
"Kita akan menunggu." Jawab Rian.
" Menunggu? apa maksudmu menunggu? Menunggu hingga kita mati?"
" Tentu saja tidak. Setidaknya, hingga keadaan disana lebih tenang." Jawab Rian.
" Lalu, bagaimana setelah itu?" Tanya orang itu sambil menangis.
Tak lama, Aluna menyadari suatu hal. Orang itu, orang itu mirip dengan Nino. Jangan jangan, dia ada hubungan nya dengan Nino. Pikir Aluna. Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Nino mirip ibunya. Ibunya Nino, pasti lah mirip nenek nya Nino. Dan Nino, otomatis juga memiliki kesamaan dengan nenek nya. Walaupun, mungkin hanya memiliki kemungkinan kecil. Yang, hanya bagian kecil saja.
" Anakku, menantuku, cucuku. mereka sudah, mereka sudah." Wanita itu mencoba berbicara namun tertahan karena tangisan nya.
Jangan jangan, Pikir Aluna. Ia ingin menanyakan hal itu secara langsung. Tapi, sebelum sempat Aluna menanyakan nya, Rian langsung mencegahnya.
Seperti tahu apa yang sedang dipikirkan oleh Aluna, Rian mengerti keadaan dan situasinya. Pasti orang itu sedang tertekan. Bagaimana tidak. Tempat ini adalah tempat yang merenggut anak menantu bahkan cucunya. Dan sekarang, bahkan akan merenggut nyawanya.
" Tempat ini, tempat terkutuk ini. Tempat ini telah merenggut keluargaku. Anak ku, menantuku. Cucuku." Dia terhenti dan terisak lagi. Untuk yang sekian kalinya ia mengusap air matanya.
" Bahkan, kali ini, ia ingin merenggut nyawaku. Dan, nyawa kalian semua." Wanita itu menunjuk nunjuk semua orang. Seolah, mereka semua adalah seorang penjahat dan dialah korbannya.
Semuanya hanya terdiam. Tak lama, ada yang menyahuti kata kata wanita itu.
" Kau pikir, apa kau saja yang menderita? semua orang juga menderita. Mereka punya penderitaan nya masing masing. " Jawab pria itu.
__ADS_1
" Apa, apa maksudmu? " Tanya wanita itu sambil mengusap air matanya lagi.
" Maksudmu, kejadian 5 tahun yang lalu bukan? kita sama. kita kehilangan segalanya. Namun, itu hanya anak menantu dan cucumu. Namun, aku, aku bahkan, kehilangan, " Jawab pria itu lalu berjalan menyibak kerumunan.
Semua orang terkejut. Dia, dia tak punya kaki. Pikir Aluna.
" Ya, seperti yang kalian lihat. Aku bahkan kehilangan sebelah kakiku. Dan kakiku yang satunya, hanya lah kaki palsu. Kaki kanan ku sudah tak bisa lagi dipasangi kaki palsu. beruntung, kaki kiri ku masih bisa dipasang kaki palsu." Ucapnya. Semua orang terdiam. Banyak yang merasa iba, banyak juga yang merasa bingung.
Lebih lebih lagi yang merasa bingung. Apa yang sebenarnya terjadi. Mereka hanya berpikir Mengapa orang orang sekarang malah beradu nasib.
Dan sebagian kecil merasa iba dan tak menyangka akan apa yang terjadi 5 tahun yang lalu.
" Bisa kalian lihat sendiri kan? Kejadian itu membuat kaki lu seperti ini." Sahut pria itu.
" Dan sekarang, saat aku datang kembali kemari, aku akan di celakakan lagi. aku tidak habis pikir, siapa kah orang dibalik semua ini."
" Tenang lah!!! " teriak aluna.
Yang sontak saja langsung membuat semua orang terkejut. karena selama ini ia hanya diam.
" Aku tidak tahu siapa dalang dibalik semua ini. Bahkan, dipulau sebelumnya keadaan jauh lebih buruk dari pada disini. Disana bagaikan neraka. Tapi aku juga tidak tahu siapa dlangnya."
" Siapa pelaku sebenarnya, bahkan saat aku kemari, aku tak masih belum mengetahui siapa yang patut disalah kan untuk kejadian ini. "
__ADS_1
" Aku sama sekali tak mendapatkan petunjuk. "
" Tapi yang aku tahu, semua kejadian ini, hanya berpusat pada satu orang yang entah siapa." ucapnya.
" Aku hanya ingin tahu, sedikit tentang orang itu. Dan, bisakah kalian tidak bertengkar dan memberiku petunjuk?" Sambungnya.
" Aluna,... " Ujar Rian.
" Baiklah, akan kuberi tahu sedikit tentang penjahat itu. walaupun aku juga tak tahu pasti siapa orang itu. Tapi, menurut rumor, Orang itu tinggal gak jauh dari pulau ini." Sahut seorang security.
Aluna merasa memiliki harapan.
" Benarkah? " Tanya Aluna masih tak percaya
" Jika kau pergi terus ke arah selatan, maka kau akan menemukan sebuah pulau bakal surga dengan segala fasilitasnya. " Jawab security itu.
" apa kau yakin?. kenapa kau malah memberitahu ku mengenai hal ini? " tanya Aluna.
" Karena aku sudah muak. Aku muak bekerja dengan orang yang berada di balik layar. Dia hanya memberiku gaji yang sedikit. Tak ada jaminan Anak dan istriku aman." Jawab nya.
" Baiklah, kita akan menuju ke arah selatan. " sahut Rian tiba tiba. Kali ini ia merasa sangat bersemangat karena akhirnya ia mendapatkan titik terang dimana dan siapa pelaku yang sebenarnya.
" Tapi tunggu, kita kesana akan menggunakan apa? "
__ADS_1