Terjerat Godaan Tetangga

Terjerat Godaan Tetangga
Lebih panas


__ADS_3

Setelah masuk rumah paman dan bibi Josh, Jerome dipersilahkan duduk di kursi tamu oleh Ella. Wanita itu membawa buket bunganya menuju vas kosong di ujung ruangan untuk menaruh bunga dari tamunya itu. Sebelum menaruh bunga dalam vas, Ella mengambil undangan prom night SMA Brooklyn yang ditujukan untuknya, senyum lebar mekar di bibirnya ketika membaca namanya di cover undangan.


Lalu Ella membawa undangan itu dan duduk di samping Jerome.


"Hei, beneran ini undangan untuk aku?" tanya Ella memastikan.


"Sudah ada namamu disitu, masa salah alamat" jawab Jerome dengan senyuman smirk.


"Hihi, aku tidak percaya karena akhirnya aku akan menghadiri prom night untuk pertama kali" sahut Ella dengan mata berbinar bahagia.


"Ketika kamu lulus SMA apakah disekolahmu tidak ada prom night atau acara kelulusan?" tanya Jerome penasaran.


"Hmmm, ada tapi aku tidak mengikuti acara kelulusan atau prom night" jawab Ella dengan sendu.


Jerome merasa bersalah karena memberikan pertanyaan yang jawabannya membuat wanita disampingnya ini sedih.


"Eh maaf, aku tidak bermaksud membuatmu sedih. Maaf ya El" ucap Jerome dengan nada bersalah.


Ella pun kembali tersenyum karena melihat ekspresi bersalah Jerome yang lucu baginya.


"Gapapa, nanti aku ceritain kisah hidupku di waktu yang tepat biar kamu gak penasaran siapa aku dan darimana aku berasal" ujar Ella membuat Jerome tersenyum lega.


"Oh ya, mau ke kamar ku?" ajak Ella tiba tiba karena ia ingin memperlihatkan usahanya belajar dengan banyak bacaan buku kepada Jerome namun disalah artikan oleh pria itu.


"Ke kamarmu? Kamu mau ngelakuin pemanasan lagi sama aku, El?" tanya Jerome sambil mengangkat alis dan membuat Ella paham apa yang dimaksud.


"Hahahaa, pikiranmu nih ya katanya nunggu habis prom night tapi kesana mulu mikirnya. Udah gak tahan ya?" jawab Ella dengan tatapan menggoda membuat Jerome gelagapan sendiri bercampur malu, bisa bisanya otaknya yang semula tak berniat begituan dengan wanita eh pas ketemu Ella dan udah mulai coba coba ketagihan.


"Eh.. maaf. Pikiranku ini memang jadi aneh sejak ketemu sama kamu dan mencoba hal itu. Maafkan aku, Ella. Aku tak bermaksud mesum denganmu" sahut Jerome dengan wajah yang sudah memerah karena malu.


"Hmmm, aku kok jadi mesum begini ya kalau sama Ella? Astaga! Jangan begini, Jerome!" batin pria itu untuk menahan diri.


"Hahaha, santai aja. Udah wajar seusiamu mikir begituan. Tapi sayangnya, aku hanya ingin mengajakmu ke kamarku untuk melihat buku buku hukum yang kupelajari. Mungkin kamu berminat meskipun kamu ambil kedokteran, maybe kamu juga suka ilmu ini karena aku dengar kamu sempat ingin jadi presiden?" tanya Ella.


"Aku suka hukum dan benar aku ingin menjadi presiden. Namun aku pikir lagi, aku ini tipe yang gak banyak omong dan gak suka ngumbar janji hanya untuk terlihat baik saja. Mending dengan kepintaranku di Sains aku gunakan untuk membantu banyak orang dengan action jadi dokter" jawab Jerome.


"I see. Aku setuju pilihanmu. Akan aku dukung kamu menjadi dokter sebagai pengacara pribadimu, kalau semisal di masa depan pun kamu berjuang jadi presiden, aku akan mendukungmu" sahut Ella.


"Thank you , El" ucap Jerome menatap lekat mata coklat Ella.


Gantian Ella yang saat ini merasa tergoda dengan tatapan mata biru Jerome membuat dia berfikir mesum kali ini.


"Mata birunya begitu menggodaku! Bahaya bahayaa!! Aku tidak mau jadi wanita gampangan didepan Jerome!" batin Ella.


Untuk menyingkirkan rasa grogi, Ella pun berdiri dan mengajak Jerome ke kamarnya lagi.


