
Setelah saling peluk dan menumpahkan rasa sedih antar teman itu, Jessie membantu Ella untuk memakai kembali bra dan cd wanita telan**** didepannya. Jessie pun berdiri menuju lemari yg ada di studio dimana baju yang dipakai Ella tadi diletakkan disitu.
Tanpa berkat apa apa lagi, Ella langsung memakai baju yang dikembalikan Jessie lalu memungut uang yang ada diranjang dan dibantu oleh temannya itu. Setelah 15 menitan mengumpulkan $5000 yang berhamburan di ranjang dan lantai, Ella memberikan $2500 untuk Jessie.
"Ini uang untuk mu, Jes. Kamu adalah teman yang baik serta wanita yang baik juga. Jika uang ini bisa membantumu untuk meinggalkan industry ini, aku akan bahagia melihatmu hidup normal. Kita seumuran jadi, masa depan kita masih panjang. Tapi jika uang ini tidak cukup membuatmu ingin pergi dari sini, gunakan untuk kebutuhanmu sehari hari saja atau kamu tabung" jelas Ella sambil memberikan setengah uangnya pada Jessie.
Lagi lagi J pun menangis terharu dengan sikap dan kebaikan Ella.
"Huhu, makasih banyak D. Akan aku pertimbangkan dan mencari tempat kabur terbaik sehingga terlepas dari dunia gelap ini" sahut Jessie dengan isakan tangis.
"Wanita baik. Sampai berjumpa di dunia yang lebih baik ya" ucap Ella sambil memeluk Jessie sesaat lalu ia lepaskan dan berjalan keluar studio hingga keluar apartement sebelum itu ia ambil tasnya di kursi ruang tamu.
Setelah keluar apartemen Mr Y, Ella mengendarai mobilnya menuju rumah paman bibi Josh. Suasana sudah mulai gelap ternyata. Wanita itu menyetir dengan tatapan kosong namun masih bisa menyetir sesuai jalan yang dilalui.
Sampai rumah yang ia tinggali saat ini, Ella langsung mandi dan membersihkan dirinya sendiri. Selama ia menjadi artis blue karena alasan dendam pada ayahnya, ia tidak keberatan di syuting dalam keadaan telan**** dan bermain dengan pria di ranjang. Namun kali ini karena memang dia sudah tidak ingin menjadi artis blue karena dendamnya sudah terbalaskan, Ella merasa dirinya kotor dan merasa bodoh , kok bisa diperdaya oleh mantan produsennya itu.
Ella menangis dibawah shower. Apakah ini balasan atas perbuatannya kepada ayahnya?
Mandi sejam membuat tubuh Ella merasa segar kembali meskipun ia merasa masih lemah dan tak berdaya serta tak bersemangat lagi mengingat dirinya sudah dijebak oleh Mr Y dan melakukan syuting film tanpa persetujuannya sebelum dilakukan.
Karena kelelahan menangis dan meratapi nasib, Ella pun tertidur di ranjangnya dengan posisi meringkuk.
.
Jam 7 malam, Jerome baru saja diantar Ryno dan Zoy pulang dari toko buku. Bertepatan makan malam bersama ayah ibunya.
Ditengah menyantap dinner bersama keluarga, Phila menanyakan keberadaan Ella karena wanita itu menghubungi sebelum makan malam untuk mengajak wanit muda itu bergabung. Phila tau jika Ella tinggal sendiri dirumah paman bibinya, makanya ia berniat mengajak makan malam bersama eh tidak ada jawaban.
"Jer, kamu tau Ella dimana? Tadi mami pulang kerja sih mobilnya belum ada didepan. Barusan kamu masuk rumah apakah udah ada mobilnya didepan?" tanya Phila.
"Aku pulang , mobilnya udah ada didepan" jawab cuek Jerome sambil menikmati makan malamnya.
"Apa dia sakit ya? Kok gak angkat telepon atau balas pesan dari ibu?" Phila menjadi khawatir. Sebenarnya Phila sangat ingin mempunyai anak kedua dan itu perempuan namun kesehatan rahimnya tidak memungkinkan hal itu. Makanya, melihat Ella yang cantik dan baik, sudah ia anggap seperti putrinya sendiri.
