Terjerat Godaan Tetangga

Terjerat Godaan Tetangga
Kau datang lagi


__ADS_3

Setelah menuliskan isi biodata dan jawaban terkait apa yang ia ingat ketika masa SMA ini, Jerome merasa mengantuk dan memilih untuk tidur sore karena saat ini jam sudah menunjukkan sekitar jam 4.


Pria muda itu terbangun 2 jam kemudian dengan kondisi ia harus buru buru ke kamar mandi karena dalam tidurnya itu ia bermimpi telah berhubungan badan dengan Ella penuh gairah sehingga the birdnya berdiri dan harus ia selesaikan sendiri lalu memutuskan untuk mandi demi mendinginkan hasrat di tubuhnya.


"Si*l ! Ella, kenapa aku jadi seperti ini karena mengenal mu? Aku merasa menjadi pria yang sangat berfikir kotor tentang wanita" lirih Jerome ketika keluar kamar mandi dengan rambut basah wajah segar namun terlihat lemas tak bertenaga sambil memakai handuk yang ia lilitkan ditubuh polos nya.


Ia langsung berjalan menuju lemari dan memakai baju casula rumahan. Ketika ia mau mendudukan diri di ranjang, pintu kamarnya terketuk. Ternyata Alex yang masuk.


"Hey boy. Ayah dengar kamu mendapatkan beasiswa masuk Yale ya? Ayah sangat bangga sam kamu!" seru Alex langsung menyerbu memeluk putra semata wayangnya yang masih terpaku menyadari kehadiran ayahnya.


"Oh, maaf ayah. Baru saja aku tau tadi siang dan belum sempat menghubungi ayah ibu tentang hal bahagia ini. Aku berencana akan bilang ketika makan malam" jawab Jerome berada di dekapan selamat dari ayahnya.


Alex pun melepas pelukannya dan menyampaikan tujuan lain ia masuk ke kamar Jerome selain memberikan selamat, ia juga menyampaikan jika ibunya masih dibawa bersama seorang wanita yang baru saja masuk kedalam mimpi putranya tanpa ia ketahui.


"Boy, ayo ke bawah ibu udah menyiapkan makan malam keluarga yang special untuk kita hari ini karena tadi sore baru tau jika kamu mendapatkan beasiswa itu lalu ia buru buru pergi ke supermarket untuk menyiapkan dinner bersama seseorang yang telah memberitaukan hal bahagia ini. Dia juga ada dibawah membantu ibu mu. Hayo kamu siapa dia?" ajak Alex serta memberikan clue atau tebakan kepada Jerome terkait siapa seseorang yang ia sebutkan.


Jerome sudah langsung berfikir jika seseorang itu Ella, entah kenapa feelingnya langsung menduga nama itu tanpa mempertimbangkan nama lainnya.


"Jangan bilang dia... wanita sebelah ?" jawab Jerome memastikan dengan bertanya balik kepada ayahnya.


Alex hanya tersenyum dan mengajak Jerome untuk turun aja biar langsung melihat siapa seseorang itu.


"Udaah deh, turun aja. Pake celana panjang, biar sopan. Pake kaos gapapa, celananya aja ganti ya. Ayah tunggu dibawah" ajak Alex lagi lalu ia keluar kamar Jerome dan menuju ke tempat makan keluarga.

__ADS_1


"Pasti dia. Ayah dan ibu tidak mengenal temanku selain Ryno dan Zoy. Ella, kenapa kau begitu menganggu pikiranku" lirih Jerome sambil meraup wajahnya gusar karena Ella selalu ia bayangkan dalam otak nya saat ini.


Jerome pun mengganti celana yang ia pakai dengan celana jeans dan keluar kamarnya mengikuti intruksi sang ayah.


Benar sekali dugaannya di tempat makan , ia melihat Jerome sudah duduk di kursi kepala keluarga dan melihat sosok wanita yang membuat ia harus bermain sendiri memakai sabun di kamar mandi barusan , disamping sang ibu.


