Terjerat Godaan Tetangga

Terjerat Godaan Tetangga
Pemanasan gairah


__ADS_3

Setelah makan malam, Jerome mengantar Ella pulang meskipun hanya ke sebelah rumahnya.


"Terima kasih kamu sudah bantu ibu ku masak makanan yang lezat" ucap Jerome ketika sudah berada didepan rumah Ella.


"Iya sama sama. Aku senang makan bersama mu dan keluargamu" sahut Ella dengan senyuman tulus.


"Ya sudah, aku mau kembali ke rumah. Aku telepon kamu kalau udah sampek kamar ya. Aku akan menceritakan apa yang aku alami hari ini disekolah" ujar Jerome.


"Hmmm, apa gak lebih baik kamu ceritain langsung aja di rumahku. Kalau kamu mau sih" tawar Ella.


Jerome jadi berfikir aneh aneh karena tawaran Ella itu.


"Apa dia akan berbuat aneh aneh padaku? Tapi meskipun dia akan berbuat sesuatu padaku selama tidak sampai berhubungan , mungkin tidak masalah. Apalagi aku juga capek banget, pingin dia perhatiin" batin Jerome.


"Hmm, okedeh" sahut Jerome.


Ella pun mengajak pria 2 tahun lebih muda darinya itu untuk masuk ke rumah paman bibi Josh.


"Kamu mau minum apa?" tanya Ella yang masih berdiri sedangkan Jerome sudah duduk di ruang tamu.


"Terserah, apapun yang kamu buat pasti enak" jawab Jerome.


Ella pun tersenyum lalu ia berjalan menuju dapurnya dan membuatkan es Sirup. Beberapa saat kemudian dia berjalan ke arah Jerome dengan membawa sirup berwarna merah.


"Minumlah" ucap Ella menyodorkan gelas yang ia bawa.


"Terima kasih, El" sahut Jerome sambil menerima minuman untuknya dan meminumnya hingga habis.


"Kok dihabisin langsung , mau lagi?" tanya Ella heran.


"Hmm, gak perlu. Hawa nya panas aja disini hehe" jawab jujur Jerome karena dia lagi grogi berduaan sama Ella di tempat beberapa hari yang lalu mereka berciuman setelah pertengkaran hebat pertama terjadi.


"Mau ke kamar ku, Jer? Disana ada AC nya" ajak Ella.


Wajah Jerome langsung memerah karena dia malu dan sudah berfikir kemana mana.


"Gak perlu El. Jujur hawa panas ini mungkin karena aku berduaan sama kamu. Aku belum bisa ngontrol tubuhku kalau deket sama kamu kayak gini apalagi berdua. Tapi aku juga gak mau ngelanggar komitmenku untuk tidak berhubungan badan denganmu sebelum aku lulus" ucap Jerome dengan lesu namun Ella yang mendengarnya menyeringaikan senyumannya.


Ia pun duduk mendekat sampai disebelah Jerome yang sedang grogi dan bulir keringat yang mulai muncul di keningnya. Jari Ella terangkat menyentuh bulir keringat itu hingga hilang dari kening Jerome.


"Aku tau yang kamu rasakan. Aku pun juga sama, Jer. Aku menghargai komitmen mu itu, tapi apakah kamu tidak ingin mencium ku dulu?" goda Ella dengan tatapan yang sungguh membuat Jerome tak berdaya.


Mata biru itu sangat menginginkan wanita bermata coklat didepannya.


"Apakah kita bisa melakukan pemanasan dulu sebelum benar benar melakukannya seminggu lagi, El?" tanya Jerome dengan hasrat yang sudah mulai tak tertahan.


Ella lagi lagi tersenyum mendengar pertanyaan lugu Jerome.


"Jika kamu mau, kita akan melakukan pemanasan yang kamu inginkan Jer" jawab Ella dengan senyum manis menggoda.


Jerome pun menganggukan kepalanya menandakan iya dia menginginkan hal itu.


"Bolehkah aku mencium mu?" tanya Jerome lagi lagi ia tidak berani mencium tanpa izin seperti ia lakukan ketika marah beberapa hari yang lalu dan ciumannya tidak mendapatkan respon.

__ADS_1


"Lain kali kamu gak usah izin kalau mau cium aku selama dalam keadaan gak marah kayak hari itu ya" jawab Ella sambil senyum dan dibalas senyuman oleh Jerome.


Berlahan tapi pasti wajah Jerome mendekat kearah wajah wanita didepannya dan bibirnya ia letakkan diatas bibir wanita itu.