"Ibu kenapa jadi tanya ke anak kita keberadaan Ella? Kan mereka beda tempat, sayang" sela Alex membela putranya yg sepertinya merasa risih ditanya tentang wanita tetangga.
"Maaf yaa. Ibu cuma khawatir aja. Namanya juga anak wanita sendiri dirumah, sayang. Aku bayangin aja kalau punya putri sendirian dirumah gitu, takut kalau sakit gak ada yg melihat kondisinya" sahut Phila dengan sendu.
Alex pun berusaha memahami perasaan istrinya. Setelah menghembuskan nafas kasar, ia pun berkata "Jerome, tolong lihat kondisi Ella ya. Ibu mu takut kalau ada apa apa sama dia. Kamu lihat aja dan pastiin kalau dia baik baik saja , lalu pulang lah" minta Alex yang memang sangat menyayangi Phila sehingga ia berusaha memahami apa yang diinginkan istrinya itu. Ia pun tau kondisi rahim Phila, sehingga ia tidak ingin mengungkit penyakit lalu istrinya yg membuat tidak bisa memiliki anak lagi alias rahimnya diambil.
Dengan terpaksa Jerome pun mengiyakan perintah ayahnya, padahal hari ini ia berusaha tidak memikirkan atau mengkhawatirkan keberadaan Ella , eh ternyata orang tuanya malah menyuruh dia untuk tau dan peduli.
__ADS_1
Jerome menyelesaikan makannya lalu izin untuk pergi ke rumah tetangga. Ia sudah didepan pintu rumah paman bibi Josh dan menekan bel beberapa kali namun tidak ada jawaban. Kemudian ia ketuk beberapa kali juga tidak ada sahutan.
Lalu ia memberanikan diri memutar ganggang pintu rumah tersebut , ternyata tidak terkunci.
Jerome langsung berjalan menuju kamar yang berada diseberang kamarnya. Saat ini ia sudah berdiri di mana ia yakini sebagai kamar Ella. Ia ketuk berkali kali namun tidak ada jawaban. Karena tidak mau lama menunggu di luar pintu, ia putar ganggang kamar tersebut dan tidak terkunci.
"Permisi, Ella. Kamu disini kah?" panggil Jerome dengan lirih dan belum bisa melihat isi kamar karena semua rumah itu gelap termasuk kamar Ella. Pria muda itu pun memberanikan berjalan mendekati ranjang. Dengan cahaya redup dan disinari cahaya lampu dari rumahnya, ia bisa melihat wanita meringkuk di ranjangnya.
Jerome mendekat dan duduk disamping Ella diatas ranjang.
"Hey, kamu tidak apa apa Ella?" tanya Jerome.
Tapi lagi lagi Ella tidak bersuara.
"Ella, apakah kamu sakit?" tanya Jerome lagi dengan menahan hasrat ingin menyentuh kening Ella untuk mengecek suhunya namun ia urungkan karena nanti dikira pria cabul.
"Ella, bangun Ell. Ibu ku tanya tentang kamu apalah kamu udah makan?" tanya Jerome lagi namun tidak ada sahutan sama sekali. Tapi tiba tiba Ella merengkuh pinggang Jerome dan ia letakkan kepalanya di paha pria muda itu agar mudah memeluk tubuh seseorang yang dari tadi sudah memanggilnya.
Seketika tubuh Jerome kaku dan tak bergerak menerima pelukan Ella di tubuhnya.
"Biarkan aku memeluk seperti ini beberapa saat, aku capek. Aku butuh ketenangan" lirih Ella dengan suara lemas dan terdengar sekali jika ia habis menangis.
Jerome pun tak berkutik dan membiarkan Ella memeluknya karena ia pun suka dipeluk wanita itu. Karena ia lelaki juga, ia bisa merasakan keinginan untuk menyentuh Ella. Ia ingin menyentuh kepala wanita itu dan mengelus elus rambutnya.
"El, apakah aku boleh menyentuh rambutmu dan mengelus elusnya?" tanya Jerome dengan lirih namun Ella masih bisa mendengar.
"Boleh" jawab singkat Ella yang makin mengeratkan pelukannya hingga ia bisa mencium aroma baju Jerome.
Tangan Jerome pun terangkat menyentuh rambut wanita yang memeluknya dan ia elus elus dengan lembut.
