu." jawab Aluna sambil menunjuk ke arah samping Airlangga.
" Mana? tidak ada siapa siapa. " jawabnya
" masak kau todak melihat nya, itu disebelahmu. teman teman apa kalian melihatnya? " sahut Aluna.
" Aluna jangan bercanda, kami tidak melihat siapa siapa. iyakan teman teman" jawab sisfia
"Aku tidak bercanda. Lihatlah " ucap Aluna.
" Yasudah yasudah.ayo kita kembali saja ini sudah sore." kata Airlangga.
" baik kak Airlangga.! " jawab sisfia.
"Sisfia kenapa kamu panggil Airlangga dgn sebutan kakak? " tanya Aluna.
" dia itu kan lebih tua dari kita. dia itu berumur 9 tahun lo " jawab sisfia.
" Jadi begitu. " ucap Aluna.
" Aluna ayo ikut kakak, akan kutunjukan kamar mu." panggil kak suci.
" iya kak." jawab Aluna.
Sesampainya dikamar Aluna.
" Ini kamar baru mu Aluna." ucap kak suci.
" Aluna ini sudah malam segera tidur ya"
" Baik. "
Setelah itu kak suci pun meninggalkan Aluna sendirian di kamar nya.
" Hei Aluna aku ingin meminta bantuan mu."
Suara yg berasal dari sisi tempat tidur Aluna.
" eh Aku kira siapa ternyata kamu paman"
Jawab Aluna
" Ada apa paman sampai mencari ku? " tanya Aluna.
*Tiba tiba Sisfia masuk ke kamar*.
" Aluna apa yg sedang kamu lakukan Aluna? kenapa kamu berbicara sendiri?" tanya sisfia.
" Aku tidak berbicara sendiri aku sedang berbicara kepada seorang paman yg ada disana." Jawab Aluna
" Lagi lagi kamu berkhayal ya Aluna"
" Tidak ada siapapun disini kecuali kau dan aku sekarang." Ujar Sisfia.
" Ah sudahlah Aluna aku mau tidur dulu ya." sambung Sisfia sambil menuju ke tempat tidur.
" Baiklah. Terserah kau saja kalau tak percaya." Ujar Aluna.
" Hei Aluna "
__ADS_1
" Ada apa paman?"
" Paman ingin berbicara serius padamu."
" Katakan saja apa yg ingin paman katakan"
" Paman itu tidak dapat dilihat oleh siapapun kecuali yang terpilih. Jadi yg bisa melihat paman itu hanyalah kamu." ujar paman itu.
" Jadi begitu paman. Pantas saja orang lain tidak ada yg bisa melihat paman."
" tapi sebenarnya, paman itu apa? kenapa paman tidak bisa dilihat oleh orang lain?" Tanya Aluna.
" Jadi, paman itu adalah roh yg sedang ingin menyelesaikan tugas nya didunia ini yg belum selesai. Tapi karena Paman tidak bisa menyelesaikan nya Sendirian maka paman ingin meminta bantuan mu." ujar paman itu.
" Bantuan apa paman? " tanya Aluna.
"hmm, Paman belum bisa mengandalkanmu sekarang mungkin suatu hari nanti."
" Sekarang Aluna tidur ya sudah malam." sambungnya.
" Baiklah paman." jawab Aluna sambil menarik selimut dan mulai menutup mata tidur.
*Setelah malam itu beberapa bulan terasa sedikit aneh bagi Aluna*. Pasalnya setelah itu ia dapat melihat keberadaan makhluk yg tak kasat mata. Ia juga mulai mengenal jenis jenis hantu dan berteman dengan mereka.
*Namun setelah hari itu juga Aluna tidak pernah bertemu dengan orang itu lagi.
Dan saat itu juga Aluna sering dianggap aneh oleh orang orang*. Karena ia sering terlihat seperti berbicara sendiri. Padahal kenyataan nya hanya mereka yg tak dapat melihat apa yg Aluna lihat.
Memang semua orang menganggap Aluna aneh dan mereka juga mulai menjauhi Aluna. Kecuali Airlangga, ia selalu menemani Aluna saat yg lainnya menjauhi Aluna.
*Beberapa bulan setelah org itu menghilang*.
Aluna yg sedang bermain bersama teman tak kasat mata nya, ia tak sengaja mendengar pembicaraan kak Suci dengan salah seorg pengurus panti.
" Sekarang bagaimana ini Suci? "
" Kita sudah tidak punya cukup uang lagi sekarang." Bentak ketua pengurus panti pada kak Suci.
" Gajimu sebagai suster itu jiga tidak akan cukup."
" Tapi bukankah masih ada sedikit dari harta peninggalan org tua Suci dan tunjangan dari rumah sakit? " ujar kak suci.
" Uang segitu mana cukup? "
" Kau tahu kan, kebutuhan kita ini sangat banyak! " jawab ketua pengurus panti.
" Aku tahu tapi masak uang segitu bisa habis dalam waktu beberapa bulan." ujar kak Suci yg terus membantah ketua pengurus panti.
Aluna yg sedang berada disana dan mendengar percakapan mereka pun memutihkan air mata.
"Apakah aku ini hanya menjadi beban bagi mereka?" kata Aluna dalam hati.
" Sudahlah Suci kau tak akan mengerti!"
" Lusa aku akan mengadakan pengadopsian siapa saja yg ingin mengangkat anak bisa kemari." Ucap ketua pada Kak suci.
mengusap air matanya.
" Benar untuk mengurangi beban kak Suci dengan cara aku harus mencari orang yg mau mengadopsiku. Aku harus tampil yg paling cantik besok lusa." ujar Aluna dalam hati.
" Tapi itu akan memisahkan mereka. Mereka ini kan sudah seperti keluarga. Bagaimana jika mereka terpisah? " Ujar kak Suci.
" Aku juga berat Suci, tapi mau bagaimana lagi. Kita sudah hampir ke habisan uang sekarang. Dan hanya ini cara satu satu nya."
Jawab ketua pengurus panti asuhan.
" Baiklah " ucap kak Suci mengalah dengan berat hati.
*Setelah mendengar percakapan itu, Aluna langsung pergi dari tempat itu*.
" Hei Aluna! Apa kau yakin benar benar ingin pergi? " Tanya hantu anak kecil itu pada Aluna
" Tentu saja! Aku ingin mengurangi beban kak Suci. dengan aku didopsi aku jadi punya ayah dan ibu lagi." jawab Aluna.
" walaupun mereka bukan orang tua kandungku " Sambungnya.
" Bukankah semua yg ada disini juga termasuk keluarga mu? apa kau sudah tak sayang lagi pada kami semua?"
" bukan begitu, aku juga sayang dengan semua yg ada disini.Tapi semua itu rasanya beda dgn orang tua. ayah, ibu." Jawab Aluna.
" Tapi jika kau pergi maka aku akan..."
__ADS_1