Ciuman yang tidak lagi sebatas kecupan namun ciuman yang mendamba. Ella mengalungkan kedua tangannya ke leher Jerome dan tangan pria muda itu pun ikut ia kalungkan di leher wanita yang ia cium.


Ciuman semakin dalam ketika salah satu tangan Ella menekan kepala Jerome agar lebih bergairah.


Deru nafas mereka saling bersautan ketika ciuman itu terlepas untuk mengambil nafas sejenak lalu mereka berciuman lagi dengan lembut pelan dan sangat bergairah.


Ella turunkan tubuhnya pelan hingga terlentang di kursi sofa ruang tamu itu. Jerome pun mengikuti gerakan wanita yang ia cium dan membuat tubuhnya berada diatas Ella.


Ciuman belum terlepaskan , salah satu tangan Jerome yang ia gunakan untuk menumpu badannya disamping tubuh Ella, tiba tiba ada yang mengambilnya dan membuat tubuhnya oleng hingga menimpa tubuh wanita dibawahnya.


"Aaakh, maaf!" seru Jerome panik sambil meletakkan tangan yang tadi terangkat untuk bertumpu lagi di sofa. Ella hanya terkikih karena Jerome jatuh di tubuhnya ya karena ulah dirinya sendiri.


"Kenapa kamu ambil tanganku, El? Aku jadi tidak seimbang" lanjut Jerome dengan nafas tersenggal senggal.


Ella tersenyum smirk karena memang ia sengaja mengambil tangan Jerome untuk ia letakkan di aset kembarnya.


"Aku mau tanganmu merasakan sesuatu yang ada ditubuhku, Jerome" jawab Ella membuat Jerome belum mengerti apa yang dimaksud dengan sesuatu ditubuh wanita itu.


"Hah?" ucap Jerome polos.


"Hahahaahha, dasar pria lugu. Aku mau kamu megang payu**ra ku, Jerome" sahut Ella dengan ketawa namun membuat Jerome menatap tajam kearahnya.


"Apa kamu serius aku boleh memegangnya?" tanya Jerome memastikan.


"Iyaa, jadi coba angkat salah satu tanganmu dan letakkan di dadaku" jawab Ella sambil memegang salah satu tangan Jerome dan ia angkat kembali hingga bisa menyentuh dadanya.


"Mainkan lah sesukamu, tapi jangan terlalu keras meremasnya" ingat Ella.


Jerome pun tersenyum lalu ia dekatkan wajahnya lagi dengan wajah Ella untuk mencium wanita itu sambil mengerakkan salah satu tangan di aset kembar dibawahnya.


Ella menerima ciuman Jerome dengan gairah yang memang sudah membuat tubuhnya panas. Lalu salah satu tangannya mencari sesuatu yang sepertinya keras menyentuh paha nya.


Greeep!


Tangan Ella sudah menyentuh sesuatu yang keras itu ternyata adalah bird milik Jerome tapi masih terbungkus kain celana.


"Aaakh, jangan El!" seru Jerome terkejut ketika birdnya dipegang oleh Ella.


"Kenapa? Aku tidak akan memasukannya ke milikku karena kamu tidak menginginkannya saat ini. Aku hanya memegangnya, Jerome. Apakah aku menyakitimu?" tanya Ella.


"Hmmm, tidak. Kamu tidak menyakitiku tapi aku takut dengan sentuhanmu di bird ku, membuat ku tak bisa menahan diri. Please, jangan dipegang" minta Jerome membuat Ella serba salah.


"Yasudah, aku tak akan memegangnya lagi jika tidak kamu izinkan" sahut Ella dengan sendu dan anehnya membuat Jerome pun merasa bersalah.


"Apa aku biarkan saja dia memegangnya selama birdku tidak masuk ke miliknya maka aku tetap bisa melakukan hubungan itu ketika setelah wisuda?" batin Jerome.


"Hmm, maafkan aku Ella. Tapi melihat wajahmu seperti ini , aku merasa bersalah karena kamu memperbolehkan ku menyentuh gundukan milikmu namun kamu tak boleh memegang aset milikku. Jika kamu ingin memegangnya, pegang saja" ucap Jerome membuat Ella melebarkan senyumnya lagi.


Tanggan Ella pun memegang bird milik Jerome dan membuat Jerome memejamkan mata merasakan gairahnya semakin memuncak ketika sentuhan tangan Ella ia rasakan pada birnya.

__ADS_1


"Aaakh, Ella!" desa**n Jerome pun keluar.


