Terjerat Godaan Tetangga

Terjerat Godaan Tetangga
Mencurigakan


__ADS_3

Ella yang sudah menjalankan mobil vw dengan atap yang terbuka pun tak bisa membendung air mata kecewa dan marahnya ketika melihat Alan tadi. Tamparan ayahnya kembali ia ingat seminggu lalu ketika Alan mengetahuinya menjadi artis film blue karena ketika pria itu ingin menikmati tubuh wanita wanita dari artis film itu eh ia malah menemukan putrinya sendiri hanya memakai penutup aset atas dan bawahnya. Betapa murka Alan saat itu hingga ia tega menampar berkali kali pipi putrinya yg sangat ia sayangi.


Ia tidak kembali ke rumah paman bibinya namun langsung menuju tempat Mr Y. Ia tidak sabar ingin menyelesaikan kesepakatan dengan produsen nya agar segera terlepas dari dunia 18+ .


Sesampai di apartemen Mr Y, lagi lagi Jessie yang membuka pintu untuk Ella.


"Hey D. Pagi banget udah datang. Mr Y masih keluar ngurus artisnya yang kabur soalnya artis baru masih muda lagi" ucap J alias Jessie , teman artis film blue Ella alis D.


"Eh masuk dulu" lanjut Jessie mempersilahkan Ella masuk.


"Thank you J. Umur berapa dia kok bisa kabur?" tanya Ella ketika sudah duduk di kursi tamu apartemen Mr Y itu.


"Hmmm, aku denger sih umur 17an. Ia dijual orang tuanya sendiri buat bayar hutang. Eh pas udah masuk mobil Mr Y , dia kabur tadi dini hari. Sampek sekarang Mr Y masih mencari dia karena nanti siang harus syuting film blue tentang permainan wanita. Ya tau sendiri kalau masih muda dan baru gitu, kontennya main sendiri. Tinggal dikasih obat perangsang , dia akan refleks dengan polosnya didepan kamera. Hahaha" jelas J.


Ella hanya tersenyum kecut mendengar penjelasan temannya itu dan membuat ia mengingat kembali masa dimana dia pertama kali acting didepan kamera dengan seragam sekolah ala ala cewek nakal kemudian ia lepas satu per satu dan bermain sendiri pada akhirnya. Obat perangsang yang diberikan padanya waktu itu membuat ia seperti kepanasan tak tertahan.


"Aku sudah melupakan masa itu J. Bukan melupakan yang sebenarnya, tapi sensasinya. Sekarang aku udah fokus ingin menata hidupku kembali. Kalau semisal kamu ingin keluar dari industri ini bilang aja, mungkin aku bisa membantumu" ucap Ella.


"Hahhaa. Aku masih nyaman disini D. Mungkin karena aku gak punya dendam ketika masuk industri ini dan menerima nasibku ya. Tapi pastinya aku pensiun di waktu yg tepat. Kalau sekarang belum karena aku masih merasa muda dan seksi" sahut J dengan percaya diri.


"Hehe iyaa Jessi, itu udah pilihan hidupmu. Tapi aku harap pertemanan kita tetap terjalin ya" minta Ella dengan tulus


"Pasti dong" ujar Jessi.


"Oh ya , kamu udah sarapan belum? Kalau belum ayo makan di restauran sebelah apartemen. Aku traktir" ajak Ella.


"Wah mau dong. Aku belum sarapan. Nunggu Mr Y lama. Tadi dalam ada 4 orang lainnya , masih tidur" sahut Jessi.


"Ya nanti kita bungkusin aja. Yuk aku udah laper" ajak Ella lagi.

__ADS_1


"Okedeh. Bentar aku ambil cardigan dulu" ucap Jessi berdiri dari duduknya menuju kamar dan mengambil baju untuk menutupi kaos lengan pendeknya agar tidak kedinginan.


Beberapa saat kemudian, Jessi sudah memakai baju denga style anak muda. Cardigan, kaos, dan celana jeans selutut. Cukup percaya.


"Ayo. Aku udah siap!" seru Jessi sambil berjalan duluan keluar apartemen dan diikuti oleh Ella.


Akhirnya kedua wanita cantik yang menghiasi beberapa film blue , berjalan bersama masuk ke restauran sebelah apartemen Mr Y.


.


Di sisi lain, di sebuah sekolah menengah atas terlihat Jerome yang melamun melihat keluar kelas yang hanya ada lalu lalang siswa siswi berjalan di tengah teriknya matahari, membayangkan ada Ella didepannya. Zoy yang menyadari temannya sedang tidak berkonsentrasi menerima pembelajaran bimbingan , menyenggol lengan Jerome karena duduknya bersebelahan.


Jerome yang merasa lengannya ada yg menyentuhnya pun menoleh ke arah Zoy.


"Kamu ngapain ngelamun? Udah dapet universitas kok jadi melow gini?" tanya Zoy perhatian.


