
" Hei, apa kau menyukai gadis itu? " Tanya Aluna.
Rian terkejut mendengar ucapan Aluna.
" Ti, tidak! Mana mungkin aku menyukainya. Lagi pula, aku dan dia kan berbeda."Jawab Rian sedikit gugup.
" Dasar pembohong!" Sahut Aluna.
" Pembohong? Apa maksudmu? "
" Kau menaruh perasaankan, padanya." Sahut Aluna menggoda Rian.
Rian hanya terdiam.
" Hei kalian akan kemana setelah ini?" Sahut Ketua dari perahu sebelah.
" Kami, entahlah. Mungkin kembali." Jawab Rian ragu ragu.
" Baiklah. Oh ya, ngomong ngomong, perkenalkan namaku Dani."
" Oh iya, karena semua keributan ini. Aku jadi lupa. Aku Rian dan ini Aluna. Temanku."
" Kau masih muda, mengapa kau tak meneruskan perjalanan ini?"
" Emm, kurasa, tak ada petunjuk. Sepertinya, lebih baik kami mencari di kota saja."
" Apa itu tidak akan sia\-sia saja? Kota itu sangat luas. Dan, aku juga memiliki sebuah rahasia besar," Ujar nya dari berlainan perahu.
" Rahasia apa? Apa kau tahu tentang siapa dalang dibalik ini semua?" Tanya Aluna menyambar pembicaraan.
" Tentu tidak,"
Aluna kecewa
" Tapi, ada sebuah pulau, tak terlalu jauh juga dari sini. Kau akan menemukan lebih banyak petunjuk dan bukti siapa orang itu." Sambung nya.
" Benarkah? " Tanya Aluna nampak kembali semangat.
" Tentu " Jawabnya sambil mengambil sesuatu di kantongnya,
" Ini, ambilah" Ia menyodorkan sebuah peta dan kompas.
" Ini, peta apa? Aku tak pernah melihat peta yang seperti ini." Tanya Aluna.
" Entahlah, aku juga tidak tahu. aku mendapatkan dari seorang penjaga yang menghalangiku tadi." Jawab nya.
" Ini, bukankah ini gambar pulau itu? Dan, ini jangan jangan, adalah pulau yang kau sebutkan sebelumnya." Sahut Rian menyadari sesuatu.
__ADS_1
" Baiklah, sepertinya jarak ini tak terlalu jauh dari sini." Ujar Aluna.
"Baiklah, mari bertualang!!" Sahut Rian penuh semangat.
" Tapi, Apa kalian tidak lelah? Dan lagi, pulau itu juga sangat berbahaya untuk dikunjungi. " Sahut Dani.
" Bukankah, kau sendiri yang memberikan kami ini?" Sahut Rian.
" Ya, tapi bukan berarti jika kau harus benar benar pergi." Jawab Dani
" Apapun yang terjadi, kamu akan tetap pergi. Apapun rintangan nya. Kami siap. Aku juga tak peduli dengan keselamatanku sendiri. " Sahut Aluna lantang.
" Ya, aku juga akan melakukan hal yang sama." Sambung Rian
" Baiklah, terserah pada kalian sendiri saja." Jawab Dani.
Saat itu, mereka memutar haluan masing masing. Tapi, sebelum itu, mereka mengucapkan selamat tinggal.
Yang diantara salah satunya terlihat aneh karena memeluk meluk Rian.
Tapi sudahlah. Itu mungkin hanya ucapan selamat tinggal. Karena setelah ini, mereka mungkin tak akan pernah bertemu lagi.
Sedangkan Aluna dan Rian, memutar ke arah Selatan. Mencari kebenarannya.
Kapal, Mereka semakin berjauhan, matahari juga hampir tenggelam. Mulai muncul kabut.
Jauh, semakin jauh perahu itu, Aluna seolah melihat Dani menghilang. Tapi yang lain tidak.
Malam, kini telah tiba. Aluna dan Rian tidur di atas perahu yang terombang ambing di laut.
Sementara Rian tertidur pulas, Aluna masih terus memikirkan apa yang dia lihat tadi.
Tiba tiba,
" Hei, apa yang kau pikirkan?" Tanya Reno yang menghancurkan lamunan Aluna.
" Tidak apa apa. Hanya saja, ini soal Dani."
" Oh, jadi kau sudah sadar ya,"
" Maksudmu? " Tanya Aluna terkejut.
" Sani itu, bukan kah dia mayat yang dibuang oleh para penjaga malam itu. Dan yang selama ini itu, dia adalah,"
" Arwahnya,"
__ADS_1
" Ya, bisa dibilang begitu." Jawab Reno.