Alex yang menyadari putra tampannya sudah berada di depannya pun menyapa Jerome sehingga Ella dan Phila menoleh kebelakang kearah sumber suara.


"Ini dia calon mahasiswa Yale University" sapa Alex, langsung membuat Jerome ditatap wanita wanita cantik di sekitar dapur.


Jerome pun menjadi malu ditatap begitu penuh kebanggan dari orang tuanya dan tidak berbeda dengan wanita muda yang bersama ibunya.


Phila yang menyadari kedatangan putranya pun langsung berjalan cepat menuju Jerome dan memeluknya.


"Selamat sayaang atas prestasimu. Keren banget, Yale University loh! Kamu memang anak ibu terbaik! Ibu bangga padamu" puji Phila sambil memeluk erat Jerome.


Beberapa saat saling berpelukan, Phila melepaskan pelukannya dan mengajak Jerome untuk duduk disamping kiri Alex , sedangkan dia akan duduk disamping kanan suaminya.


Ella menatap Jerome dan interaksi antar keluarga itu dengan rasa kagum dan haru, ternyata keluarga Jerome sehangat itu. Sudah lama tidak ia rasakan.


"Ella, sini. Duduk disamping Jerome ya" panggil Phila.


"Oh ya tante, sebentar ini saya bawakan pizza nya yang baru matang dari oven" balas Ella.

__ADS_1


"Kamu memang wanita cantik dan berbakat memasak di dapur ternyata ya" puji Phila yang sudah duduk di kursinya sambil menyiapkan space di meja makan untuk makanan pembuka yaitu pizza yang masih hangat.


Ella datang membawa pizza yang cukup mengugah selera dan berukuran lumayan besar untuk mereka berempat makan. Ia letakkan di tengah meja makan agar mudah diambil satu dengan yang lain lalu ia duduk di samping Jerome.


"Woww , pizza nya terlihat enak sekali! Ini yang bikin kamu sayang atau Ella?" tanya Alex dengan tatapan kagum melihat pizza didepannya yang begitu menggiurkan.


"Ella yang bikin, sayang. Dia tadi menawarkan membikin pizza spesial untuk Jerome dan aku yang membuat spaghettinya" jawab Phila sambil meletakan potongan pizza di piring suaminya terlebih dahulu lalu mengambil lagi untuk dirinya.


"Makasih sayang" ucap Alex ketika mendapatkan potongan pizza itu sudah dipiringnya.


"You're welcome my husband" sahut Phila dengan romantis.


Ella dan Jerome hanya tersenyum melihat keromantisan didepan mereka. Dengan malu malu pun, Jerome mengambil potongan pizza untuk dirinya sendiri.


"Bahaya nih Ella nanti kalau Jerome ketagihan, bisa bisa kamu disuruh bikin Pizza setiap hari sama dia haha" celetuk Alex.


Jerome langsung menatap ayahnya karena malu digodain ayahnya. Sedangkan, Ella hanya tersenyum manis.


"Iya om, saya bisa bikin pizza untuk kalian selama kalian mau kok" sahut Ella sambil meletakkan potongan pizza yang ambil di piringnya sendiri setelah Jerome.


"Kamu baik banget. Beruntung Josh mendapatkan keponakan yang cantik dan baik kayak kamu ya" puji Phila lagi kepada Ella.


"Ah tante bisa aja. Aku yang beruntung mendapatkan paman dan bibi josh" ucap Ella tersipu malu.

__ADS_1


"Hahahhaa" mereka pun tertawa kecil bersama kecuali Jerome yang menikmati pizza yang ia makan. Dan benar kata ayahnya, sepertinya ia akan ketagihan karena pizza bikinan Ella terasa enak di lidahnya.


Mereka pun melanjutkan makan spaghetti setelah menghabiskan pizza terlebih dahulu. Ketika makan, mereka selingi dengan percakapan kecil dan dominan hanya dilakukan Alex , Phila dan Ella sedangkan Jerome hanya sebagai pendengar.


__ADS_2