"Katanya kamu pingin jadi presiden, ya ambil aja jurusan tata negara atau berhubungan dengan pemerintahan. Tapi jujur Jerome, aku sangat menyayangkan kepintaranmu dalam sains. Bisa saja dengan kemampuan mu itu , profesi dokter mudah kamu raih atau kalau lebih macho ya jadi anak teknik. Jadi presiden bisa dari berbagai profesi yang penting kamu menyukai profesi itu" sahut Zoy sambil mendekatkan bangku agar lebih dekat dengan Jerome lalu suaranya yg pelan bisa terdengar.


Eh ketika guru sadar jika Zoy bangku nya tidak lurus dengan depannya, memberikan perintah untuk kursi tersebut segera di luruskan.


"Zoy, kenapa kamu deket seket Jerome? Mau ngobrol ya? Kalau ngobrol mending keluar dari kelas saya atau luruskan kursimu dengan cepat" perintah guru itu.


Zoy pun kelagapan menyahuti perkataan guru hingga ia langsung meluruskan bangku nya lagi tanpa berkata apa apa.


"Oke, kita lanjutkan lagi" ujar guru itu ketika suasana sudah kondusif.


Jerome pun kembali melamun tapi kali ini bukan melamun karena seorang wanita tapi jurusan kuliahnya.


"Bener juga apa yang diomongin Zoy. Aku juga memikirkan kemungkinan mengambil dokter. Sebelum ingin jadi presiden aku ingin jadi dokter dulu waktu SD. Apakah aku harus mengambil jurusan ini ya?" tanya Jerome melalui batinnya.

__ADS_1


Jerome pun mengikuti kelas hari ini dengan pikirannya sendiri.


Setelah kelas berakhir, Jerome ada rapat panitia wisuda dan prom night di ruang rapat. Ketika datang, ia terkejut jika Roy sudah ikut bergabung dengan panitia yang lain namun rasa keterjutannya itu ia sembunyikan, jadi kali ini panita formasi lengkap.


"Sudah berkumpul semua ya. Mari kita mulai rapatnya. Agenda hari ini laporan pengumpulan iuran $50 dari bendahara dan laporan kemajuan setiap jobdisck" ucap Jerome memulai rapat.


"Roy, kamu mendapatkan bagian jobdisk Keamanan bersama Martin. Kalian bisa berdiskusi. Aku mohon kerja samanya ya. Ini untuk kebaikan angkatan kita" lanjut Jerome.


Setelah rapat berjalan, Roy hanya bisa senyum senyum aja seperti nggak ngerti apa yang mereka diomongkan. Jerome pun membiarkan badboy itu seperti itu daripada bertingkah aneh aneh.


Sekitar satu jam rapat berlangsung, Roy masih betah ikut kegiatan ini. Entah apa yang membuat ia hadir di rapat ini padahal sebelumnya ia menolak. Namun Jerome berusaha menyakinkan dirinya bahwa kehadiran Roy tidak akan menjadi masalah didepannya.


Rapat pun diakhiri pukul 3 sore , tepat 2 jam lamanya forum diskusi mempersiapkan acara besar wisuda dan prom night tahun ini.


Roy keluar duluan ketika rapat ditutup oleh Jerome. Sedangkan Jerome diajak ngobrol oleh Martin terkait kehadiran Roy di rapat hari ini.


"Hey, Rome. Apakah kamu tidak curiga apa yang membuat Roy bersedia hadir pada rapat ini?" tanya Martin.


"Hmm, aku berusaha percaya dengan dia sebagai leader yang baik" jawab Jerome.


"Gimana ya? Aku curiga ia hadir hari ini karena tau salah satu agenda kita membahas keuangan yang kita share di grup panitia kan. Dia juga masuk disitu. Takutnya, dia akan mencari cara untuk menyusahkan kita dengan mengambil uang itu" tuduh Martin.


"Tenang, aku sudah berbicara dengan bendahara jika uang itu jangan pernah dipegang sendiri. Aku sudah punya trick untuk menjaga uang itu dari serangan yang tidak kita duga" ucap Jerome tenang.


"Okedeh kalau kamu sudah menjaganya. Aku juga percaya jika kamu ketua angkatan terbaik" puji Martin sambil menempuk pundak Jerome. Mereka pun berpisah ketika keluar ruangan osis.


Jerome disambut oleh Ryno dan Zoy di luar ruangan untuk diajak membeli buku tes university bagi mereka. Ya gimana mau nolak, Jerome merasa gak enak sudah dapat universitas duluan daripada kedua temannya. Ia pun menyetujui ajakan itu.


Jerome dan Ryno yang membawa mobil, sepakat jika mereka kerumah Jerome dulu untuk meletakkan mobil agar perjalanan mereka ke toko buku menggunakan 1 mobil saja , mobil Ryno yang sama seperti mobil Ella yaitu vw yang atapnya kebuka.

__ADS_1


__ADS_2