
Meskipun Jerome hanya sebagai pendengar dan penikmaf makanan malamnya, diam dian ia memasukan informasi tentang Ella karena ayah dan ibunya banyak menanyakan tentang kehidupan wanita dari rumah tetangga mereka.
Kesimpulan yang bisa Jerome tarik dari seorang Ella adalah saat ini ia masih belum bekerja karena baru saja resign tp tidak dijelaskan dimana ia bekerja karena jika ia sampaikan maka akan merusak namanya sendiri. Ada rencana Ella untuk melanjutkan kuliah di jurusan hukum. Ia ingin menjadi pengacara yang membela wanita wanita korban kekerasan atau pelecehan sek*sual.
Jerome dan orang tuanya pun salut mendengar rencana dari Ella itu. Pokok lain dari apa yang ia tangkap adalah Ella sudah tidak memiliki ibu karena pergi selamanya sejak 3 tahun lalu. Ayahnya entah kemana , sehingga ia memilih untuk tinggal di rumah paman dan bibi Josh selama mereka menyetujui. Lagi pula saat ini paman dan bibi Josh sedang berkunjung di rumah putra semata wayangnya juga yang telah berkeluarga di Los Angeles, mereka juga sudah memiliki 2 cucu.
Karena kunjungan paman dan bibi Josh sekitar 2-3 bulan kedepan, mangkanya ketika minggu lalu Ella menghubungi mereka untuk tinggal, maka tanpa pikir panjang paman bibinya itu memperbolehkan tinggal daripada rumah kosong selama itu.
Dinner keluarga Jerome yang dinikmati bersama ayah ibu dan wanita baru yang ia kenal sejak dini hari tadi selesai dengan mereka berempt bekerja sama membereskan meja makan dan dapur.
"Ella rajin banget ya kalau ngurus rumah" puji Phila yang melihat wanita muda itu sedang mencuci piring mereka.
"Hihi, sudah kebiasaan dari kecil tante" sahut Ella malu malu sambil melanjutkan kegiatan nya cuci piring bekas dinner dan perlangkapan masak lainnya yang tadi dipakai.
"Kan kayak kamu sayang , rajin ngurus rumah, jadi bikin aku betah tinggal dirumah dan pulanb kerja langsung ketemu kamu dirumah" goda Alex yang sedang menata kembali meja makan yang semakin lama semakin dijaga kebersihan
"Gini kalau nyari istri, Jer. Kayak ibumu atau ..." lanjut Alex sambil melirik ke arah Ella.
"Atau apa, Yah?" tanya Jerome penasaran dan tak paham dengan lirikan ayahnya.
"Kayak Ella hehe. Gapapa kamu jadi brondong, selama kamu bisa tanggung jawab sama dia kan" jawab Alex sambil tertawa kecil.
"Ih ayah. Mereka masih muda. Jerome aja masih mau lulus sekolah udah disuruh punya istri. Biarin mereka nikmatin masa muda dan milih pasangannua sendiri" protes Phila yang kurang setuju jika putranya buru buru punya istri.
Jerome terdiam dan tersenyum tipis, sedangkan Ella pun sama diam dan melanjutkan cuci piring yang tinggal membilas.
__ADS_1
"Iya bu, ayah bercanda kali. Lagian Jerome juga kayaknya belum pernah punya pacar, ayah cuma mau dia bisa menikmati masa muda yaa mungkin kenal cewek lah. Dulu ayah aja direbutin cewek di sekolah kan hahaha" nostalgia Alex.
"Ya kamu itu yang kegenitan. Untuk dapet aku jadi pawangnya" sahut Phila bangga.
"Hahaha, emang istriku terbaik" ucap Alex.
Akhirnya makan malam pun selesai. Ella izin pulang karena hari sudah semakin malam. Alex dan Phila menyuruh Jerome mengantar wanita itu keluar rumah mereka hingga rumah sebelah.
Yang pada dasarnya penurut ya menuruti saja perintah dari orang tuanya selama dia bisa. Ella pun berjalan keluar diikuti oleh Jerome.
"Thank you" ucap Ella ketika sudah sampai di depan rumah paman bibinya.
"You're welcome" sahut Jerome dengan senyuman tipis seperti senyuman kaku dan terpaksa karena jika ia kasih senyuman aslinya , dipastikan hatinya makin tak beres melihat balasan senyuman manis Ella.
Melihat senyum terpaksa Jerome, Ella pun tersenyuk tipis juga. Itu saja sudah buat pria muda itu kelagapan karena masih tetep terlihat cantik.