" Pantas saja, aku merasa aneh."
" Dia ingin menyelesaikan tugasnya yang belum usai. Sama seperti mu." Ujar Aluna nampak sedih.
Aluna kemudian tidur dengan rasa bersalah.
Malam berlalu, berganti dengan pagi.
Rian dan Aluna yang masih berada di perahu itu, memakan makanan yang sempat ia bawa kemarin.
Dalam hati Aluna, ia merasa bimbang.
Apakah ia harus mengatakan pada Rin atau tidak tentang masalah Dani.
Tapi kemudian, Rian merasa tak nyaman karena seperti ada sesuatu di dalam kantong celananya.
Ia mengambil apa yang mengganjal, tapi ternyata, itu adalah sebuah surat. Ia tak ingat kapan menaruhnya disana. Karena, memang dia tak pernah meletakkan surat dikantungnya.
Saat ia membuka membuka surai itu, dan mulai membacanya, ia terkejut karena surat itu hanya bertuliskan
𝐒𝐞𝐥𝐚𝐦𝐚 𝐢𝐧𝐢, 𝐤𝐚𝐮 𝐛𝐞𝐫𝐛𝐢𝐜𝐚𝐫𝐚 𝐩𝐚𝐝𝐚 𝐬𝐢𝐚𝐩𝐚?
Tiba tiba, selintas ingatan masuk begitu saja ke dalam pikiran nya.
Ia mengingat, ketika ia berpamitan akan pergi, ada seseorang, yang begitu mengkhawatirkan Mereka. Bahkan, ia sampai memeluk meluk Rian.
Dalam pikiran nya mungkin, orang itulah yang menaruh surat itu.
Tapi, Rian sendiri tak tahu apa yang sebenarnya ingin orang itu katakan padanya. Karena, Rian sendiri tak tahu maksudnya.
"Hei, apa kau tahu maksud dari pesan ini? " Tanya Rian pada Aluna.
" Mungkin, kau melupakan sesuatu. Siapa saja yang kau ajak bicara?" Jawab Aluna yang tak membantu Rian.
" Aku hanya, " Sekilas,ingatan masuk begitu saja ke dalam pikirannya.
Ia ingat, bahwa salah seorang dari mereka kemarin memeluk Rian dengan berlebihan. Mungkin, dia lah yang memasukkan kertas itu ke saku Rian.
Rian tapi masih tak paham apa maksud dari surat itu.
Lalu, Aluna mulai menjelaskan semuanya.
Awalnya, Rian nampak sangat kaget mendengar hal itu dan nampak tak percaya.
" Jadi, jasad yang waktu itu, " Tanya Rian masih tak percaya.
" Iya, Dani itu telah mati. Dan, aku juga tk percaya akan hal itu. Tapi, Reno juga mengatakan hal sama." Jawab Aluna.
" Iya, Kemarin aku pergi, bukan ke alam sana. Tapi menyelidiki Dani. Karena ia, tampak mencurigakan. Di mataku, ia tampak berbeda dari manusia lain." Sahut Reno.
Aluna hanya diam. Sedangkan, Rian mencoba mendengarkan dengan seksama.
" Lalu, bagaimana ia, bagaimana dengan semua rencana dan teman teman nya? Mengapa mereka juga bisa melihat Dani?" Tanya Dani.
" Dia, mungkin menggunakan kemampuan khusus." Jawab Reno
" Kemampuan khusus apa?" Tanya Aluna.
" Sebenarnya, Dani adalah orang yang baik. Dan setiap orang yang baik, sebelum pergi ke tempat jauh disana, Ia akan diberi satu keinginan untuk dikabulkan. Dan mungkin, ia meminta untuk diberi kesempatan untuk menolong temannya. Setelah tugasnya selesai, pada pagi hari, semua temannya akan lupa bagaimana Dani menyelamatkan mereka. Seperti sebuah permainan ingatan bagi malaikat." Jelas Reno.
" Lalu, mengapa ada orang yang yng tak dapat melihatnya, "Tanya Rian.
" Mungkin, karena ia bukan teman Dani. Jika ku telusuri, orang itu adalah anak baru dia baru 1 minggu berada di pulau itu. Dan mungkin Dani juga belum menganggapnya sebagai teman." Jawab Reno.
__ADS_1
Setelah obrolan yang cukup panjang mereka melanjutkan perjalanan untuk ke pulau berikutnya. Yang entah apa yang siap menghadang.