
Diara berjalan dibandara dengan menarik koper miliknya. Setelah sebelumnya ia memesan taxi untuk membawanya nanti ke hotel.
Namun tiba-tiba karena Diara terlalu fokus memperhatikan bandara yang begitu mewah, ia tak melihat keberadaan seseorang yang ada didepannya.
Bruk!
Diara sedikit terpekik karena kepalanya terbentur dada bidang seorang lelaki, koper yang sebelumnya dipegang oleh Diara juga jatuh.
"Auuu!!!" Diara memegangi kepalanya sendiri. "Punya mata tidak sih! Ara...Ara...!" Pekik Diara tidak jelas karena ia kurang bisa berbahasa Jepang dan hanya mengerti Ara-Ara plus yameteh-kidasay dari sebuah anime yang ia tonton.
Ia kemudian menatap tajam lelaki yang telah menabraknya itu. Mata Diara berkedip-kedip untuk memastikan penglihatannya salah atau benar bahwa pria didepannya ini adalah pria yang selama ini tiba-tiba menghilang.
Karena masih kurang percaya, Diara lalu menatapnya dari ujung kepala sampai ujung kaki dengan pelan. "Tidak mungkin..." Gumam Diara pelan saat menatap tubuh dan wajah lelaki didepannya.
Masih kurang percaya lagi, Diara akhirnya membuka kacamata hitamnya agar penglihatannya kembali ke awal dan lebih berwarna. Matanya masih tetap sama, yaitu terbelak menatap pria itu. "Apa kau...emm...kau adalah pria yang menikah denganku?" Tanya Diara yang langsung saja. Lihat saja, wajahnya benar-benar sama seperti suaminya, yaitu Ruli Gyoxer.
Lihat juga tatapan mata nya yang tajam dingin datar jadi satu itu. Tapi, yang membedakan disini adalah kaki pria ini yang bisa berdiri, tidak mungkin kan jika suaminya sudah bisa berjalan? Atau pria didepannya hanya mirip bahkan mungkin memang hanya sama wajah dan tubuhnya saja.
Pria itu maju beberapa langkah hingga berdempetan dengan Diara. Ia lalu mendekatkan wajahnya pada wajah Diara.
Diara yang seperti itu jadi menjauhkan wajahnya sedikit.
"Menurutmu?" Tanya pria itu dengan halus.
Degg!
"Ruli" Ucap Diara yang seolah benar-benar tidak percaya bahwa ini adalah suaminya. Dan...sudah bisa berjalan kembali? Bagaimana bisa hanya dengan waktu satu Minggu saja?
__ADS_1
Namun ia menyadari bahwa ini memang suaminya saat dibelakangnya ada beberapa pengikut dan Axel, pria yang Diara pernah sukai namun hanya beberapa menit saja.
"Tuan, pesawat sudah mau terbang, anda harus segera mas-" ucapan Axel terpotong saat tiba-tiba Ruli memotongnya.
"Batalkan saja, biar kau yang pulang serta yang lainnya, aku akan disini untuk berbulan madu bersama istriku" Titah Ruli dengan menatap Diara penuh misteri, tidak lupa senyuman miringnya.
Axel melihat Ruli dengan tatapan sulit. "Tapi, tuan yakin sendiri disini?"
"Kau meremehkan ku?" Sambung Ruli kesal. Dipikirnya dia anak kecil yang selalu butuh kawalan.
"Tapi tuan, ini terlalu berbahaya, dan kaki anda juga baru-"
Ruli menatap tajam asistennya seolah ingin membunuh sekarang juga. Ia takut jika Axel akan kelepasan bicara dan akan membuat pertanyaan bagi Diara nanti.
Axel menghela nafasnya mengerti. "Baiklah, jika dalam bahaya segera hubungi. Aku tidak ingin disalahkan tuan Lintar"
Setelah melihat kepergian semua pengikutnya, Ruli lalu kembali lagi beralih pada Diara yang masih bingung dan bertanya-tanya dalam hatinya tentang apa yang terjadi.
