
Setelah menyelesaikan makan siangnya, Jerome menuju kasir dan membayar semuanya. Ella menunggu Jerome kembali kasir lalu setelah itu mereka berjalan bersama menuju mobil.
Tak ada pembicaraan diantara mereka di awal perjalanan namun, Jerome mulai membuka dirinya untuk memulai percakapan.
"Usiamu berapa tahun? Sepertinya kita tidak terlalu berbeda" tanya Jerome sambil melirik wanita cantik disebelahnya yang lagi nyetir.
"Hmmm, coba tebak" jawab Ella malah memberikan kesempatan Jerome untuk menembak.
"Aku 18 tahun bulan Mei lalu , aku kira kamu 2 tahun diatas ku. Jadi umur mu 20 tahun?" tebak Jerome.
"Wah, indera keenamu berjalan ya. Benar menebak hanya sekali mencoba" puji Ella dengan senyum merekah tak menyangka Jerome bisa menebak umurnya secepat itu.
"Haha, aku merasa ada sesuatu yang menarikku untuk mengenal mu lebih" ucap Jerome jujur.
"Apa jangan jangan kamu tertarik karena sudah melihat tubuhku ?" tanya Ella dengan senyuman smirk yang membuat Jerome langsung menggelengkan kepala bertanda menyangkal tuduhan itu.
"No! Aku tidak sekotor itu pikirannya" bela Jerome pada dirinya sendiri.
"Ya aku harap kamu tidak seperti temanmu tadi" ucap Ella yang ia maksudkan menyindir Roy.
"Ya pasti. Aku sangat berbeda darinya" ujar Jerome.
"Oh ya ? Apakah kamu masih perjaka ?" tanya Ella dengan senyuman menyeringai.
"Hmmm, itu pertanyaan terlalu privasi" jawab Jerome menolak untuk menjawab.
__ADS_1
"Hahaha. Aku tebak kamu masih perjaka dan belum menyentuh wanita. Tapi mungkin tebakan ku juga salah karena ciuman mu tadi tidak terlalu buruk" sahut Ella.
Jerome yang merasa malu karena Ella mengungkit ciuman pertamanya tadi dan merasa bukan cowok keren jika diusianya saat ini masih perjaka maka ia pun mencoba berbohong.
"Kata siapa aku masih perjaka? Jangan pandang aku rendah seperti itu. Aku sudah pernah begituan" bohong Jerome dengan tatapan yang ragu ragu mengatakannya. Ella pun tau kebohongan pria muda disampingnya itu. Tiba tiba Ella menghentikan mobilnya di tepi jalan di jalanan yang sedikit sepi dan diantara pepohonan.
"Are you serious? Apa kalau kita melakukannya disini , kamu mau?" tanya menggoda Ella sambil melepas sabuk pengamannya dan mencondongkan tubuhnya kearah Jerome.
Deg deg deg...
Jantung Jerome berdetak kencang menyadari jika tubuh Ella sudah sangat dekat dengannya hingga wajah mereka pun tinggal sejengkal lagi. Dengan wajah tegang , Jerome menahan nafasnya ketika wajah Ella tepat didepannya. Sambil tersenyum smirk, Ella membisikkan sesuatu ke telinga Jerome.
"Aku tidak akan menyentuhmu, sebelum kamu mengaku jika kamu perjaka" bisik Ella.
Deg.
Ella yang tau, Jerome sudah seperti kehabisan nafas menahan nafasnya karena wajahnya ia dekat kan dengan lelaki itu, memundurkan wajah dan tubuhnya berlahan lalu duduk kembaki ke kursi driverse serta memakai sabuk pengaman,
"Hahahaha, bercanda. Aku juga tidak mau berhubungan dengan anak yang masih sekolah kok. Santai" ucap Ella sambil tertawa kecil.
Jerome pun bisa menghembuskan nafasnya dan merasa lega. Ella dengan senyum puas karena berhasil menggoda lelaki disampingnya pun melanjutkan menjalankan mobilnya menuju rumah yang ia tinggali sekarang sekaligus rumah Jerome disebelahnya.
