
Setelah Jerome masuk ke sekolahnya dan berjalan di lorong kelas, semua teman temannya memandang dengan pandangan kagum bercampur tidak percaya. Biasanya kehadirannya dipandang rendah atau tidak dianggap, entah kenapa hari ini ia menjadi pusat perhatian.
"Ada apa ini? Kenapa mereka memandangku dengan tatapan aneh pake senyum senyum sendiri lagi" batin Jerome curiga.
Setelah ia masuk kelas, bel sekolah berbunyi dan kedua sahabatnya belum ada di kursinya. Pandangan teman teman di kelas itu pun aneh, saling berbisik menatap Jerome dengan tatapan yang aneh pula seperti pria itu sudah melakukan sesuatu yang hebat hingga yang mengetahuinya tidak percaya.
Tidak lama dari bel berbunyi, Ryno dan Zoy berlari untuk masuk kelas dan menghampiri Jerome dengan nafas tersenggal senggal karena mereka berlari mencari temannya itu malah sudah duduk di kelas.
"Kenapa kalian lari lari gitu? Ada apa sih? Ini juga mereka semua menatapku aneh? Kalian tau sebabnya?" tanya Jerome beruntun kepada kedua sahabatnya itu.
Dengan nafas yang masih belum teratur, Ryno ingin menjawab namun terpotong karena guru sudah masuk.
"I...itu... sudahlah, nanti setelah kelas bimbingan selesai akan aku tunjukkan sesuatu" ucap Ryno lalu duduk di kursinya diikuti oleh Zoy.
Dengan rasa penasaran dan curiga apa yang telah terjadi padanya di mata penghuni sekolah, ia pun mengikuti kelas dengan pemikirannya sendiri memikirkan kemungkinan yang terjadi namun ia tidak menemukan jawabannya. Setelah 15 menit memikirkan hal yang tidak penting itu, akhirnya Jerome kembali fokus ke bimbingan dan menunggu saja penjelasan dari Ryno dan Zoy.
Jam set 1 siang, kelas berakhir. Jerome langsumh ditarik Ryno menuju suatu ruangan khusus anak lelaki dan menjadi basecamp Ryno menjalankan hobinya bersama teman yg sehobi. Meskipun Ryno terliht culun namun jika kreatifitas dan imajinasinya ternyata menjadikan dia pun diminati oleh sekelompok lelaki yang juga suka melihat film blue. Namun kelompok itu dirahasiakan dari umum karena bahaya kalau sampai diketahui guru, bisa bisa diskors melihat dan menyebarkan tontonan orang dewasa seperti itu disekolah.
Ryno menaril tangan Jerome hingga ke ruangan gudang di loteng namun sudah terlihat seperti studio rahasia. Zoy hanya mengikuti kedua sahabatnya itu tanpa berkata apa apa. Biarkan Ryno yang menjelaskan.
Ketika masuk di ruang rahasia loteng, Ryno menyuruh teman temannya yg masih standbye di studio untuk menonton seorang wanita dengan penampilan hampir telan**** di layar screen putih di dinding.
"Hey, kalian keluar dulu. Ada Jerome yang akan aku jelaskan keadaan untuknya sekarang. Kalian pergilah dulu" suruh Ryno.
"Wah keren kamu, Jer" seru suara dari salah satu teman Ryno.
"Gilak! Aku kagum sama lu ya Jer. Diam diam mendapatkan wanita se seksi dia" sahutan dari teman Ryno yg lain sambil menunjuk layar.
Jerome pun masih bingung belum mengerti situasi yang menimpa dirinya.
"Duduk dulu didepan layar. Dan lihat lah siapa itu" suruh Ryno.
__ADS_1
Namun Jerome menolak karena ia tau studio itu digunakan untuk melihat begituan bersama sekelompoknya.
"Aku gak mau lihat beginian, No. Kamu apa apa sih? Lu teman gw nggak?" kesal Jerome.
"Yaudah kalau kamu gak mau nonton sambil duduk. Habis ini lihatlah, kamu akan tau siapa yang akan kamu lihat di layar itu" ucap Ryno sambil menunjuk layar yang sudah menampakkan wajah Ella secara jelas dengan memasukkan jari wanita itu kemulutnya sendiri.
Jerome langsung menajamkan pandangannya ke layar dan mencoba menepis nama Ella ketika memandang wanita yang ia lihat didepannya ini, namun semakin lama wajah Ella jelas ia lihat dengan mata kepala sendiri.
"Astaga! Ella!" seru Jerome lalu ia pun menjadi lemas.
"Udah tau siapa yang kamu lihat dilayar itu? Ternyata dia adalah artis film blue yang beberapa kali udah aku lihat juga namun aku lupa wajahnya. Tadi pagi hp ku sudah rame dengan link situs 18+ karena video ini booming padahal baru dirilis tadi malam. Dan yang paling parah, ada yang memfoto kamu ciuman dengan Ella ketika dicafe saat bertemu dengan Roy dan itu tersebar ke teman teman angkatan kita secara privat chat. Itu yang membuat kamu dipandang aneh hari ini" jelas Ryno.
"Mangkanya aku gak asing dengan wajah Ella pertama kali. Eh ternyata dia artis film blue yang bikin aku bergairah hahaha" celetuk Ryno yang langsung mendapatkan dorongan dari Jerome.
"Jangan sebut dia seperti itu, No! Dia wanita baik!" bela Jerome yang masih percaya jika Ella adalah wanita baik baik yang membuat ia suka meskipun memang menggoda.
