Terjerat Godaan Tetangga

Terjerat Godaan Tetangga
First time


__ADS_3

Hingga tengah malam , barulah acara prom night selesai. Jerome pulang dalam keadaan setengah mabuk karena tidak tahan meminum alkohol yang sudah ia habiskan 4 gelas. Ella yang juga meminum 4 gelas minuman minim alkohol itu namun memiliki toleransi lebih tinggi daripada pria muda dua tahun darinya ini.


Akhirnya wanita itu yang menyetir mobilnya menuju rumah mereka. Namun ditengah perjalanan, Jerome yang masih setengah sadar meminta Ella untuk menyetir ke arah danau tidak jauh dari rumahnya. Waktu kecil, jika ia lagi kesal atau bertengkar dengan ayah ibunya, Jerome memilih berenang di danau itu sebentar dan merasakan semilir angin dari tepi danau. Jerome berniat akan mengungkapkan sesuatu kepada Ella di tempat itu.


Dengan arahan dari Jerome yang mungkin sedikit ngelantur, namun sampai juga di danau yang dimaksud. Ia langsung keluar mobil dan melepas celananya hingga tertinggal cd serta jas kemeja dari tubuhnya hingga ia hampir polos kecuali penutup di birdnya itu. Ella yang kaget dengan tingkah pria mabuk itu ikut keluar mobil dan meneriaki Jerome.


"Jerome! Udah malam, airnya dingin! Kamu bisa sakit! Ayo pulang aja!" teriak Ella terlihat panik melihat Jerome dengan riangnya berenang di danau yang terlihat indah dengan sinar rembulan yang bertepatan dengan bulan purnama.


"Sini, El! Airnyaa seger banget!" teriak Jerome dari danau.


"Gak mau! Dingin! Udah Jerome, kamu nanti sakit. Besok kamu harus ke Yale University untuk ngirim berkas pengajuan jurusan kan? Jangan sampek kamu besok sakit" sahut Ella dari tepi danau.


Jerome tak menyahuti Ella, malah ia masukan tubuhnya ke dalam danau hingga kepalanya tak terlihat lalu sesaat kemudian ia muncul dengan riangnya seperti anak kecil.


Setelah itu, ia berenang pelan ke tepi hingga bisa berjalan keluar danau dengan cetakan birdnya jelas yang masih loyo menjulur kebawah dibalik cd yang ia pakai. Membuat Ella tertawa.


"Hahahaha, ya kan kedinginan sampai sampai milikmu loyo begitu. Ayo deh segera pulang. Kamu bisa sakit, Jerome" perhatian Ella sambil berjalan menuju mobil terlebih dahulu dan meninggalkan Jerome berjalan dibelakangnya sambil membawa setelan jas yang ia pakai tadi.


Ella yang sudah duduk di kursi pengemudi, melihat Jerome yang berjalan menuju mobilnya dengan tubuh yang bergetar karena kedinginan.


"Memang masih kekanak kanakan ternyata" lirih Ella karena jengkel dengan Jerome yang tidak tau waktu dimana dia harus berenang. Masa tengah malam begini nyebur danau yang dingin banget.


Pria itu pun masuk ke mobil dalam keadaan yang hampir polos dan duduk di kursi penumpang dengan tubuh yang masih basah.


"Udah seneng senengnya? Kedinginan kan? Apakah dengan nyebur di danau malam malam kamu bahagia?" tanya serius Ella yang belum tau arah pikiran Jerome.


Pria itu hanya diam saja dengan badan bergetar. Namun, pandangan yang awalnya menatap ke terangnya bulan diatasnya yang memang langsung bisa melihat langit meskipun didalam mobil karena atapnya terbuka seketika ia alihkan menatap wajah Ella yang sedang serius lalu pria itu tersenyum.


"Aku ingin mendinginkan tubuhku sebelum aku menyatu denganmu, Ella. Aku tau aku belum berpengalaman dalam hal itu dan tadi aku merasa begitu mabuk sehingga berfikir dengan nyebur di danau yang memang menjadi hobiku sejak kecil, tubuhku akan menjadi dingin dan menyadarkanku dari rasa mabuk. Dan sekarang aku sudah sadar jika kamu memang wanita yang kuinginkan untuk pertama kali hingga terakhir kalinya. Mau kah kamu menjadi pasanganku, Daniella? Menjadi kekasihku?" ucap Jerome dengan serius , hingga mata birunya menyiratkan ketulusan bagi Ella yang memandangnya tapi ia masih kesal kenapa pria muda ini ceroboh jebur danau malam malam gimana kalau sakit.


"Tapi kalau kamu jebur kayak tadi, aku khawatir kamu sakit atau bisa bisa ada buaya di danau terus gigit kamu?" kesal Ella.


