
Setelah berjam jam menghadap laptop, akhirnya esai tema hukum yang dibuat oleh Ella selesai. Ia tutup laptopnya dan ia taruh di nakas samping ranjang.
"Aaaah! Akhirnya selesai!" seru Ella lega.
"Udah gelap ternyata, terlalu serius aku tadi sampek gak lihat langit dah gelap. Lampu rumah belum aku nyalain lagi" lanjut Ella sambil turun dari ranjang dan turun ke lantai 1 untuk menghidupkan lampu rumah.
Kenapa dia tidak melihat langit gelap karena lampu kamarnya sudah ia nyalakan sejak memegang laptop sehingga cahaya kamar membuatnya ia fokus ke layar laptop tanpa kekurangan cahaya.
Ketika sudah sampai lantai 1 dan menyalakan lamput depan rumah serta ruang tamu, tiba tiba terdengar bel rumahnya berbunyi.
"Siapa yang datang ya? Apakah Jerome?" tebak Ella dengan mata berbinar.
"Dia tidak akan bisa lama lama menghindar dari ku" ucap Ella bangga pada dirinya sendiri karena berhasil main tarik ulur kepada pria lugu tetangganya.
Ia pun berjalan membuka pintu rumah paman bibi Josh dan sesuai dugaan, Jerome yang berdiri didepan nya saat ini ketika membuka pintu.
Tapi membuat Ella heran, raut wajah Jerome serius sekali dan tatapan matanya begitu penuh dengan sorot kemarahan.
"Kenapa dia datang dengan raut muka seperti ini, apa jangan jangan dia sudah melihat film itu hari ini?" batin Ella menduga duga.
"Hei, Jer. Ada apa?" tanya Ella lembut.
Tanpa menjawab pertanyaan wanita yang membuat ia seperti ini, ia mendorong tubuh Ella masuk rumah dan langsung menutup pintu dengan keras.
Braak!!!!
"Apaa apaan kamu, Jerome?!" teriak Ella kaget dengan perilaku pria yang ia kira lugu itu.
"Kamu membohongiku!" balas seruan Jerome.
Pria muda itu sudah menahan amarahnya sejak pulang sekolah dan mengamati kamar Ella dari kamarnya. Hingga ia melihat wanita itu turun ke lantai 1 , buru buru Jerome berlari menuju rumah sebelahnya itu.
"Apaa apaan sih? Bohong apa?" tanya Ella yang mencoba menepis dugaannya jika Jerome mengetahui dirinya adalah artis film blue.
__ADS_1
Cengkraman tangan Jerome di kedua pundak Ella membuat wanita itu kesakitan.
"Please, lepasin dulu. Kamu bukan Jerome yang kukenal!" teriak Ella sambil mencoba melepaskan tangan lelaki itu dari pundaknya dan berhasil.
Ella pun memundurkan langkah menjauh dari lelaki yang sedang dibakar amarah.
"Hahahaha, aku Jerome yang bisa kamu tipu dan menyembunyikan profesimu yang menjijikkan itu" ucap Jerome langsung to the point dengan tertawa yang seperti bukan dirinya.
Ella pun menyadari jika perilaku aneh Jerome sesuai dugaannya.
"Video itu pasti sudah tersebar disekolahnya" batin Ella pasrah.
Karena ia tidak ingin terlihat lemah didepan Jerome yang telah mengetahui sisi buruknya, ia pun melawan amarah pria didepannya dengan lantang.
"Aku nipu kamu?" tanya Ella menantang dan mendekati Jerome dengan senyuman menyeringai.
Jerome malah yang memundurkan kakinya untuk menjauh dari Ella.
"Kenapa kamu mundur? Mana amarah mu tadi? Kamu bisa bilang , aku menipu kamu apa? Hah?" tantang Ella makin mendekati Jerome yang masih menatapnya dengan tatapan marah.
"Jerome Jerome. Kamu memang pria polos dan lugu karena tidak mengenaliku menjadi artis film blue. Seumuranmu ini pasti sudah banyak yg mengenal wajahku. Kamu terlalu pengecut mengakui dirimu bodoh yang bisa terlena dengan godaanku. Malah menyalahkanku yang tidak membuka sisi buruk ku di depanmu" sahut Ella.
Jerome diam saja. Ya memang dia marah karena merasa tertipu namun kenyataannya dia marah karena merasa bodoh sampai tergoda dengan wanita seperti Ella tanpa tau masa lalunya.
"Kenapa kamu diam hah? Kamu kesini mau memastikan aku kalau aku memang artis blue yang kamu lihat hari ini? Benar! Itu aku!" lanjut Ella yang membuka kenyataannya.
Jerome berhenti melangkah dan membiarkan Ella berada dihadapannya sambil menatap mata birunya dengan tatapan tak kalah tajam.