"Hahahahaha, munafik banget kamu. Udah jelas jelas wajah di layar itu sama kayak Ella, kamu masih bela dia. Iya, aku yakin dia wanita baik tapi dia ternyata artis film blue, bro! Pasti udah banyak cowok yang masuk ke tubuhnya. Coba aja tes dia, buat dia jujur dan mengaku pada mu sendiri soal profesi dia ini" sahut Ryno memberikan tantangan ke sahabatnya itu karena melihat Jerome masih tidak percaya dengan kenyataan yg ia lihat.
"Kamu menyukai tubuhnya, Jer. Kamu melihat dia pertama kali dalam kondisi dia telan**** kan? Udah deh, sekarang dari pada kamu meragukan video itu , lebih baik kamu pancing dia mengaku dan bukti kan sendiri kemampuannya di ranjang. Ambil kesempatan ini bro, lepasin perjaka mu dengan wanita yang cantik kayak Ella. Aku rela kamu duluan, aku masih bisa main sendiri hehe" ucap Ryno.
"Hmmm, entahlah. Aku mau pulang" lirih Jerome yang sudah tak bertenaga.
Zoy yang dari tadi hanya menjadi pengamat didalam studio pun iku keluar dibelakang Jerome dan diikuti oleh Ryno.
"Biarkan dia sendiri, Zoy. Aku kira jika ia menyukai Ella dengan serius, dia akan mencoba memastikannya sendiri pada wanita itu" ucap Ryno menghentikan langkah Zoy didepan studio agar tidak menyusul Jerome.
Jerome dengan raut wajah merah padam seperti akan marah kepada seseorang karena merasa tertipu , langsung melangkahkan kakinya menuju parkiran mobil dan langsung tancap gas menuju rumah yang sudah membuat ia menjadi pria bodoh.
.
Disisi lain, Ella yang terbangun dari tidur siangnya di kamar setelah tadi meninggalkan Jerome sebelum pria itu berangkat sekolah, mendudukan tubuhnya dan berusaha menyadarkan diri dari rasa kantuk.
__ADS_1
Ia lihat jam di dinding sudah menujukkan jam 1 siang.
"Astaga! Aku tidurnya kelamaan" lirih Ella sambil memegang kepalanya yg terasa sedikit pusing karena kelamaan tidur.
Dari kemarin sore sejak ia pulang dari insiden pemaksaan Mr Y, Ella tidak mau memegang hpnya lagi. Ia matikan hp itu karena pasti grup artis film blue rame dan situs situs 18+ pun ia yakin akan membahas dia.
"Dasar Mr Y! Bikin aku gak bisa pegang hp aja!" kesal Ella.
Lalu untuk menyegarkan tubuhnya dan menghilangkan rasa lelah serta rasa pusing yang ia rasakan saat ini, Ella memilih berendam di bath up kamar mandi di kamarnya.
"Ah, nyamannya!" seru Ella yang sudah masuk berendam di bath up dengan air hangat.
Ia menikmati kenyamanan tubuhnya sambil menutup mata. Mungkin 15 menit ia berendam menghilangkan semua pegal pegal ditubuhnya, rasa kesal di hatinya jika mengingat Mr Y, dan sekaligus menyegarkan tubuhnya agar terlihat fresh. Sesekali ia membayangkan wajah Jerome ketika berendam jika tarik ulur yang ia mainkan berhasil, hubungannya dengan pria yang sudah menembus hatinya semudah itu akan semakin baik. Ketulusan tatapan Jerome yang membuatnya yakin bahwa harus meninggalkan profesi artis film blue dan menata hidup lebih baik lagi.
Hari ini ia tidak berniat untuk keluar rumah, ia ingin menunggu Jerome mencarinya dan meminta maaf padanya.
"Aku akan menunggu mu mencariku dan memperbaiki hubungan denganku, Jerome" lirih Ella dengan senyuman smirk.
Setelah 30 menit berendam, Ella pun mengguyur tubuhnya dengan shower dan membersihkan tubuhnya dengan sabun serta shampoo.
Wajah segar dan semakin cantik dengan rambut basah yang ia tutupi dengan handuk , Ella memakai dress rumahan yang santai tanpa menggunakan bra karena baginya membuat tubuh rileks. Lagian dia dirumah saja tidak ada rencana keluar, so nyamanin diri dirumah aja.
Dengan relax ia pun menyadarkan tubuhnya di kepala ranjang dan mengambil laptopnya untuk mengerjakan sesuatu yang ia usahakan segera selesai sebagai syarat masuk universitas jalur umum.
Yap, Ella menyiapkan diri untuk masuk universitas meskipun terlambat 2 tahun. Namun melihat kepintaran Jerome, ia tidak mau kalah. Malah ingin menunjukkan kepintarannya juga.
Ketika SMA dulu, Ella adalah siswa berprestasi menjuarai olimpiade sosial atau debat hukum. Ya, dari kecil memang dia tertarik dengan hukum. Sampai akhirnya, ibunya meninggal dengan tidak layak dalam kondisi mengetahui ayahnya selingkuh dengan artis film blue dan berganti ganti wanita pula.
Saat itu ia berusia 17 tahun dan baru saja naik kelas 3 SMA , tidak lagi konsen sekolah dan melempar mimpi lalu diganti menjadi dendam pada ayahnya. Karena dendam itu ia juga rela keperawanannya dijadikan film blue pertamanya dengan aktor blue muda tampan gagah, namun ia sangat tidak menyukai lelaki manapun yang bekerja di industry kotor itu, setampan apapun pria itu.
Sampailah 3 tahun selanjutnya yaitu saat ini ia bisa kembali fokus mengejar mimpinya menjadi pengacara.
__ADS_1
"Aku harus bisa masuk universitas Yale jurusan hukum. Setidaknya aku dan Jerome akan sekampus meskipun jurusan kita akan berbeda" gumam Ella tersenyum membayangkan moment dimana ia bertemu Jerome di Yale University.