"Ayo ke kamarku. Akan aku tunjukkan buku buku hukum itu" ucap Ella sambil menarik tangan Jerome untuk berdiri dari posisi duduk lalu mengikutinya berjalan hingga naik tangga dan masuk ke kamar wanita itu yang berseberangan dengan kamar Jerome di rumah sebelah.


Jerome takjub melihat tata ruang kamar Ella. Begitu rapi dengan rak buku lumayan besar yang berisi buku buku, ranjang yang tertutup sprei warna putih. Ada laptop di meja belajarnya dan ruangannya pun wangi bener bener membuat Jerome terkesima.


"Kamar mu rapi dan bagus banget, El" celetuk Jerome.


"Terima kasih. Aku sudah di didik ibuku harus bisa menata kamar sejak kecil jadi terbiasa hingga sekarang" sahut Ella yang berjalan ke rak buku untuk menunjukkan koleksi bukunya.


"Sini. Lihat lah bukunya, mungkin ada yang kamu sukai dan aku kemarin baru membeli buku tentang kedokteran secara umum juga agar bisa memahami profesimu nanti di mata hukum" lanjut Ella.


Jerome berjalan menuju rak buku milik Ella. Ia mengedarkan pandangannya ke sampul buku dari sampinh yanh bertuliskan judul buku.


"Kamu memang cerdas, Ella. Aku masih heran saja kok bisa kamu jadi artis film begituan" ucap Jerome namun setelah berucap seperti ini, ia baru sadar mengingatkan profesi kelam itu.


"Maaf maaf, lagi lagi aku tidak bermaksud membahas hal itu, namun memang rasa penasaranku ini membuatku asal ngomong" lanjut Jerome dengan tatapan bersalah.


"Hehe, gapapaaaa. Kamu jangan sering sering merasa bersalah dong atau minta maaf ke aku kalau aku belum marah atau kesel sama kamu. Aku gapapa kalau kamu bahas profesi lamaku , tapi memang saat ini aku masih belum bisa cerita tentang alasanku bisa terjerumus ke kehidupan gelap itu" sahut Ella santai.


"Tetep saja, aku salah. Maaf" ujar Jerome.

__ADS_1


"Kamu kalau minta maaf lagi , aku bakal cium kamu loh, Jer" tantang Ella dengan senyum smirk membuat Jerome menunduk malu.


Lalu pria itu alihkan pandangannya ke rak buku lagi dan tertarik membaca buku kedokteran yang sudah dibeli Ella.


"Ini buku kedokteran yang kamu maksud? Aku yang pingin jadi dokter tapi kamu yang beli bukunya" celetuk Jerome setelah mengambil buku tebal yang mungkin sampek 500 halaman.


"Iya. Aku beli buat kamu biar kalau belajar bisa kesini hehe" ucap Ella.


"Modusnya wanita" sindir Jerome.


"Biarin" sahut Ella tak mau kalah.


Jerome pun berjalan menuju ranjang dan duduk ditepinya sambil membaca buku yang ia bawa. Ella malah berjalan keluar karena ingin mengambil minuman dingin di dapur.


Beberapa saat kemudian, Ella sudah masuk kamarnya dengan membawa 2 botol kemasan dingin.


"Ini minumlah, pasti kamu haus" ujar Ella sambil menyodorkan 1 botol didepan Jerome.


"Thank you" ucap Jerome sambil menerima botol itu.


Dengan satu tangan yg masih membawa buku, Jerome kesulitan membuka botolnya membuat Ella pun peka.


"Sini lagi botolnya, aku bukain" tawar Ella lalu ia mengambil botol ditangan pria didepannya, tak sampek semenit ia memberikan botol itu lagi ke Jerome dengan posisi siap minum.


"Terima kasih banyak, Ella" ucap Jerome sambil tersenyum lebar.


"Your Welcome" sahut Ella lalu ia berjalan ke arah meja belajar untuk mengambil kursinya agar dia bisa duduk.


Beberapa saat hening, Jerome konsen dengan bukunya dan Ella konsen menatap Jerome yang serius membaca buku sehingga terlihat pintar dan makin tampan.


"Kamu semakin ganteng kalau mode serius belajar gini" celetuk Ella memecah keheningan dan membuat Jerome menoleh kearah wanita itu.


"Aku memang ingin terlihat tampan didepanmu" sahut Jerome dengan senyuman smirk.


"Sepertinya aku ingin melakukan pemanasan denganmu saat ini, Jerome" ujar Ella balas menggoda.