"Aku merasa bodoh karena sudah menyukaimu sejak aku melihat mu telan**** didepanku" ucap Jerome jujur.
Ella pun tersenyum smirk, ternyata memang Jerome seperti lelaki kebanyakan yang akan tergoda dengan tubuhnya.
"Kamu mau aku telanjang didepan mu seperti yang aku lakukan di film yang kamu tonton? Hah?" tantang Ella.
__ADS_1
Jerome jadi grogi sendiri mendapatkan tantangan dari Ella. Amarahnya tiba tiba ciut karena menerima perlawanan dari wanita yang ia sukai itu.
"Aku nggak sudi!" seru Jerome pura pura menolak karena jika ia menerima tantangan Ella, bisa dipastikan ia sudah tidak bisa menahan diri untuk tidak melepas keperjakaannya bersama artis blue ini.
"Hahahhahahahhahaha, gak sudi katamu?" tawa Ella menggelegar di ruang tamu mendengar perkataan Jerome yang sok suci tidak mau menerima tubuhnya.
"Iya! Aku akan berusaha menjauh darimu, Ella. Aku tidak suka bersama wanita yang dilihat oleh banyak orang telanjang!" sahut Jerome tegas.
Tanpa aba aba, Ella langsung melepas dress yang ia pakai dan langsung menampilkan 2 gundukan di dadanya yang tak tertutup apapun di hadapan Jerome.
"Astaga! Ella!! Kamu membuatku tak bisa melepaskanmu kalau begini!" batin Jerome dan ia langsung menyambar bibir Ella didepannya dengan lahap.
Ella pun terkejut dengan sikap Jerome yang plin plan, tadi bilang gak sudi. Sekarang langsung main cium aja. Namun bibir wanita seakan tak merespon ciuman yang diberikan Jerome padanya meskipun ia pun sangat menginginkannya.
Tidak mendapatkan respon, Jerome pun melepaskan bibirnya dari bibir Ella dan menatap mata coklat wanita itu dengan tatapan penuh makna. Ia merasa keterlaluan memang, sudah menyalahkan Ella tanpa mencoba mendengar penjelasannya. Lagian, siapa dia kok ngatur ngatur hidup wanita itu.
Merasa bersalah ia lepaskan kedua tangannya dari wajah Ella.
"Maafkan aku. Aku sangat keterlaluan, Ella. Aku sungguh lelaki plin plan. Hanya merasa aku menjadi orang bodoh yang mengetahui profesimu setelah teman teman sekolahku mengenal wajahmu terlebih dahulu. Aku sangat emosi dan marah. Ryno aja hampir aku pukul tadi, namun aku urungkan karena akan menjadi masalah besar nantinya. Aku yang salah disini, maafkan aku" ucap Jerome sambil menundukkan kepala dengan nada sendu tanpa amarah dan rasa bersalah yang muncul setelah memaksa mencium Ella barusan.
Ella pun merubah wajah kesal, kecewa, dan marahnya pada Jerome menjadi wajah lembut kembali seperti sebelumnya. Dengan tubuh yang hampir polos kecuali bagian inti bawahnya , ia mendekat ke tubuh pria didepannya yang sedang menundukkan kepala menghindari tatapan dengannya, menangkup wajah Jerome untuk bisa ia arahkan menatap wajahnya.
"Aku juga minta maaf Jer, karena aku tidak menceritakan pekerjaanku sebelumnya. Ketika aku bertemu kamu malam itu, aku memang sengaja menyimpan kenyataan ini dan berharap kamu tidak mengetahui sisi burukku. Tatapanmu ketika kita bertemu pertama kali setelah kamu mengintipku, adalah tatapan paling tulus yang aku terima dari tatapan lelaki yang pernah memandangku. Aku terkesima dengan kamu, anak muda. Aku ingin terlihat baik didepanmu. Maafkan aku karena ternyata aku bukan wanita baik baik" jelas Ella dengan bendungan air mata yang akan bocor.
Jerome kaget dengan penjelasan Ella yang begitu jujur ketika ia mendengarkannya.
"Bolehkah aku memelukmu, El?" tanya Jerome.
Ella hanya menganggukan kepala karena air matanya sudah jatuh. Jerome pun langsung mendekap tubuh wanita itu erat. Merasakan dua gundukan yang tidak terlapisi kain apapun menyentuh baju yang ia pakai dan sensasinya menembus kulit.
"Maafkan aku yang telah marah marah kepadamu, Ella" ucapk Jerome sambil mengecup kepala Ella.
"Aku sudah menduganya dari awal, jika kamu datang dengan ekspresi marah tadi karena mengetahui kenyataannya. Wajar jika kamu marah seperti itu, berarti kamu peduli masa lalu ku dan ingin memastikannya sendiri" sahut Ella yang masih nyaman berada di pelukan Jerome.
__ADS_1
Mereka pun berpelukan seperti pasangan yang baru bertengkar terus baikan.