"Rambut mu halus sekali" puji Jerome.
"Hmmm, tadi aku habis kramas" sahut Ella.
"Mangkanya wangi rambutmu membuat hidungku mencium aroma itu" ucap Jerome.
"Apakah kamu mau mencium rambut ku dan mengirup aroma shampooku?" tanya Ella yang membuat Jerome kembali gugup.
"Ya mau lah, tapi aku takut makin suka sama kamu Ella" batin Jerome.
"Jer, apakah kamu ingin mencium rambutku?" tanya ulang Ella karena Jerome hanya diam saja tidak menjawab pertanyaanya.
__ADS_1
"Hmmm, kalau kamu mengizinkan" jawab Jerome lirih dan berharao Ella akan memperbolehkannya kalau tidak, ia akan semakin malu.
"Boleh" ucap singkat Ella sebagai tanda persetujuan.
"Beneran boleh?" tanya Jerome memastikan.
"Iya boleh, Jer" jawab Ella yang masih setia memeluk pinggang Jerome.
Pria muda itu pun mendekatkan wajahnya ke rambut Ella , sehingga tubuhnya membungkuk dan mencium serta menghirup aroma wangi dari rambut wanita dibawahnya ini beberapa saat.
"Wangi sekali" batin Jerome yang sepertinya terlena dengan aroma dari rambut Ella.
"Jer" panggil Ella membuat Jerome pun menghentikan ciuman dari kepala wanita itu.
"Maaf, kelamaan ya?" tanya Jerome salah tingkah.
Ella pun meluruskan tubuhnya yang dari tadi miring untuk memeluk Jerome dan saat ini menatap wajah pria muda itu dari bawah di kegelapan kamarnya tak menghalangi warna biru mata Jerome terlihat oleh mata coklatnya.
"Cium aku, Jerome" minta Ella.
"Apa?" tanya Jerome tak percaya apa yang diminta wanita yang masih meletakkan kepala di pahanya sebagai bantal.
"Cium aku" minta Ella lagi.
"Hmmm, kamu yang meminta" jawab Jerome lalu menundukkan kepala hingga bibirnya menyentuh bibir Ella dibawahnya.
Tangan Ella pun terangkat dan mendorong leher Jerome lebih dekat dengan wajahnya lalu membuat ciuman mereka lebih dalam.
Lidah kedua anak muda itu saling bertautan dan hawa panas menghampiri mereka. Hingga Jerome kehabisan nafas baru ia jauhkan wajahnya dari wajah Ella dengan tangan wanita itu masih berada di leher Jerome.
Nafas berderu diantara mereka pun terdengar.
"Nafasku habis" keluh Jerome membuat Ella dibawahnya pun tertawa kecil lalu ia dudukan tubuhnya berhadapan dengan Jerome.
"Kamu harus berlatih menahan nafas mulai sekarang, karena mungkin aku akan sering meminta mu menciumku, Jerome" ucap Ella dengan menggoda.
Lagi lagi Jerome yang masih lugu itu pun tak percaya dengan perkataan Ella yang baginya frontal.
"Hmmm, maafkan aku Ella. Sepertinya aku tidak bisa selalu mencium atau menerima ciuman mu karena bird ku sudah mengeras ketika melakukan hal ini, seperti sekarang. Aku harus kembali ke rumah" ucap malu malu Jerome lalu ia berusaha berdiri dari ranjang namun dihentikan oleh Ella.
"Aku bisa mengatasinya dan membuatmu puas" ujar Ella sambil berusaha meraih resleting celana Jerome namun dihentikan oleh pria itu.
__ADS_1
"Berhenti, Ella! Aku bukan pria yang mudah melakukan hal seperti itu dengan wanita! Aku akan pulang dan bilang kamu baik baik saja agar ibu ku tidak khawatir" tegas Jerome lalu ia pun berdiri dari ranjang Ella dan berjalan kelur rumah.
"Pria yang lugu yang mungkin membuatku tertarik denganmu , Jerome. Terima kasih kamu sudah memberikan kenyamanan di hatiku malam ini dari luka yang kudapatkan sore ini" lirih Ella sambil tersenyum melihat Jerome sudah tak bisa ia lihat lagi dihadapannya.