Setelah mendekat, Jerome menundukkan tubuh hingga mata birunya berada di mata coklat Ella.


"Aku juga ingin melakukan hal itu denganmu" lirih Jerome kemudian langsung mencium bibir ranum wanita yang telah menggodanya.


"Sepertinya memang aku wanita murahan jika didepan Jerome. Aku tidak bisa menahan diri" batin Ella sambil menerima lu-ma-t** Jerome.


Tangan Jerome sudah terampil harus dibawa kemana jika sedang berciuman dengan hasrat. Ia susupkan salah satu tangannya kedalam sela baju Ella dari atas hingga bisa melewati penutup aset didada. Jarinya ia mainkan dengan memegang pucuk aset yang menonjol dan diusap halus hingga Ella mulai mengeluarkan desa*an di sela sela ciumannya bersama Jerome.


"Aaakh!" satu suara seksi keluar dari bibir manis Ella yang sedang terlepas dari ciuman Jerome , namun sentuhan jari jari pria itu masih dirasakan di kedua pucuk asetnya secara bergantian.


Tanpa aba aba, Jerome yang memang badannya tidak berotot tapi lumayan kuat dan bertubuh kekar, menggendong Ella dari duduknya hingga ia turunkan di ranjang. Wanita itu hanya diam saja dan tersenyum smirk menatap wajah Jerome dari posisi gendongan pria itu.


"Kamu udah berani main gendong ya" sindir Ella dengan senyuman menggoda di atas ranjang dengan posisi terlentang dan Jerome berada diatasnya.


"Sejak aku mengenalmu, entah kenapa aku tak bisa menahan diri" sahut Jerome.


"Apa kamu sudah tidak tahan menunggu beberapa hari lagi untuk menyatu denganku?" ejek Ella.


"Hmmm, aku masih tahan. Tapi pemanasan kali ini, aku ingin lebih dari yang kemarin" ucap Jerome dengan tatapan sudah bergairan.


"Ajari aku, Ella" lanjut Jerome membuat Ella tersenyum.


"Oke. Kita akan melakukan pemanasan yang mendekati hubungan itu tapi tidak sampai menyatu" sahut Ella.


"Iyaa, aku akan mengikutimu" ujar Jerome menurut.


"Baiklah. Pertama, lepas celanamu hingga birdmu nampak" perintah Ella yang pertama membuat Jerome kaget dan memposisikan dirinya berdiri di depan ranjang.


"Hah? Kan ini masih pemanasan, apakah perlu sampek terlihat milikku didepanmu secara langsung? Pegang saja kayak kemarin dari dalam celana" ucap Jerome.

__ADS_1


"Kepuasannya beda. Katamu terserah aku, jadi turuti atau pemanasan kita sampai disini saja" ancam Ella yang sudah mendudukan tubuhnya di atas ranjang.


Sesaat hening, namun tiba tiba Jerome melepas celana jeans pendeknya hingga cd nya pun terlepas hingga terlihat bird yang sudah berdiri menantang kearah Ella di ranjang.


"Wow, pria muda ini. Jerome benar benar terlihat mempesona jika seperti ini" batin Ella yang tidak bisa berpaling dari bird Jerome hingga refleks menutup birdnya dengan kedua tangan.


"Jangan melihat itu ku seperti itu, El. Aku malu" protes Jerome membuat Ella tersenyum.


"Maaf. Aku tidak menyangka, kamu terlihat perkasa seperti ini Jerome. Jujur pertama kali aku melihatmu memang suka denganmu dari tatapanmu melihatku secara tulus dan aku melihatmu pria lugu yang kukira biasa biasa saja, tapi ternyata birdmu luar biasa" sahut Ella.


"Ih, vulgar banget sih kamu El. Mentang mentang kamu banyak pengalamannya" ucap Jerome dengan nada kesal bercampur malu.


"Ya karena aku berpengalaman, mangkanya aku ajari kamu sesuatu yang bisa memuaskan kita meskipun tidak menyatu. Bagaimana kamu masih mau nggak?" tanya Ella.


"Hmmm. Baiklah. Aku tidak akan protes lagi, jika aku masih tidak menerima arahanmu berarti aku memang tidak pantas untuk menyatu denganmu meskipun itu sesudah prom night" jawab Jerome lalu ia lepaskan kedua tangannya dari bird miliknya yang memang sudah mengeras dan tegak.


"Oke. Ikuti aku ya. Sini kamu maju hingga kakimu berdiri pas didepan ranjang. Menempel diranjang" perintah kedua Ella dan Jerome hanya melangkah selangkah saja sudah sesuai posisi yang diminta.