Tak berselang lama, mereka berdua sudah sampai tujuan. Jerome mengucapkan terima kasih kepada Ella dengan malu malu lalu keluar mobil dan berjalan masuk ke rumahnya berjalan cepat karena perasaan groginya jika melihat wajah cantik Ella.
"Aku tidak bisa selalu menghindar darinya. Apalagi dia tinggal di rumah Paman Josh , entah sampai kapan. Tapi aku selalu merasa aneh dengan tubuhku jika dekat dengannya. Apakah tidak bahaya untuk diriku sendiri jika terus merasakan perasaan ini ketika berdekatan dengannya?" batin Jerome ketika sudah masuk rumahnya dan bersandar di pintu rumah setelah ia tutup tadi.
__ADS_1
Ella yang sudh jelas bisa melihat rasa grogi Jerome hanya tersenyum karena baginya, lelaki itu masih lugu dan benar benar alami. Dalam 3 tahun berprofesi sebagai artis film blue, Ella sudah mengenal banyak pria yang hidung belang dan hanya melihat tubuhnya serta kecantikannya. Pasti ada maksud baik atas tindakan mereka jika ditunjukkan kepada Ella. Seringnya adalah merasakan tubuhnya.
Jadi, Ella seperti kembali merasakan cinta masa muda atau remaja padahal ia pun masih dibilang berada di masa itu , hingga bertemu Jerome dengan kejadian yang tidak ia duga yang membuat jiwanya kembali lagi.
Ella memutuskan untuk keluar mobil juga dan masuk rumah paman bibi Josh.
Jerome yang hatinya sudah mulai tenang dengan bersandar di pintu, melanjutkan langkah kakinya menuju kamar. Sampai ruangan pribadinya itu , ia langsung rebahan tubuhnya di ranjang.
"Enak sekali ranjang ku ini" lirih Jerome puas.
Beberapa saat bersantai dan memejamkan mata, ia teringat kertas biodata untuk year book kelulusannya. Jerome membuka mata lalu ia dudukan tubuhnya dan mengambil tas yang ada disampingnya. Ia ambil kertas itu dan ia baca lagi kolom yang bingung ia mau isi apa.
"Apa yang kamu ingat ketika bersekolah SMA?" pertanyaan dari kerta yang ia bawa.
"Aku harus jawab apa ya? Apakah aku harus jawab berteman dengan Ryno dan Zoy aja ya? Tapi gak seru banget kalau dibaca temen temen yang lain. Hmmm" gumam Jerome memikirkan isian dari pertanyaan itu.
Dengan kebingungan yang ia rasakan, seolah seperti ada daya tarik sendiri untuk ia menolehkan wajahnya menatap jendela kamar dan menembus pandangan menuju kamar Ella. Namun, tidak seperti tadi malam yang melihat ada wanita tidak memakai baju di kamar itu karena sedang berganti baju, malah kali ini ia melihat kamar kosong seperti hari hari sebelumnya.
"Kemana dia?" tanya Jerome pada dirinya sendiri menanyakan keberadaan Ella.
Seketika itu ia mengingat ciuman pertamanya dengan Ella dicafe apalagi di depan siswa badboy alias Roy. Ia tersenyum smirk dan puas sekaligus, karena menemukan jawaban atas pertanyaan di lembaran yang ia bawa.
"Aku sudah ada jawabannya!" seru Jerome bahagia sambil beranjak dari ranjang lalu menuju meja belajar untuk menuliskan jawabannya serta mengisi biodata secara menyeluruh.
Jerome menuliskan :
__ADS_1
"Hal yang paling kuingat ketika SMA adalah ciuman pertamaku dengan wanita pertama yang membuatku jatuh hati lalu disaksikan oleh badboy sekolahan yang berniat menggoda wanita itu"
Setelah menuliskan itu, Jerome merasa bangga dan lega lalu melanjutkan mengisi isian yang lain hingga selesai.