Terjerat Godaan Tetangga

Terjerat Godaan Tetangga
Prom Night


__ADS_3

Didalam mobil perjalanan menuju SMA Brooklyn, Ella dan Jerome sama sama diam tak mengeluarkan suaranya. Mereka sama sama gorgi karen beberapa hari ini tidak bertemu meskipun masih chatan setiap hari tapi tidak ada telepon.


Hingga sampai di parkiran sekolah, Jerome memulai percakapan.


"Ella, kamu benaran gapapa menjadi pasanganku di prom night?" tanya Jerome dengan tidak percaya diri takut wanita disampingnya ini terpaksa menerima ajakannya.


"Ya beneran lah. Kalau nggak beneran , aku ya gak akan ada disini, Jerome" jawab Ella.


"Syukurlah, aku takut kamu menyesal karena mau jalan bareng anak tidak populer kayak aku" sahut Jerome.


"Kata siapa kamu gak populer? Kamu inu populer tau, Jer. Aku tadi di kirim ibumu video saat kamu ngasih sambutan tadi, keren. Aku bangga bisa jdi pasangan prom night ketua angkatan" ucap Ella dengan tersenyum manis. Jerome pun akhirnya tersenyum juga.


"Ayo kita masuk" ajak Jerome lalu ia keluar mobil dan membukakan pintu Ella hingga wanita itu keluar dari mobilnya.


"Akan aku buat kamu makin populer malam ini" celetuk Ella yang berjalan bersama Jerome lalu tangannya ia kaitkan dengan tangan pria disampingnya seperti gengaman tangan.


Jerome pun menerima gengaman tangan Ella dengan senang hati. Mereka pun masuk ke acara prom night dengan bergandengan tangan.


Keramaian acara anak muda ini begitu nyata. Sudah terlihat banyak pasangan yang hadir di acara itu meskipun juga ada yang masih sendiri. Ruangan begitu hidup dengan suara musik yang bergema di segala penjuru ruangan.


"Wah rame banget ya acaranya" celetuk Ella.


"Ya ini namanya prom night" sahut Jerome.


"Ayo aku kenalin kamu ke teman temanku. Ada yang sangat ingin bertemu denganmu" ucap Jerome sambil menarik tangan Ella menuju sahabatnya yaitu Ryno dan Zoy.


"Hello, bro!"sapa Ryno yang belum menyadari Ella disamping Jerome.


"Hai, No. Sesuai janjiku , aku membawa Ella disini. Tapi cukup bersalaman saja, jangan lebih" sahut Jerome. Ryno yang langsung mengarahkan pandangannya ke wanita yang dibawa sahabatnya itu hanya bisa terpaku.

__ADS_1


"Hello, Ryno. Kita pernah bertemu sebelumnya yakan kenapa kata Jerome kamu ingin bertemu denganku lagi?" tanya Ella penasaran.


"Maaf, ketika kita ke cafe waktu itu aku belum menyadari kamu siapa dan sekarang aku menyadari memang kamu sangat cantik" jawab Ryno yang tidak henti hentinya menatap Ella dengan tatapan mesum.


"Udah udah, Ella adalah wanita milikku. Awas saja kamu menyentuhnya. Ya udah, aku ambil minuman bareng Ella. Selamat menikmati prom night kawan" ujar Jerome lalu menarik tangan Ella lagi menuju meja yang terdapat gelas gelas yang sudah berisikan minuman keras tapi minim alkohol dan ada minuman sirup biasa karena gelap Jerome tidak bisa melihat minuman yang ia ambil untuknya dan Ella hingga ia meminumnya.


"Sh*it! Ini minuman alkohol" umpat Jerome yang ketika merasakan rasa pahit dan panas di mulutnya. Ella tersenyum melihat keluguan Jerome ketika meminum alkohol.


"It's okay. Minumlah, biar badanmu lebih hangat Jerome. Sekali kali" sela Ella sambil meminum minumannya. Jerome pun menuruti ucapan wanita itu, ia pikir ya sudahlah hanya segelas kecil saja.


Setelah meminum minuman mereka, Jerome mengajak Ella berkeliling menikmati snack yang berada diruangan itu.


Disisi lain, dari pintu masuk ruangan terlihat Alexandra bersama Rora baru saja hadir. Roy yanh sedang bercanda dengan gengnya tidak jauh dari posisi pintu masuk melihat Rora yang terlihat mempesona dimatanya namun namanya juga seorang Roy tidak hanya memendam rasa itu namun ia kejar sampek dapat kecuali penolakan. Yah, meskipun Roy badboy, tapi dia tidak suka main paksa atau main kekerasan fisik tanpa persetujuan.


