Terjerat Godaan Tetangga

Terjerat Godaan Tetangga
Main tarik ulur


__ADS_3

Setelah keluarga Jerome sarapan bersama, pria muda itu izin kembali ke kamarnya terlebih dahulu karena akan segera berangkat ke sekolah. Alex dan Phila pun izin untuk pergi ke kamar mereka juga karena akan berangkat kerja.


"Biarkan saja bekas masak dan alat piring setelah makan di tempat cuci piring, El. Jam 10 ada bibi yang bersihin rumah. Kita ke kamar dulu ya, kamu bisa nonton tv atau melakukan apapun yang kamu sukai disini yang penting tidak merusak rumah tante ya hahaha" canda Phila.


"Siap, tante. Aku taruh semua perlengkapan dapur yang kotor di tempat cuci piring aja tante. Itu masih ada piring dan alat alat habis masak tadi belum diberesin" sahut Ella.


"Oke, makasih banyak ya atas bantuan masak sarapan pagi ini. Kayaknya tante sama om akan sering sering ngajak makan kamu disini selama paman bibi mu belum datang" ucap Phila.


"Sama sama tante. Ella yang seharusnya terima kasih banyak sudah boleh numpang makan disini" ujar Ella.


"Hahaa bereeees, makanmu juga gak banyak. Kita masih bisa lah ngakak kamu makan tiap hari. Yaudah, tante ke kamar dulu ya" pamit Phila lalu meninggalkan Ella di dapur sekaligus ruang makan rumahnya sendiri.


Ella pun membereskan barang barang kotor yang harus ia pindahkan ke tempat cuci agar terlihat bersih di dapur dan meja makannya. Namun karena ia bingung mau ngapain lagi, ia pun memilih mencuci piring dan alat alat dapur yang kotor itu menggunakan mesin cuci piring otomatis dibawah tempat cuci atau westafel dapur. Setelah ia pindahkan yang perlu dicuci di mesin cuci piring hingga penuh dan menyisakan alat alat masak yang terbuat dari aluminium dari berukuran lumayan besar, ia memilih membersihkan sisanya dengan tangannya sendiri di tempat cuci piring tradisional alias cuci piring pake tangan sendiri.


Mesin cuci piring memang praktis namun memerlukan waktu yg lama sekitar 30 menit karena penuh dan membuat Ella berfikir apa yang bisa ia lalukan sambil menunggu.


"Apa Jerome sudah selesai mandi dan siap siap berangkat sekolah ya? Aku samperin aja deh, sekalian menggoda pria lugu itu" lirih Ella sambil tersenyum smirk.


Ella pun melangkah kan kakinya menuju lantai 2 dan karena posisi kamar Jerome sama seperti posisi kamar yang ia tempat di rumah paman bibi Josh, dengan mudah Ella menemukan kamar Jerome.

__ADS_1


Tok..tok...tok...


Ella mengetuk pintu kamar yang bertuliskan stiker Jerome Matthew beberapa kali karena mengingat dirinya juga harus tetap sopan sebelum menggoda secara berkelas pria muda itu.


3 kali ketukan tidak ada sahutan, namun ketika akan mengetuk yang keempat, tangan Ella melayang karena pintu sudah terbuka dan menampilkan dada seorang pria yang terlihat karena kancing bajunya belum dibenarkan oleh yang makai.


Dengan rambut basahnya juga, Jerome berhasil membuat Ella terpaku ditempat melihat dari bawah keatas penampilan Jerome yang acak acakan tapi tampan di matanya.


"Niat menggoda dia eh aku malah yang tergoda" batin Ella.


Lalu beberapa saat melamun, suara Jerome membuat ia sadar.


"Hmm, maaf. Aku cuma mau menawarkan apakah, kamu mau aku antar sekolah lagi?" tanya lembut Ella.


"Tidak perlu, El. Nanti aku menjadi omongan teman temanku karena mendekati wanita cantik seperti mu" tolak Jerome.


"Kan lebih baik temanmu mengetaui bahwa kamu bukan lelaki culun yang tidak bisa mendekati wanita kan. Kamu bisa membanggakan diri dengan berdekatan denganku atau pamer jika aku adalah pacarmu" saran Ella.


"Tapi aku tidak suka kamu digoda para lelaki, Ella" batin Jerome.

__ADS_1


"Tidak, terima kasih. Aku senang mereka menganggapku pria culun atau lugu namun mereka juga tau prestasi san kepintaranku. Aku tidak ingin dicap sebagai pemain wanita" ucap Jerome yang masih menolak tawaran Ella.


Merasa mendapatkan penolakan dari Jerome, Ella memilih untuk mengalah. Ia pikir saat ini harga diri pria muda itu lebih tinggi dari gairahnya. Sebagai wanita yang berpengalaman dalam menaklukan lelaki, ia tau cara jitu menarik pria yang sok jual mahal pada dirinya padahal kata banyak orang wajah dan tubuhnya menggoda.


"Kamu memang minta tarik ulur ternyata, Jer. Okay, aku mainkan" batin Ella sambil tersenyum smirk tipis menatap Jerome yang masih menatap datar kepadanya.


"Baiklah. Aku merasa kamu memang tidak suka aku disekitar mu. Aku tidak akan berusaha mendekati mu lagi, Jerome. Aku hanya suka bagaimana caramu memandangku pertama kali. Ketika kita berkenalan malam malam karena kamu telah mengintipku. Entah apa yang membuatmu tidak menyukaiku, mungkin aku bukan wanita baik untukmu. Aku akan pulang kerumah orang tuaku. Kamu bisa bebas tanpa kehadiranku lagi disekitarmu atau orang tuamu. Bye bye, Jerome" ucap Ella mencoba meninggalkan Jerome dengan memberikan rasa bersalah pada pria itu. Ia yakin bahwa Jerome akan mencarinya ketika merasa bersalah membuatnya pergi dengan perasaan sedih.


Jerome pun tak bersuara menatap Ella melangkah turun ke lantai 1 dan pergi keluar dari rumahnya.


"Memang lebih baik, kita tidak bertemu atau bersama saat ini, Ella. Aku belum pantas untukmu" lirih Jerome dengan sendu lalu ia tutup pintu kamarnya lagi dan melanjutkan membenarkan pakaiannya serta mempersiapkan tas yang akan ia bawa kesekolah.


Setelah siap berangkat sekolah, Jerome turun dan akan pergi menggunakan mobilnya. Namun sebelum keluar, Phila membawa kotak bekal untuk putranya yaitu pancake waffle yang dibuat oleh Ella tadi.


"Bawalah. Ibu dan ayah juga bawa untuk cemilan siang. Hati hati sekolahnya sayang" ucap Phila lalu mencium pipi putra semata wayangnya.


Jerome pun tak bisa menolak, ia menerima bekal yang diberikan ibunya untuk ia bawa kesekolah.


"Bye bye ibu. Aku berangkat sekolah dulu!" seru Jerome ketika akan menjalankan mobil menjauh dari rumahnya.

__ADS_1


__ADS_2