
Jerome yang berlari masuk rumahnya karena hatinya sedang tidak baik baik saja.
"Astaga! Apa yang baru saja aku lakukan dengan Ella?" lirih Jerome sambil memegang dadanya bersandar di pintu rumah.
Alex yang berniat berjalan menuju kamarnya pun heran melihat putranya berdiri di depan pintu.
"Ngapain kamu disitu, Jer? Gimana Ella , dia ada dirumah?" tanya Alex.
"I..iya. Dia ada dirumah, Yah. Kayaknya kecapean sampek tidur pulas" bohong Jerome.
"Oh ya sudah, semoga besok pagi bisa sarapan bareng. Ibu mu begitu menyukai dia" sahut Alex lalu melanjutkan jalannya menuju kamar.
Jerome pun berjalan menuju kamarnya dan melihat ibunya sedang telepon dengan seorang yang tanpa ia ketahui ternyata Ella yang baru bisa menerima telepon wanita berumur hampir 50 tahun itu.
"Ya, besok kamu datanglah kesini ya. Kita sarapan bersama" ajak Phila kepada lawan bicaranya di telepon.
"Baik, tante. Saya akan bantu tante nyiapin sarapan juga" sahut Ella.
"Ya sudah, istirahat dulu sudah malam" pamit Phila.
"Baik tante, Ella tidur dulu ya. Tante juga semoga tidurnya nyeyak" ucap Ella.
"Makasih Ella, doanya. Good night" balas Phila.
"Good night, tante Phila" sahut Ella.
Lalu telepon diantara mereka pun berhenti.
Setelah masuk kamarnya, Jerome langsung menuju kamar mandi dan menguyur tubuhnya tanpa melepas baju.
"Aaakh! Ellaaa kamu membuatku menjadi pria yang tidak baik seperti Ryno yang suka membayangkan begituan!" seru Jeroma dalam kamar mandi, untungnya ruangannya itu kedap suara sehingga tidak sampai didengarkan orang tuanya.
Pria muda yang sudah terbakar hasrat karena membayangkan ciuaman dengan Ella pun berakhir menidurkan birdnya sendiri di kamar mandi. Lalu setelah tenang, ia melepas apapun yang berada ditubuhnya dan menyelesaikan kegiatan mandinya.
Setelah mandi, Jerome memakai baju casual santai untuk tidur. Namun ia sempatkan membuka informasi terkait jurusan kedokteran di Yale University melalui handphone.
__ADS_1
Tak terasa sejam Jerome membaca informasi seputar kedokteran dan dia semakin tertarik untuk mengambil jurusan itu.
Lalu baru pukul 10 malam , ia mengantuk dan akhirnya terlelap dalam tidurnya.
.
Menuju pergantian hari, Mr Y sudah menyelesaikan editing film blue edisi D alias Daniella play alone. Tim produksinya akan merilis film ini sebelum jam 12.00 dan berganti hari.
Pukul 12.00 pas, film blue itu terupload di berbagai situs 18+ dan situs gelap bagi penggemar begituan.
"Yeaaay! Akhirnya selesai juga! Kalian hebat! Besok aku yakin akan langsung booming dan kita mendapatkan banyaak uang!" seru Mr Y puas.
Apartemennya begitu rame dengan suara keras dari musik yang diputar dan seperti pesta kemenangan. Banyak wanita berbikini hadir dipesta itu, namun Jessi dengan memakai dressnya terduduk di sofa sambil melamun karena memikirkan omongan Ella dan uang yang telah ia terima tadi.
"Apakah aku harus kabur dari sini? Apakag Mr Y akan membiarkan ku pergi?" batin Jessie bertanya tanya.
Wanita berbikini tadi mengajak Jessie untuk gabung namun J menolak mereka dan beralasan tidak enak badan lalu izin ke Mr Y untuk pergi ke kamar terlebih dahulu karena alasan yang sama seperti ia sampaikan ke teman teman wanitanya tadi. Mr Y yang sudah terlihat terlalu bahagia tidak memperdulikan Jessie mau pergi atau tidak. Akhirnya Jessie pun masuk kamar dan merebahkan dirinya di ranjang yang biasa ia gunakan untuk dijadikan pelampiasan nafsu dan hasrat produsen film blue Mr Y.
.
Setelah jam 8 pagi, Jerome sudah turun ke bawah dari kamarnya menuju dapur karena perutnya sudah lapar apalagi menghirup aroma masakan yang enak banget menurutnya. Alex pun juga keluar kamarnya yang berada di lantai satu.
"Ayah" sapa Jerome.
"Hei, Rome. Udah turun aja , tumben sebelum dipanggil udah keluar kamar?" tanya Alex heran.