Dengan gairah yang semakin panas dan membakar dirinya, Jerome pun menyelundupkan tangannya kedalam dress Ella dari bawah dan menyentuh inti bawah wanita itu.


"Aaakh, Jerome! Kamu belajar dari mana naruh tanganmu di milikku?" tanya Ella tak percaya namun ia menyukai gerakan tangan Jerome di aset inti bawahnya.


"Naluri lelaki" jawab singkat Jerome lalu membungkam mulut Ella dengan ciumannya.


Mereka melakukan pemanasan yang benar benar membuat mereka basa oleh keringat. Hingga tak terasa mereka berganti posisi dimana Jerome duduk disofa dan Ella duduk dipangkuan pria itu saling berhadapan.


Sesuatu yang mengeras dari celana pendek Jerome Ella rasakan di pan**t nya. Mereka berciuman hingga bermain lidah dalam mulut mereka.


Kedua tangan Jerome , ia letakkan di kedua pan**t Ella seperti memegang bagian itu agar tidak banyak bergerak karena akan membahayakan birdnya yang makin ingin meronta ronta untuk dikeluarkan.


"Aaakh, Ella! Ciumanmu membuatku tak kuat lagi" seru Jerome disela sela mengambil nafas dan menatap wajah Ella yang juga memerah serta dialiri keringat.


"Apakah kita bisa melakukannya sekarang, Jerome? Aku juga sudah tidak tahan" minta Ella dengan tatapan penuh harap.


"Hmm, tidak. Kita tahan dulu sampai seminggu lagi ya" ucap Jerome menolak permintaan Ella.


"Tapi kita sama sama nanggung belum melakukannya sampai selesai" bujuk Ella dengan tatapan yang masih mengharapkan penyatuan hasrat dengan Jerome.


"Aku bisa bermain sendiri di kamar mandi, setelah ini" ucap Jerome.


"Terus aku?" sahut Ella tidak terima.


"Apa yang bisa aku lakukan untuk memuaskanmu sementara?" tanya Jerome.


"Hmm lakukan apapun pada tubuhku hingga aku sampek puncak" ujar Ella.


"Okey, sesuai permintaan kamu Ella. Arahkan aku menyentuh tubuhnya yang sensitif" ucap Jerome.


Ella pun tersenyum, lalu salah satu tangan Jerome ia ambil dan ia letakkan di bagian intinya lagi dari bawah dress hingga menembus cd nya. Wanita itu mengarakan jari Jerome untuk bergerak keluar masuk miliknya dengan pelan dan lembut, ia bisa merasakan itu disetiap sentuhan Jerome.


Beberapa saat kemudian, Ella merasakan ada yang ingin keluar dari miliknya karena gerakan Jerome dan akhirnya keluar lah cairan puncak dari pemanasan gairah dengan pria muda yang memangkunya.


"Aaaakh!!! Jeromee!! Aku menyukainya!!" seru Ella bersamaan hasratnya sudah tersampaikan.


Jerome pun merasakan cairan itu mengenai kulit pahanya ketika Ella berdiri dari pangkuannya.


Wanita itu mengambil tissue di meja ruang tamu dan membersihkan cairannya yang jatuh di kulit Jerome dan sofa hingga tetesan di lantai.


Jerome tersenyum melihat kepuasan diwajah Ella ketika sudah selesai membersihkan cairan hasrat yang tumpah di tempat yang belum pas atau ditempat yang tidak semestinya.


"Thank you Jerome" ucap Ella ketika mendudukan dirinya disamping pria muda itu.


"Your welcome, Ella. Sepertinya aku harus pulang dan akan menyelesaikannya sendiri" sahut Jerome lalu ia berdiri dan melangkah keluar rumah paman bibi Josh.


Namun langkahnya terhenti ketika mendengarkan tawaran Ella.


"Apakah perlu aku membantumu menyelesaikannya?" goda Ella sambil senyum smirk dengan posisi yang masih duduk di sofa sedangkan Jerome sudah didepan pintu dan akan memutar ganggang pintunya.


"Tidak terima kasih, El. Aku akan menunggu seminggu lagi" ucap Jerome dengan senyuman lalu ia keluar rumah itu dan menuju rumahnya.

__ADS_1


"Aaaaaaakh, anak muda sekarang memang menggoda, tapi kan aku juga masih muda jadi memang kita saling menggoda" lirih Ella ketika Jerome sudah keluar dari rumah yang ia tinggali itu.


__ADS_2