Mangkanya ketika di cafe saat bertemu Jerome dan Ella pertama kali bersama, awalnya ia berniat menggoda Ella namun wanita itu malah memberikan penolakannya dengan memberikan ciuman panas kepada Jerome. Ia pun tak berulah lagi dan memilih pergi dari hadapan kedua orang itu.


Roy berjalan menghampiri Alexandra dan Rora lalu menyapa mereka.


"Wow, kamu apakan Rora sampek bisa berubah mempesona begini, Ndra?" sapa Roy menggoda.


"Kamu mah emanh dasar mata keranjang. Lihat wanita cantik dikit gak tahan mau goda" sahut Alexandra.


"Hahahaa. Beneran, aku kira Rora adalah anak miskin yang tidak punya uang untuk menjadi cantik seperti ini" ejek Roy.


"Hust! Mulut mu emang pedas, Roy! Biarin kita senang senang dan cari pasangan yang mau berdansa dengan kita" ujar Alexandra.


"Kamu carilah Martin, sepertinya dia mencarimu dan aku akan bersama Rora" minta Roy membuat Alexandra mengangkat alisnya tak percaya.


"Aku tidak mau" sela Rora yang akhirnya mengeluarkan suara.

__ADS_1


"Oh ya? Beneran kamu tidak mau? Okay, sebentar. Aku akan berbicara dengan temanmu ini" ucap Roy sambil menarik tangan Alexandra untuk mengikutinya agak menjauh dari posisi Rora karena ia ingin mengatakan sesuatu.


"Apasih narik narik, Roy?" kesal Alexandra.


"Kamu tau kan jika dia berutang padaku $6500? Biarkan aku bersamanya di acara ini daripada aku bongkar kenyataan jika dia pencuri di acara ini" ancam Roy.


"Kurang ajar ya! Emang kamu gak punya rasa kasihan sama dia? Kan kita sepakat akan ngomongin ini baik baik ketika acaranya selesai?" tolak Alexandra dengan permintaan Roy.


"Iya kita akan menginterogasinya bersama tapi itu uangku dan aku berhak mengambilnya sewakti waktu pada pencuri itu" ujar Roy.


"Sialan, kamu ya Roy. Awas saja kamu menyakitinya" ancam balik Alexandra yang dibalas senyuman smirk oleh Roy. Alexandra lalu berjalan kearah Rora yang masih berdiri di posisinya menunggu sahabatnya itu datang. Roy pun mengikuti langkah Alexandra.


"Rora, maafkan aku. Benar kata Roy, jika acara ini seumur hidup hanya terjadi sekali. Aku ingin bersama Martin, kamu sama Roy aja ya. Dia sekarang udah berubah kok selama aku kerja sama jadi panitia bareng dia" bujuk Alexandra yang terpaksa berbohong dengan perasaanya yg tidak rela jika Rora akan diapa apakan oleh Roy, tapi mau gimana lagi daripada nama baik Rora akan tercemar seangkatan dan menjadi ingatan buruk untuk teman teman terhadap gadis malang ini.


"Tadi katamu, ketika mengajakku datang kesini akan menemaniku, Ndra. Kok malah ditinggal?" protes Rora yang masih belum sadar jika sahabat dan temannya ini sudah tau kesalahan besarnya mencuri uang panitia kelulusan. Tapi Rora yang memang ada rasa bersalah pada semua teman temannya apalagi panitia acara ini , berusaha menahan malunya demi kesehatan sang ibu dan berniat jujur ketika acara kelulusan seluruh nya sudah selesai.


"Hmmm, maafkan aku. Ayo kita bersenang senang saja, hari ini Rora. Roy juga cukup tampan" bujuk Alexandra lagi dengan terpaksa.


Roy hanya menunggu keputusan dari gadis yang ia inginkan untuk prom night malam ini.


"Ya sudahlah. Aku menghargai usahamu untuk membawaku kesini. Lagian memang sepertinya martin menyukaimu sejak lama. Aku tidak ingin merusak malam prom night mu" sahut Rora oada akhirnya menyetujui usulan sahabatnya itu.


"Okeey, thank youu bestie. Selamat bersenang senang" ucap Alexandra sambil memeluk Rora sesaat sebelum ia berjalan meninggalkan gadis itu bersama Roy.


"Maafkan aku, Rora. Semoga kamu tidak diapa apakan oleh pria breng*** itu" batin Alexandra merasa bersalah.


Akhirnya Roy mendapatkan mangsanya, Aurora alias Rora untuk menemaninya selama acara prom night ini.


Note 📝: Kisah Roy dan Aurora akan diceritakan di novel lainnya yaa, ceritanya disini berhenti hingga mereka menjadi pasangan prom night kelulusan.

__ADS_1


__ADS_2