"Hahahaa. Tenang, disini gak ada buaya danau tapi adanya buaya darat" canda Jerome yang membuat Ella pun tersenyum.


"Jawab pertanyaanku? Meskipun aku lebih muda darimu apakah kamu mau menjadi kekasihku, El?" lanjut Jerome menanyakan lagi ungkapam hatinya.


Ella pun tersenyum lebar dan mengangguk pelan.


"Ya aku mau. Aku menunggu waktu kamu mengungkapkan perasaanmu, Jerome. Meskipun kita baru kenal sebulan ini, tapi aku yakin kamu pria baik yang tidak akan menyakiti wanita" jawab Ella sambil memegang kedua pipi Jerome yang sangat dingin ia rasakan di telapak tangannya.


"Dingin banget pipimu, Jer! Pakai bajumu!" panik Ella namun tangan Jerome malah menahan tangan wanita itu di pipinya dengan kedua tangan.


"Apakah sekarang kita bisa melakukan hubungan itu disini?" tanya Jerome dengan tatapan penuh harap membuat Ella tak menyangka jika pria itu ingin menyatu dengannya dipinggir danau.


"Serius kamu pingin disini?" tanya Ella memastikan.


"Eheem. Aku pingin melakukannya disini, ditempat tenang dan favorit bagiku. Buat milikku tidak loyo lagi seperti yang kamu bilang tadi disini. Kamu mau kan? " jawab Jerome malah balik tanya.


"Sesuai permintaanmu, Jerome" sahut Ella dengan senyuman lebar dibibirnya. Lalu wajah wanita itu ia dekatkan hingga bibirnya menyentuh bibir dingin Jerome yang mulai membiru karena kedinginan. Pria yang sedang kedinginan itu menerima ciuman lembut Ella hingga berubah menjadi lu-ma-*an yang membuat tubuhnya menghangat.


Setelah nafas mereka hampir habis, ciuman penuh gairah itu terlepas. Dengan nafas tersenggal senggal, Ella berkata "ayo kita pindah ke belakang" minta wanita itu agar posisi mereka lebih bebas dan tidak terpisah oleh setir ditengah mereka.

__ADS_1


Jerome pun langsung meloncat kebelakang lalu duduk di bangku belakang dan diikuti oleh Ella yang masih memakai gaun hitamnya.


Wanita itu ingin melepas cd Jerome yang basah dan terlihat bird sang pria sudah menonjol pertanda ingin dikeluarkan dari pembungkusnya.


"Aku lepas cd mu ya" ucap Ella dan Jerome pun menganggu setuju.


Dengan pelan namun pasti Ella menarik cd Jerome hingga terlepas dan ia lempar keluar mobil dengan sembarangan karena posisi atap mobilnya saat ini terbuka. Lalu Ella duduk diatas paha Jerome dan merasakan sesuatu keras berada di sela sela pahanya yang memang sengaja ia posisikan seperti itu namun posisi tubuh membelakangi karena ia ingin resleting belakang gaunnya dibuka oleh pria itu.


"Buka resleting gaunku dengan lembut jerome" minta Ella dan pria itu mengangkat salah satu tangannya lalu menarik resleting gaun wanita yang berada dipangkuannya hingga terbuka.


Ella pun berdiri dan membalikkan badannya dengan posisi gaun yang sudah bisa terlepas dari tubuhnya. Ia jatuh kan gaun itu hingga tubuh sexy nya nampak dibawah sinar bulan yang terang dan ditatap oleh Jerome, tersisa penutup kedua asetnya namun sudah mampu membuat pria yang berada didepannya ini meremang.


"Wah, kamu begitu cantik dan sexy, El" lirih Jerome memuji tubuh Ella yang tersenyum padanya.


Lalu tangan Ella membuka pengait penutup aset kembarnya dan membuat kedua gundukan di dada wanita itu terpampang nyata di hadapan Jerome.


Jerome menelan ludahnya melihat apa yang ia lihat secara jelas sekarang. Menahan gejolak dirinya, ia pun mengigit bibir bawah.


"Jangan kamu gigit bibir manismu itu, biar aku saja yang melakukannya" ucap Ella menggoda lalu ia dudukan pan**t nya di pangkuan Jerome dan kali ini menghadap pria itu.


Sesuatu keras milik Jerome berada didepan cd yang masih terpasang untuk menutupi inti Ella. Wanita itu kalungkan kedua tanganya ke leher Jerome dan mulai mencium dengan penuh gairah dan nafsu hingga pria pun tak bisa menahan gejolak ditubuhnya.


Tangan Jerome memegang pan**t Ella agar lebih menghimpit birdnya dengan tubunnya ditengah tengah dan menikmati ciuman yang semakin dalam.


