Terjerat Godaan Tetangga

Terjerat Godaan Tetangga
Ambisi pria tampan


__ADS_3

Keesokan harinya, Jerome pergi ke sekolah pagi pagi bersama panitia kelulusan karena siangnya mereka sudah membagikan yearbook ke seluruh lulusan. Maka dari itu pagi ini, setelah bendahara panitia membayar yearbook dari uang yang dipinjamkan Roy, mereka membagi yearbook itu sesuai kelas masing masing.


Panitia kelulusan juga membagikan undangan untuk acara wisuda bagi orang tua lulusan & prom night bagi lulusan itu sendiri biar terlihat resmi.


Hari ini ternyata Rora masuk kelas dengan wajah yang sendu namun ia paksakan untuk senyum jika ada yang melihatnya atau menyapanya. Sesuai kesepakatan antar panitia kelulusan, mereka dilarang mengatakan apapun terkait hilangnya uang $6500 pada Rora.


Alexandra yang duduk disampingnya di kelas mencoba memancing keadaan yang dialami sahabatnya itu.


"Hey, Ra. Kenapa wajahmu sendu gitu? Kamu sedih akan sesuatu kah?" tanya Alexandra dengan suara pelan karena didepan kelas sudah ada guru yang menjelaskan sesuatu.


Rora menatap Alexandra dengan tatapan tak bisa diartikan. Terlihat merasa bersalah, takut, namun juga sedih. Mendapatkan pertanyaan seperti itu Rora menduga apakah sahabatnya itu mengetahui sesuatu tentangnya saat ini, namun kenapa wanita itu tidak mendengar kehebohan kehilangan uang dari panitia kelulusan padahal uang itu sangat banyak baginya.


"Hmm, tidak apa apa, Ndra. Kamu tidak perlu khawatir, hanya saja memang saat ini aku sedang tidak enak badan" jawab Rora yang tidak sepenuhnya berbohong karena sekarang tubuhnya merasa tidak nyaman, kelelahan bercampur ketakutan akan kesalahannya.


"Oh yaudah. Kalau ada apa apa bilang aja sama aku, mungkin aku bisa bantu kamu. Kamu adalah sahabatku sejak 3 tahun lalu, jangan pikir kamu akan merepotkan ku jika kamu meminta sesuatu padamu ya, Ra" ucap Alexandra dengan senyuman tulus.


Rora pun mengangguk dengan senyuman dan kembali menatap depan mengarah pada penjelasan guru.


"Oh ya, kamu jangan pulanh dulu nanti. Ambil lah undangan kelulusan dan prom night serta pembagian yearbook di ruang OSIS ya" lanjut Alexandra yang membuat Rora menatap padanya lagi.

__ADS_1


"Hmmm, baiklah. Aku luangkan sehabis kelas ini akan segera kesana karena aku harus segera pulang, adik adik ku menunggu" sahut Rora.


"Okay" ujar Alexandra lalu mereka pun menatap kedepan kelas lagi.


.


Hari ini Ella sudah tau kegiatan Jerome di sekolah pagi pagi. Ia pun pergi ke suatu tempat yaitu Yale University untuk mendaftarkan diri secara offline di jurusan Hukum. Ketika masuk di gedung jurusan yang ia inginkan, Ella takjub. Begitu besar bangunannya dan terkesan vintage.


Ia langsung menuju Tata Usaha dimana pendaftaran dibuka. Petugas pendaftaran sangat ramah dan baik, Ella merasa sangat terbantu untuk mengumpulkan persyaratan yg diminta. Setelah mungkin 30 menit mengurus berkas berkas daftar, akhirnya selesai juga dan Ella mendapatkan kertas kartu peserta yang tes nya akan diadakan 2 minggu lagi, seminggu setelah wisuda Jerome.


Ella pun kembali berjalan jalan di lorong gedung jurusan hukum itu dengan tatapan kagum hingga tak disangka ketika dia fokus menatap langit langit lorong yang penuh lukisan artistik, ia menabrak seorang pria tampan gagah dengan wajah bulenya serta yang paling indah adalah green eyes nya.


"Ah, maaf! Aku tidak sengaja menabrakmu" ucap Ella dengan nada menyesal.


"It's okay. Kamu gapapa kan?" sahut pria tampan itu membuat Ella merasa tidak nyaman diperhatikan seperti itu padahal ia yang salah dirinya.


"Gapapa, aku yang tidak enak telah membuatmu menolongku" ujar Ella lagi dengan raut muka merasa bersalah.


Pria tampan itu hanya tersenyum saja, namun hatinya berkata sesuatu.

__ADS_1


"Dia cantik banget. Aku harus mendapatkannya!" ambisi pria yang belum diketahui namanya.


"Jika kamu merasa bersalah padaku, beri tu namamu dan tujuan mu datang kesini" minta pria itu.


Ella mencoba mempertimbangkan permintaan pria yang ia tabrak itu beberapa saat lalu, ia pun mengiyakannya.


"Namaku Ella, baru saja aku mendaftar di jurusan ini dan mengikuti tes 2 minggu lagi" ujar Ella.


"Oh baru mendaftarkan ya. Perkenalkan namaku Benedict panggil saja Ben. Aku mahasiswa semester 5 saat ini. Salam kenal" sahut pria yang bernama Ben itu sambil mengulurkan tangannya.


Ella pun tidak berfikir aneh aneh dan langsung menjabat tangan Ben lalu ia lepaskan.


"Salam kenal. Ya sudah, aku akan pulang. Selamat beraktivitas kembali" pamit Ella mencoba ramah.


"Iya, sampai berjumpa kembali" sahut Ben.


Ella pun langsung berjalan menjauh dari Ben namun pria itu masih menatap punggung wanita yang telah menabrak nya tadi dengan senyuman smirk.


"Kamu harus jatuh cinta kepadaku, Ella" gumam Ben.

__ADS_1


__ADS_2