Terjerat Godaan Tetangga

Terjerat Godaan Tetangga
Kisah Rora


__ADS_3

Setelah panitia wisuda semuanya berfikir kemungkinan siapa yang mengambil, akhirnya Alexandra bercerita tentang sahabatnya Rora beberapa hari ini sangat dekat dengannya.


"Aku pikir, Rora yang mengambil atm itu dan dia sudah tau passwordnya. Karena di sahabatku sejak lama , dia tau kebiasaanku memakai kode ultah untuk password atm" jelas Alexandra dengan sendu.


"Hmmm, dia pasti sudah pulang ya" sahut salah satu panitia.


"Iya. Ketika kelas bimbingan selesai, dia langsung pulang. Aku tidak curiga karena memang dia hidup dengan ibu dan adik adiknya, malah yang satu masih balita" ucap Alexandra.


Jerome langsung memiliki ide untuk menghampiri rumah Rora saja dan berniat akan ngobrol baik baik dengan dugaan tersangka.


"Ya sudah, mari kita samperin aja ke rumahnya. Kita cari tau alasannya kenapa mengambil uang acara besar kita padahal dia juga tau seberapa berartinya acara kelulusan itu untuk kita semua. Aku Alexandra dan 2 orang lain lagi siapa yang mau ikut?" tanya Jerome.


"Aku" seru Martin


"Aku, Jer!" seru Roy.

__ADS_1


"Oke, Martin dan Roy ikut kita ya. Panitia lainnya diusahakan mengurus detail acara karena tinggal seminggu lagi acara besar kita diadakan. Semoga lancar dan kita segera mendapatkan uang itu kembali" ucap Jerome bijaksana.


Setelah itu, Jerome Alexandra Roy dan Martin keluar sekolah menggunakan mobil Roy yang terbuka atasnya dan lumayan besar. Roy memang badboy tapi itu hanya sebagai pelampiasannya yang terabaikan oleh keluarga karena sibuk bekerja. Dia memang berasal dari keluarga yang sangat kaya dan sibuk, tapi ia dari kecil kekurangan kasih sayang hingga mencari perhatian dengan bersikap nakal dan membuat masalah.


Namun melihat Jerome yang terlihat keren dengan kepintaran dan sikapnya yang baik baik apalagi dengan penampilannya yg biasa aja bisa mengikat wanita secantik Ella. Dia belajar sesuatu dari Jerome, bahwa jadi anak baik juga tetep bisa diperhatikan. Apalagi Jerome selama menjadi ketuanya, ia selalu melibatkan Roy dalam diskusi dan membuat dia merasa penting dan dianggap.


Setelah 30 menit mengendarai mobilnya sesuai arahan Alexandra yang tau rumah Rora, akhirnya mereka sampai depan gang kecil yang terlihat kumuh dari jauh. Alexandra tidak pernah ke rumah Rora namun dia pernah mengantar sahabatnya itu sampai depan gang seperti posisi mobil Roy berhenti saat ini.


"Ini gangnya. Aku tidak tau rumahnya yang mana, karena dia tidak mengizinkan ku kesana dan hanya mengantar dia sampai sini" ucap Alexandra.


Mereka berjalan masuk gang dan cukup prihatin dengan keadaan rumah yang berdempetan dan terlihat kumuh di kanan kiri jalan.


Kemudian ada beberapa ibu ibu yang sedang ngobrol didepan rumah. Jeromw pun berinisiatif untuk tanya dimana rumah Rora berada.


"Permisi bu, mohon maaf meminta waktunya sebentar" sapa Jerome.

__ADS_1


"Oh anak tampan, ada yang bisa saya bantu?" sahut salah satu ibu ibu.


"Terima kasih, kami teman Rora ingin menemui dia. Rumahnya sebelah mana ya?" tanya Jerome sopan.


"Oh Rora, wanita muda yang kasihan banget hidupnya. Saat ini dia di rumah sakit, ibunya kemarin operasi jantung karena terjadi kebocoran dan menyebabkan Rora harus mencari uang seminggu ini untuk operasi ibunya. Tapi dia keren loh bisa dapat uang secepat ini, semoga dia tidak menjual dirinya saja" jawab ibu ibu itu jujur.


"Adik adiknya tinggal bersama saya saat ini, mereka berada dirumah saya bersama anak saya juga. Kasihan banget hidupnya, Rora gadis yang kuat" sahut ibu ibu yang lain.


Semua teman sekolah Rora yang ada disitu pun akhirnya tau alasan jika benar benar Rora mengambil uang $6500.


"Baiklah, bu. Terima kasih banyak atas informasinya, kami akan mencoba menghubungi dia karena ada urusan sekolah yang penting untuk kami selesaikan" ujar Jerome.


"Baik anak muda tampan. Kapan kapan kesini lagi, mungkin kamu mau bersama anak saya yang cantik haha" goda ibu ibu.


"Hihi, terima kasih bu tawarannya. Saya sudah menikah" bohong Jerome dengan biat bercanda dan semua ibu ibu pun tertawa dengan candaan pria muda yang sopan itu.

__ADS_1


Setelah mendapatkan informasi tentang Rora, 4 orang panitia wisuda SMA Brooklyn itu kembali naik ke mobil Roy dan Jerome mengajak mereka ngobrol di sebuah cafe untuk membahas rencana selanjutnya dan apa yang akan mereka lakukan untuk Rora.


__ADS_2