"Baunya masakan ibu pagi ini enak banget, Yah. Aku tadi berniat keluar kamar buat ambil minum aja, eh sekarang jadi laper dan pingin langsung sarapan hihi" jawab jujur Jerome.
"Ayah setuju. Baunya enak banget kan? Kayaknya Ella memang mahir bikin makanan jadi makin enak" ucap Alex membuat Jerome yang tadi semangat menjadi bermuka datar.
"Kenapa kok jadi datar gitu mukanya? Kamu gak suka Ella bantu ibu mu masak? Ada masalah sama dia kah, son?" tanya Alex curiga.
"No problem, kok Ayah. Ya cuma gak menyangka dia bisa sedeket itu sama ibu. Yaudah, aku naik dulu aja, mau ambil sesuatu" bohong Jerome yang aslinya ia berniat menghindari Ella karena pasti gugup ketika melihat wanita itu dihadapannya. Apalagi saat ini dia belum mandi, jadi malu dong.
Alex hanya diam saja dan menganggap memang Jerome naik ke atas lagi untuk mengambil sesuatu yang anaknya maksud. Namun belum juga naik selangkah keatas , Jerome sudah mendapatkan panggilan dari ibunya.
__ADS_1
"Jerome, kamu sudah turun sayang? Sarapan sudah siap! Ayo kesini" seru Jerome yang tidak bisa mengelak lagi karena ibunya sudah memanggilnya maka ia pun harus menghampiri Phila. Sungguh Jerome sangat menghargai dan mengormati serta menyayangi Phila sehingga ia pun sejak kecil berusaha menjadi anak yang penurut.
"Tuh udah dipanggil, ibumu. Nanti saja ambil sesuatunya, sarapan dulu bareng bareng" sahut Alex.
"Iya, bu. Aku datang!" seru Jerome yang akhirnya berjalan dibelakang Alex menuju tempat makan sekaligus dapur rumah itu.
Alex dan Jerome langsung duduk di kursinya masing masing, sedangkang Phila datang membawa Tuna Oven yang dibungkus oleh aluminium foil namun sudah terbuka sebagai pelapis dalam oven selama dipanggang dan didalamnya sudah ada bumbu bumbu yang menghasilkan aroma sedap hingga Jerome pun sangat ingin segera memakannya.
"Wah, ibu hari ini bikin sarapan tuna yang enak banget!" puji Alex pada istrinya yang sudah duduk di kursi makan.
"Makanan ini rekomendasi dan menu dari Ella, Yah. Dia benar benar pinter masak loh" sahut Phila yang malah memuji Ella yang masih berkutat di dapur untuk membuat sesuatu.
"Ella sini sayang, ayo segera sarapan. Wafle pancakenya nanti dulu, bisa buat bekal kami nanti" panggil Phila kepada Ella agar bergabung di meja makan.
"Iya tante, ini sudah selesai kok. Bisa jadi makanan penutup setelah makan tunanya" sahut Ella sambil berjalan menuju meja makan dan menaruh piring berisikan pancake dan wafle coklat keju buatannya.
"Wah , itu juga terlihat enak banget!" puji Alex.
"Terima kasih, om. Semoga om tante dan Jerome suka" ucap Ella setelah mendudukan tubuhnya di kursi sebelah Jerome.
Jerome hanya diam saja karena aroma tubuh Ella benar benar sudah jadi candu untuknya.
"Hmmm, sangat bahaya jika perasaan ini selalu muncul ketika berdekatan dengan wanita ini" batin Jerome mulai panik.
"Mari makan!" seru Jerome mengalihkan rasa gugupnya dan perasaan aneh menjalar ditubuhnya.
Alex dan Phila pun ikut mengucapkan selamat makan dan membiarkan Jerome mengambil irisan tuna terlebih dahulu.
"Makan yang banyak, Jer. Buat tenaga untuk sekolah nanti" ucap Phila dengan senyum puas melihat anaknya lahap memakan masakannya bersama Ella.
"Iya bu, pasti. Ini enak banget" puji Jerome pada makanan yang ia makan dan tidak langsung pujian itu pun ditujukan kepada Ella.
"Terima kasih sama Ella karena udah bantu ibu masak ini" suruh Phila sambil mengambilkan irisan ikan di pirinh suaminya lalu di piringnya sendiri.
"Terima kasih, Ella" ucap Jerome sambil menoleh sebentar kearah wanita disebelahnya lalu kembali menyantap sarapannya dengan lahap.
__ADS_1
Tak lama, ikan tuna seekor dengan ukuran yang lumayan besar pun habis. Mereka semua sangat puas dengan menu sarapan pagi ini.