Akkkhhh!!!
Diara terpekik saat tiba-tiba tubuhnya diangkat ala bridal style. "Lepaskan aku!!" Teriaknya tertahan karena ini begitu ramai. "Ini memalukan!" Tukas Diara dengan melotot. Namun tangannya justru ia lingkarkan pada leher Ruli.
"Kenapa malu? Kita tidak telanjang didepan umum? Lagipula kita adalah sepasang suami istri yang sah Dimata agama dan hukum" Kecam Ruli lalu segera memberdirikan koper Diara menggunakan satu kaki panjangnya. Ruli lalu membawa Diara digendongan dengan membawa koper istrinya juga menuju mobilnya.
Karena takut dilihat orang-orang asing, Diara akhirnya mengumpatkan wajahnya pada bahu suaminya.
Beberapa saat kemudian, kini Ruli telah sampai dimobil miliknya, mobil mewah berjenis Ferrari keluaran terbaru, didalamnya memiliki kualitas yang sangat mewah, bahkan ada penutup tersendiri antara sopir dan penumpangnya, jadi seperti privasi saja.
__ADS_1
Tapi kali ini Ruli tidak menggunakan sopir, karena ia menyuruh semua orangnya untuk pulang dan meninggalkan dirinya dinegara Jepang ini. Ia akan melakukan sebuah kegiatan yang pastinya sangat menyenangkan hingga kegiatan itu bisa jadi nanti dapat membuahkan hasilnya yang begitu lucu dan menggemaskan. Apa ya kira-kira yang lucu dan menggemaskan itu?
Diara hanya menatap saat Ruli sudah masuk dan duduk disampingnya yang siap untuk menyetir mobil itu.
Setelah mobil itu mulai berjalan meninggalkan bandara, barulah Diara mulai penasaran dan ingin berbicara memberi pertanyaan. "K-kau bisa jalan?" Tanya Diara yang masih sedikit terbata dan tidak percaya dalam waktu satu Minggu saja kakinya sudah sembuh.
"Seperti yang kau lihat" Jawab Ruli yang tidak menjelaskan apa-apa lagi.
Percakapan itu selesai begitu singkat, karena lidah Diara terasa kaku dan sulit untuknya bertanya lebih banyak lagi.
Selang beberapa menit berlalu, mobil itu kini telah berhenti disebuah hotel bintang tuju dan paling mahal di Jepang. Ruli menyuruh Diara untuk turun dari mobilnya.
Mereka berjalan beriringan dengan Ruli yang membawakan kopernya menuju lift untuk naik ke kamar yang memang sudah Ruli beli beberapa tahun lalu saat dirinya pernah kemari.
Didalam lift yang hanya di isi oleh dua orang, yaitu sepasang suami istri. Diara masih dibuat tak percaya jika saat ini pria lumpuh itu sudah bisa berdiri dan berjalan seperti biasa seolah tidak terjadi apapun.
Tapi, tiba-tiba Diara melototkan matanya saat teringat ucapan Ruli terakhir di bandara dengan Axel bahwa dia akan berbulan madu. Tatapan Diara melotot pada pria yang lebih tinggi dan besar darinya itu.
"Kau bilang akan berbulan madu?" Tanya Diara dengan sedikit mengeraskan suaranya.
Ruli mengangguk.
"Dengan siapa?"
"Tentu saja dengan istriku, lalu dengan siapa lagi sayang hmmm...?" Ruli menundukkan tubuhnya dan mengecup singkat bibir ranum milik Diara.
Diara terpaku, terkejut mendengarny, ia menunduk. "B-bulan madu? T-tapi ini bukan bulan madu" Ucap Diara gugup dan pelan.
__ADS_1
"Jangan berpura-pura menjadi wanita yang sok polos Diara Gyoxer" Tukas Ruli tegas.