Hingga kedua nafas mereka pun hampir habis, terlepaslah ciuman itu namun tak lama menghirup udaha, mereka melakukan ciuman lagi yang mungkin menjadi kegiatan favorit mereka.


Tangan Jerome yang memang sudah terampil memainkan pucuk payud**a Ella, membuat wanita itu mengeliat diatas pangkuan Jerome karena gairah yang semakin memuncak.


Sambil berciuman tangan Jerome memainkan pucuk merah jambu milik Ella sedangkan wanita itu memainkan milik Jerome dengan gerakan seperti mengkocok.


"Aaakh!! Ella!!! Aku tidak tahaaan" seru Jerome ketika merasa cairannya akan keluar dari miliknya yang mendapatkan sentuhan Ella.


"Tunggu, biarkan pelepasan pertamamu ini berada ditempat yang tepat" ujar Ella sambil menyelipkan bird milik Jerome yang ia pegang mencari luba** miliknya dibalik cd yang masih ia pakai.


Setelah dirasa milik Jerome sudah berada di pintu masuk yang tepat, Ella memberikan aba aba untuk pria itu agar merasakan tempat yang cocok untuk membuang cairan pertama kali.


"Aku pernah bilang ke kamu, bahwa cairanmu bisa kamu keluarkan padaku tanpa harus mengotoriku kan? Nah ini tempat yang tepat untuk membuang cairan kental milikmu itu kedalam diriku tanpa harus kamu bersihkan pake tissue" jelas Ella


Jerome hanya terdiam saja karena sudah merasakan cenat cenut miliknya yang sepertinya memang sudah menemukan tempat berlabuh.


"Kamu rasakan bagaimana pertama kali melakukan penyatuan dengan kekasihmu ini, Jerome. Ingat rasanya karena pertama kali hanya terjadi sekali dan selanjutnya akan menjadi yang kesekian kali. Malam ini keperjakaanmu akan..." ucap Ella yang terpotong karena ternyata Jerome sudah mendorong tubuh wanita itu agar lebih dalam memasukkan miliknya kedalam luba** yg seharusnya dan terdengarlah suara Ella menjerit. Satu kali hentakan yang dilakukan Jerome, mampu membuat miliknya masuk sepenuhnya didalam wanita yang ia peluk sekarang dalam posisi duduk dipahanya.


"Aaaakhhh! Jeromeeeeee!!! Aku belum siap!" teriak Ella yang merasakan milik Jerome masuk kedalamnya dan membuat ia memegang erat punggung pria itua.


"Maafkan aku, Ella. Aku sudah tidak tahan merasakan cedutan di milikku ketika sudah menyentuh pintu masuknya. Aaaakh, ini kah yang dinamakan nikmat dunia?" sahut Jerome dengan tatapan penuh gairah.


Beberapa saat, mereka hanya diam saja dengan posisi sudah saling menyatu dan merasakan sensasi cedutan didalam dan Jerome pun melepaskan cairan pertama kali didalam wanita yang berada diatasnya saat ini. Ella tersenyum merasakan ada semburan hangat ke rahimnya.


"Kamu sudah menumpahkan benihmu di rahimku, Jerome" bisik Ella di telinga Jerome yang saat ini ia peluk.


Membahas soal benih, membuat Jerome ingat dia tidak memakai pengaman dalam berhubungan. Gimana kalau Ella hamil beneran padahal mereka masih muda? batin Jerome mulai ragu melanjutnya.

__ADS_1


Jerome pun melepas pelukannya dan menatap Ella.


"Maafkan , aku lupa tidak pakai pengaman. Jika kamu beneran hamil bagaimana Ella?" tanya Jerome dengan tatapan serius.


"Hmmm, apakah kalau aku hamil kamu tidak tanggung jawab?" balik tanya Ella dengan mengangkat alisnya mencoba memberikan tes untuk keseriusan cinta Jerome.


"Aku akan tanggung jawab, dia juga anakku. Tapi kita masih muda, Ella. Kita akan kuliah. Kota masih bisa mencegahnya kan? Apakah kita selesaikan sampai disini lalu membeli pil pencegah kehamilan?" sahut Jerome yang mulai merasa takut dengan kemungkinan jika wanita yang telah mengambil keperjakaannya itu hamil.


Ella terdiam. Ia melihat ketakutan pada raut wajah Jerome tentang kemungkinan kehamilan yang akan terjadi karena hubungan pertama kali tanpa pengaman. Namun ia ingin mengetes jawaban Jerome lagi.


"Aku tidak ingin meminum itu setelah berhubungan pertama denganmu. Biarkan saja aku hamil anakmu, meskipun kamu tidak mau mengakuinya tapi dia tetep anakku" sahut Ella.


