Terjerat Godaan Tetangga

Terjerat Godaan Tetangga
Bercerita


__ADS_3

Jerome yang merasakan birdnya sudah ingin mengeluarkan lahar putih langsung menuju kamar mandi didalam kamarnya. Ia lepaskan semua celana pendek hingga cd nya sampai birdnya terlihat polos dan berdiri menantang.


"Sabar ya bird, seminggu lagi kamu akan bebas" ucap Jerome sambil memainkan tangannya untuk menyelesaikan hasrat pada birdnya agar kembali seperti semula.


Setelah Jerome selesai merilekskan birdnya, ia pun memilih untuk mandi lagi karena badannya masih terasa panas dan lengket karena keringat sisa pemanasan gairah bersama Ella.


Keluar kamar mandi, Jerome terlihat segar dengan handuk yang melilit di bagian bawahnya. Ia pun berjalan menuju lemari baju untuk mengambil pakaian tidur dan langsung dipakai lalu merebahkan tubuhnya diatas ranjang.


Pria muda itu senyum senyum sendiri mengingat apa yang barusan ia lakukan di rumah tetangga. Suara panggilan dari hp nya membuat ia harus bangun lagi dari posisi terlentang di ranjang untuk mengambil hp nya diatas nakas.


'Ella' , nama yang tertera di layar hp Jerome. Panggilan itu langsung ia terima tanpa peduli kan matanya yg sudah mulai mengantuk.


"Hai, Jerome. Udah selesai main sendirinya?" sapa Ella dengan ada menggoda.

__ADS_1


"Sudah dong, sekalian mandi lagi" sahut Jerome jujur.


"Hahaha, memang kamu pria muda yang menggairahkan" ucap Ella yang masih menggoda.


"Kamu juga El. Oh ya, tadi aku tidak sempat bercerita tentang masalahku disekolah hari ini karena kegiatan pemanasan kita tadi. Apakah kamu sekarang mau mendengar ceritaku?" tanya Jerome.


"Mau. Ceritakanlah, akan aku dengarkan" jawab Ella.


Ella pun merasa bangga jika memang Jerome meskipun terlihat lugu namun tanggung jawab sebagai ketua terlihat di insiden ini. Jerome melanjutkan cerita hingga tersangka yang didapatkan atas hilangnya sebagian uang kelulusan. Ia juga menceritakan kisah tersangka yang bernama Rora hingga membuat Ella pun merasakan kasihan.


Cerita diakhiri dengan penyelesaian sementara atas bantuan tuan muda Roy yang menyumbang pergantian uang yang hilang itu.


"Pria yang berniat menggoda aku dicafe itu? Siapa namanya Roy? Dia benar benar sudah berubah sekarang?" tanya Ella tidak percaya karena sejak pertama bertemu Roy , dia bisa melihat pria itu adalah pria badboy yang suka bermain wanita dan mengandalkan uang.

__ADS_1


"Beneran. Sejak dia tau , aku bersama kamu apalagi kamu wanita cantik dan kabar aku bisa menaklukan seorang wanita dengan kepintaran serta kebaikanku, dia mulai kooperatif sebagai panitia. Semoga aja tidak ada niat terselubung" jawab Jerome.


"Hmmm, ya semoga aja seperti itu. Tapi memang jika kamu tadi menceritakan latar belakang keluarga Roy yang tidak memperhatikan anak itu, ya wajar saya jika Roy jadi badboy yg cari perhatian. Terus tau kamu hebat karena bisa naklulin artif film blue dia mau belajar kali trik mu hihi" ucap Ella sambil tertawa kecil.


"Hmm, bagiku kamu wanita baik baik dan bukan artif film begituan. Aku sudah suka kamu sejak awal aku bertemu kamu kan ketika aku belum tau masa lalu mu itu. So, jangan rendahkan dirimu lagi menyebut dirimu seperti itu ya Daniella" ujar Jerome memperingatkan.


"Hehe, iya. Terima kasih Jerome, setelah ketemu kamu, aku benar benar ingin hidup normal lagi. Ini saja aku belajar rajin untuk bisa masuk universitas bareng kamu" ucap Ella.


"Aku akan siap membantumu untuk belajar agar bisa masuk Yale University jurusan Hukum agar bisa sekampus denganku" sahut Jerome.


Yap, setelah pertengkaran hebat pertama mereka soal terkuaknya profesi Ella, Jerome dan wanita itu sudah mulai terbuka dan berbagi hal yang akan mereka kejar. Ella bercerita jika dirinya ingin menjadi pengacara karena sejak kecil itulah cita citanya sedangkan Jerome , dia bercerita ingin mengambil jurusan kedokteran agar bisa membantu banyak orang.


Panggilan malam antara mereka pun selesai ketika sudah sama sama mengantuk dan saling berpamitan untuk tidur karena sudah jam 12 malam.

__ADS_1


__ADS_2