Wanita itu pun memajukan tubuhnya hingga kedua kakinya menggantung ditepi ranjang dan posisinya masih duduk diatas ranjang dan didepan tubuh Jerome.


"Nikmati" ucap Ella sebelum ia mulai aksinya memberikan pemanasan sungguhan kepada pria yang berdiri didepannya. Kedua tangan wanita itu ia letakkan diatas bird Jerome hingga membuat pria itu meringis karena sentuhan di miliknya.


Kedua tangan itu Ella gerakan keatas dan kebawah bersamaan, seperti memegang sesuatu yang perlu disentuh halus hingga sentuhannya dirasakan oleh otot otot yang berada di bird milik seorang lelaki.


"Aaakh, Ella!" suara sexy Jerome pertama kali keluar.


Ella tersenyum smirk karena gerakannya mulai memberikan sensasi bagi pria itu.


"Gimana, mau aku selesaikan?" goda Ella.


Jerome tak menjawab namun tatapannya serta anggukannya sudah mewakili jawaban itu. Lalu Ella memajukan wajahnya hingga ia bisa melakukan sesuatu dengan mulutnya di milik pria yang saat ini sudah merem melek dibuatnya. Ketika mulutnya berkerja, maka posisi tangan wanita itu berpindah memegang kedua pan**t Jerome yang polos.


"Aaawkh! Ella, aku mau keluaaar!!!" seru Jerome sambil memegang pucuk kepala wanita itu lembut.


Ella pun melepaskan mulutnya dan baru saja terlepas Jerome langsung memutar tubuhnya membelakangi Ella untuk menyemburkan cairan kental dari miliknya itu.


"Aaaaaaakh!!!" suara Jerome bersamaan dengan keluarnya cairan kental yang berwarna putih itu hingga jatuh ke lantai.


Ella tertawa kecil melihat Jerome yang masih sempat berbalik arah sebelum menyemburkan cairan itu.


"Kamu memang lelaki yang lucu, Jerome" celetuk Ella.


"Lucu kenapa?" tanya Jerome yang sudah membalikkan tubuhnya lagi menghadap Ella dengan keadaan birdnya yg sudah tak berotot dan lemas menjulur kebawah.


"karena masih sempat sempatnya kamu balik badan dan membiarkan cairanmu jatuh ke lantai. Udah bisa dipastikan kamu gak pernah lihat film blue ya apalagi lihat aku beraksi di film itu?" tanya godaan Ella.


"Kan aku udah pernah bilang gak suka lihat begituan meskipun Ryno selalu lihat begituan. Aku hanya tidak ingin mengotori kamu dengan cairanku ditubuhmu" jawab Jerome tersipu malu mendengar pertanyaan vulgar dari wanita dihadapannya.


"Setelah acara kelulusanmu dan prom night akan aku tunjukkan dimana kamu harus membuangnya tanpa mengotori tubuhku" sahut Ella dengan senyuman smirk.


Jerome pun tau, tapi ia tidak ingin membahasnya sekarang karena akan membuatnya semakin tak bisa menahan diri. Pria itu pun langsung memakai celananya lagi seperti semula dan meminta tissue untuk membersihkan cairannya di lantai.


"Pemanasan sudah cukup ya, Ella. Aku takut tak bisa menahan diri" ujar Jerome.


"berani beraninya dia meninggalkanku ketika dia puas tapi aku belum dipuaskan. Tapi biarkan saja, mungkin akan aku minta kepuasanku ketika kita benar benar sudah bersatu" batin Ella.


"Baiklah, besok kamu harus sekolah dan pasti makin sibuk untuk persiapan acara sekolah. Apakah mungkin kita tidak usah bertemu secara sengaja hingga acara prom night?" penawaran Ella.


"Boleh juga. Biar aku tak tergoda melihatmu" sahut Jerome.


"Baiklah, sampai bertemu di acara prom night ya. Tapi apakah aku berangkat kesana sendiri tidak bersamamu dari rumah?" tanya Ella.


"Aku jemput kamu aja, jadi sampai bertemu di hari prom night , dimana aku jemput kamu untuk menjadi teman dansa ku diacara kelulusan" jawab Jerome.


"Oke" sahut Ella.

__ADS_1


Jerome pun berjalan keluar kamar diikuti oleh Ella hingga pria itu kembali ke rumahnya dan Ella kembali ke kamarnya setelah mengunci rumah paman bibi Josh.


__ADS_2