"Kalau memang kamu hamil jadi dia juga anakku. Kita akan besarin dia sebaik mungkin. Dan jika memang kamu hamil karena malam ini, aku akan langsung menikahimu" ujar Jerome serius membuat Ella menatapnya tajam dan tak percaya semudah itu pikiran Jerome memutuskan menikahinya jika ia hamil.


"Kamu bercanda? Menikah gak semudah itu Jerome" ujar Ella.


"Bagiku jika kamu sudah mengandung anakku maka, kamu sudah jadi istriku. Jadi aku tidak masalah meskipun masih muda sudah punya istri dan anak. Yang penting kamu gak malu aja di kampus hamil dan punya suami" tantang Jerome membuat Ella ingin menerima tantangan itu soal pernikahan muda.


"Kamu meremehkan aku soal nikah muda? Hahahahaa, aku terima tantanganmu. Jika aku hamil karena malam ini maka nikahi aku dengan status kita mahasiswa dan masih muda. Tapi dengar, aku tidak suka diselingkuhi, Jerome" ucap Ella.


"Oke. Apapun kemungkinan yang terjadi , kamu hamil atau tidak karena malam ini. Aku masih ingin memuaskanmu di mobil ini karena kamu sudah membuatku melepaskan cairan di rahim mu pertama kali. Kasih tau aku , bagaimana membuatmu puas dengan penyatuan ini?" sahut Jerome.


Ella yang sudah mulai tenang dari rasa keterkejutannya karena Jerome tiba tiba masukin miliknya ketika dia masih ngomong, milai rileks dan menikmati bird pria itu berada didalamnya.


"Akan aku gerakan pan**t ku naik turun, kamu pegang pinggang ku" minta Ella dan Jerome pun menuruti. Tangan yang lumayan kekar itu sudah berada disamping kiri kanan pinggul Ella.


Wanita itu pun mulai mengangkat ****** nya naik turun pelan sambil memegang pundak Jerome didepannya.


"Aaaakh!! Jerome!! Milikmu memang seenak itu!!!" desa**n Ella sambil masih melakukan gerakan up and downya. Jerome pun merem melek dibuat wanita yang bergerak di atas pahanya ini.


Karena gairah yang sudah sampek ubun ubun, Jerome refleks menghisap pucuk merah jambu di dua gundukan milik Ella secara bergantian hingga membuat wanita itu semakin cepat menggerakan pan*at nya naik turun.


"Ella!! Aku mau keluar lagi kalau kamu gerak cepet gitu" seru Jerome.


"Bersamaan. Kita keluarin bareng" sahut Ella.


"Satu, dua, tiga! lepaskan!" seru Ella ketika merasakan tubuhnya mengadah keatas ketika ia mengeluarkan cairan dari luba** miliknya bersamaan dengan cairan milik Jerome.


"Aaaaaaaakh!" suara kepuasaan mereka bersamaaan, lalu Ella memeluk tubuh Jerome dengan erat begitupun Jerome menerima pelukan itu dengan penuh cinta. Posisinya masih sama, Ella duduk diatas paha Jerome dan masih menyatu. Bird milik Jerome belum dikeluarkan karena Ella pun belum berdiri.


Setelah beberapa saat dirasa sudah cukup membiarkan bird milik Jerome berdiam diri di luba** miliknya, Ella pun berdiri dan duduk lemas disamping Jerome yang juga sudah lemas setelah mengeluarkan cairan kental miliknya 2 kali.


"Makasih Ella, kamu sudah mau melakukan hal pertama ini untukku. Aku mencintaimu" pengakuan Jerome sambil meraih tubuh Ella untuk bersandar di pundaknya yg polos.


"Cinta? Memang semua pria sama saja setelah bercinta bilang cinta" sindir Ella.


"No! Dengerin aku, aku beda dengan pria pria itu. Cinta pertamaku jatuh di kamu dan akan selalu kamu Ella, selama kamu mau menerima cintaku" sahut Jerome sambil mengelus pucuk rambut Ella yang bersandar di pundaknya.


"Hmmm okedeh, diterima pembelaanmu itu. Aku juga terima kasih , karena menyatu denganmu, pertama kalinya ini aku sebagai wanita normal yang bisa merasakan cinta dan sayang. Meskipun aku tidak perawan, tapi bagiku kamu adalah pria pertama yang menyatu denganku pakai perasaan. Aku mencintamu juga, Jerome" jelas Ella sambil melingkarkan tangannya ke pinggang Jerome hingga ia bisa memeluk pria itu dari samping.


Mereka pun mengobrol dikit hingga merasa kelelahan dan akhirnya tertidur saling memeluk.

__ADS_1


__ADS_2