Terjerat Godaan Tetangga

Terjerat Godaan Tetangga
Masih canggung


__ADS_3

Setelah dirasa mulai tenang, keduanya melepas pelukan mereka dan saling tatap.


Jerome berusaha tidak melihat kebawah wajah Ella karena pasti ia akan melihat dua gundukan yang tidak ada penghalangnya itu.


Ella pun menyadari ekspresi pertahanan Jerome membuat ia tersenyum. Lalu ia pegang salah satu tangan pria itu dan ia taruh di salah satu gundukan juga.


Merasakan sesuatu yang aneh, Jerome langsung menarik tangannya yang menyentuh aset berharga Ella.


"Maaf, aku tidak ingin melakukan hal itu sekarang" tolak Jerome lagi karena komitmennya, ia ingin melakukan hal itu setelah wisuda SMA atau di prom night, agar masa sekolahnya ini tetap menjadi anak baik baik tanpa melepas keperjakaannya dan menodai wanita.


Ella heran dengan sikap Jerome yang memang terlihat tidak ingin melakukan hubungan itu sekarang.


"Kenapa? Apakah memang kamu tidak sudi menyentuhku artis film blue ini?" tanya Ella sambil mengangkat keningnya.


"Tidak tidak. Aku hanya ingin menjagamu dan menjaga keperjakaanku hingga wisuda besok. Aku masih ingin tetap menjadi anak yang baik baik di sekolah. Aku sangat ingin melakukannya, namun komitmenku sudah kuat, Ella. Semoga kamu bisa mengerti" jawab Jerome jujur.


"Hmmm, ini pertama kali aku benar benar ditolak oleh pria" sindir Ella sambil memakai dress nya kembali dan menutupi gundukan itu.

__ADS_1


"Hihi, maafkan aku, El" sahut Jerome lembut.


"Yaudah, aku bikinin kamu es dulu ya. Pasti tenagamu habis gara gara marah gak jelas. Tungfu di kursi tamu, Jer" ucap Ella lalu ia berjalan menuju dapur sedangkan Jerome duduk sesuai intruksi wanita yang tinggal di rumah sebelah rumahnya saat ini alias wanita tetangga.


Tak lama minuman pun datang.


"Minum dulu" suruh Ella yang tau Jerome sudah kehausan. Lelaki itu langsung mengambil gelasnya dan meminum isinya sampek habis.


"Aaah! Segarnya!" seru Jerome lega dan membuat Ella tersenyum karena pria yang ia sukai kembali seperti semula tidak suka marah marah.


"Saat ini kemungkinan aku akan ambil dokter karena aku gak pinter ngomong sebenarnya tapi pingin berkontribusi bagi kesehatan bangsa. Jarang ngomong tapi langsung action, itulah aku. Kalau jadi presiden , kayaknya aku tidak sesosial itu" jawab Jerome dengan sumringah. Kemarahannya tadi sirna sudah.


"Wah keren, semoga lancar dan masuk kedokteran ya sampai lulus" sahut Ella.


"Terima kasih, El. Kalau kamu mau nyoba kuliah aja, masih muda loh" ucap Jerome.


"Doakan aja aku punya kesempatan itu. Udah 2 tahun telatnya hehe" ujar Ella.

__ADS_1


"Pasti, kamu akan bisa mengejar apa yang kamu impikan selama berjuang" semangat Jerome untuk Ellla


"Hehe , quotes nya" puji Ella atas semangat yang diberikan oleh Jerome.


Hari semakin malam, mereka asyik mengobrol sampai lupa jam. Saat ini sudah jam 10 malam, Jerome harus kembali ke rumahnya.


"Maaf, aku harus pulang. Oh ya, aku belum punya nomor telepon mu, apakah boleh" minta Jerome.


"Boleh dong. Catet ya, 082344444654" ujar Ella.


"Oke done. Nanti aku miscall atau chat ke nomor ini" sahut Jerome sambil berdiri dari duduknya. Ella pun ikut berdiri dan mengantar Jerome keluar rumah paman bibi Josh dan kembali ke rumah orang tua pria itu.


Jerome pun kembali ke kamarnya sendiri dan Ella kembali ke kamarnya juga. Mereka saling pandang dari kejauhan dan melemparkan senyum.


Apa yang terjadi dalam hubungan mereka selanjutnya ya? Nunggu wisuda SMA Brooklyn tinggal sekitar 20 hari. Apakah Jerome bisa menahan hasratnya hingga hari itu dan Ella pun tidak terlalu memburu mengejar gairah kepada pria muda yang ia sukai ini?


Tunggu next selanjutnya...

__ADS_1


__ADS_2