Ketika membalikkan tubuhnya untuk berjalan kembali ke rumah, nama Jerome terpanggil oleh Ella dan membuat pria itu pun mengurungkan niatnya.
"Jerome" panggil Ella.
"Iya?" sahut Jerome.
"Selamat atas Yale University mu" ucap Ella kemudian langsung masuk rumah paman bibinya terlebih dahulu tanpa mendengar sahutan dari Jerome.
Pria yang diberi selamat itu tersenyum manis mendengarnya meskipun langsunh ditinggal pergi oleh Ella.
__ADS_1
"Jika aku sudah mahasiswa, aku akan mengejarmu, Ella" lirih Jerome yakin lalu ia pun ikut kembali masuk kerumahnya.
.
Keesokan harinya, Jerome masuk sekolah seperti biasa menggunakan mobilnya. Sejak pagi ia belum melihat Ella muncul hingga ia berangkat sekolah pun tak nampak wanita yang membius hatinya. Mobil vw milik wanita itu juga tidak ada didepan rumah. Namun, Jerome tidak memikirkan terlalu berat dimana keberadaan Ella karena ia sadar bukan urusannya saat ini.
Sedangkan Ella, sekarang sudah berada dirumah ayah kandungnya yang mewah karena Alan Julian adalah pria kaya raya bekerja di bidang saham dan keuangan namun suka main wanita hingga membuat istrinya alias ibu Ella meninggal karena memergoki Allan selingkuh berkali kali.
Ella masuk rumah itu dan menuju kamarnya. Ia membuka brankas miliknya dan mengambil segebok uang dollaran dan mungkin terhitung $5000 sesuai kesepakatan dengan Mr Y nanti malam. Ia kira Alan tidak dirumah sehingga ia merasa aman.
"Aku menghabiskan uang ku untuk bebas dari pria itu. Dendamku sudah terbayarkan melihat Alan mengetahui putrinya sendiri menjadi artis film blue seperti wanita wanita yang menjadi selingkuhannya" gumam Ella sambil menaruh uang yang ia ambil kedalam tas jinjing.
Lalu setelah keperluannya selesai, ia keluar kamar namun mendengar suara tepuk tangan didepannya dan menampakkan Allan.
"Proook .. prooook.. prook. Berani banget kamu kesini, anak gak tau diri. Ambil uang ya? Seharusnya kamu dapet uang banyak dong karena sudah menjual tubuhnya di film film itu" sindir Alan dengan sinis.
Ella memasang wajah datar dan tak ingin meladeni ayahnya yg ia benci sejak ibunya meninggal. Wanita itu memilih tak menyahuti ucapan ayahnya dan berjalan menuju keluar rumah, namun Alan menghentikan langkah kaki putrinya itu dengan memegang salah satu tangan Ella.
"Aku masih ayahmu!" seru Alan marah.
Ella pun menghentakkan tangannya hingga pegangan Alan terlepas. Ia menatap pria separuh baya yang terlihat rambut sudah memutih namun tubuhnya masih gagah dengan tatapan marah juga.
"Anda sudah bukan ayah lagi sejak anda menampar saya berkali kali karena kesalahan anda yang membuat saya harus menjual diri menjadi artis film blue. Kesalahan anda yang membuat saya membenci anda karena menyakiti ibu saya dengan bermain dan berselingkuh bersama wanita seperti saya ini" sahut Ella dengan tegas dan tidak ada rasa takut.
"Hahahaha, kamu benar benar anak perempuanku yang luar biasa. Bencimu menghancurkan masa depanmu, Ella" ucap Alan sambil tertawa nyaring seperti tidak memiliki rasa bersalah pada putrinya.
__ADS_1
"Kamu yang menghancurkan mimpi dan masa depanku , Alan! Aku gak ingin ketemu kamu!" seru Ella lalu berjalan keluar rumah tanpa mendapatkan perlawanan lagi dari Alan.
"Kamu sungguh bodoh, Ella. Bisa bisanya balas dendam karena ibunya yang juga sudah menyakiti ayah" lirih Alan dengan suara sendu mengingat kembali hobby selingkuh nya itu karena diawali dengan perselingkuhan istrinya dengan sahabat dekatnya sendiri, hingga sampai saat ini sahabat itu ia singkirkan dari hadapannya dengan menghancurkan perusahaan Fernando , pria yang sudah menghancurkan hidupnya bersama Florance , istrinya yg saat ini sudah tiada.