Terjerat Hasrat With Pria Lumpuh

Terjerat Hasrat With Pria Lumpuh
Sakit


__ADS_3

Diara semakin merapatkan lututnya saat merasakan sesuatu akan keluar dari bawahannya. "Aku keluar ahh..." Pekik Diara yang justru Ruli tidak mengindahkannya.


Ruli melepaskan ketiga jarinya itu, ia mundurkan tubuhnya dan malah membuka lutut Diara agar menga_ngkang, setelahnya ia menenggelamkan wajahnya pada lembah Diara, Ruli disana memainkan menggunakan lidahnya dengan sangat lihai.


Diara meremas seprei ranjangnya kuat, matanya yang sulit untuk terbuka membuatnya tidak bisa melihat apa yang Ruli lakukan dibawah sana, namun rasanya begitu sangat nikmat daripada sejumlah uang triliunan yang pernah Daddy berikan.


Ruli memasuki lidahnya lebih dalam pada vag_ina milik Diara, ia men_jilati dan memutari lidahnya disitu hingga membuat Diara semakin kuat mend_esah.


Diara tak dapat menahannya lagi, seluruh tubuhnya benar-benar terasa seperti tersengat listrik, ia bergetar hebat dan ah.... carian pele_pasan itu akhirnya keluar juga dari lembah milik Diara.


Ruli tidak berpindah sama sekali, ia tidak peduli dengan wajahnya yang terkena cairan itu, melihat cairan Diara yang menggalkan disana, Ruli justru menjilati dan menelannya tanpa merasa jijik.


Setelah itu, Ruli mendongok melihat wanitanya yang masih tersengal-sengal setelah melakukan pelepasan pert_ama. "Bagaimana rasanya?"


Nafas Diara yang masih belum beraturan ia paksakan untuk menatap wajah suaminya. Ia terkejut melihat wajah Ruli yang terlihat basah. "K-kau? Apa aku yang membuatmu seperti itu?" Diara kemudian bangun dan menatap tak percaya bahwa cai_ran miliknya banyak sekali tertinggal diwajah Ruli.


Ruli tersenyum miring, kemudian mendorong pelan tubuh istrinya agar kembali tertidur lagi. "Jangan duduk, malam ini aku akan memuaskanmu" Ucap Ruli lalu segera turun dari ranjang dan mulai membuka pakaiannya sendiri.


Diara yang melihat dari atas ranjang seketika menelan ludahnya sendiri dengan susah payah melihat tubuh segitiga dan sixpack itu. Ia lagi-lagi malah teringat dengan ular sawah yang dilihatnya beberapa Minggu lalu.


Diara terbelak lebar saat mengingat bentuk dan ukurannya yang super jumbo. "Aku harus kabur sekarang" Batin Diara yang sangat takut jika ular itu akan memasuki lembahnya.


Diara yang bersiap untuk kabur dengan membalikkan tubuhnya dan berjalan merayap kini terurung saat dirinya merasa sudah terlambat.


"Mau kemana hmm...?" Tanya Ruli menatap punggung istrinya yang sudah berbalik badan dan ingin merayap.

__ADS_1


"A-aku..."


Ruli ikut tengkurap diatas punggung Diara dan memeluknya.


Mata Diara semakin melotot dan jatungnya semakin berdebar. Bukan, bukan karena pelukan itu, namun karena ada sesuatu yang menusuk pan_tat sem_oknya itu dibawah. Diara ingin bergerak memberontak namun tidak bisa saat tangannya juga sedang dipeluk.


Ruli melonggarkan pelukannya lalu membalikkan tubuh Diara, ia lalu mencium bibir ranum yang sexy itu dengan perasaan menggebu-gebu dan penuh has-rat.


Dengan ciu_man yang Ruli berikan, Diara sesaat jadi lupa dengan ketakutan nya pada ular sawah milik Ruli. Ia jadi menikmati ciuman nya tanpa tau bahwa benda pusaka yang Diara sebut sebagai ular sawah kini sudah hampir siap melakukan tugasnya.


Sementara Ruli terus mengalihkan semuanya dengan ciu_man panas itu, tangannya yang satu juga memegangi benda pusa_ka miliknya untuk membantu memasukkan semuanya dengan benar dan agar tidak salah sasaran.


"Sleep..sleep..." Suara dec_apan itu kini menjadi tambahan suara bagi kamar hotel ini.


Dalam ciuman itu Diara masih belum menyadarinya jika dibawah sana, benda pusa_ka Ruli sudah sangat siap untuk dimasukkan. Hingga kini, Diara terbelak dengan mencakar punggung Ruli kuat dengan kuku tajamnya hingga meninggalkan luka pada punggung itu.


Ruli tidak menghentikan ciumannya, namun juga tetap berusaha agar miliknya masuk kedalam lembah itu, ia menghentak kuat agar cepat masuk, sembari mengalihkan agar Diara tidak terlalu sakit, tangannya berganti sambil mere_mas lagi payu_dara besar kenyal dan padat itu.


Diara rasanya bercampur jadi satu dalam waktu yang bersamaan. Sakit, nikmat dan perih rasanya. Air matanya menetes karena tak kuasa menahan rasa sakit dibawahnya.


###


Ruli melepaskan ciumannya saat merasa miliknya belum juga bisa masuk sepenuhnya.


"Huhuhu...ini sangat sakit!" Ujar Diara akhirnya saat cium_an itu terlepas. Ia menangis tersedu-sedu saat Ruli kembali berusaha untuk memasukkan nya lagi.

__ADS_1


"Sorry baby...ini memang akan terasa sakit, namun diawal saja okey..." Ucap Ruli yang berusaha lagi dengan menghentak-hentakkan beberapa kali.


Dan...saat Diara semakin menjerit, disitulah miliknya sudah sepenuhnya masuk kedalam. Suatu cairan berwarna merah itu mengalir keluar dari vagi_na milik Diara, ya, itu adalah darah kepera_wanan Diara yang kini telah berhasil Ruli lumpuhkan.


Sembari menunggu agar miliknya beradaptasi dengan milik Diara,. Ruli kembali melakukan ciu_man panas itu guna mengakhiri tangisan Diara yang semakin tersedu-sedu.


Selang beberapa menit berlalu, akhirnya Ruli memberanikan pinggulnya untuk bergerak maju dan mundur secara perlahan. Ia melepas ciuman itu saat rasa nikmat yang justru menjalar pada tubuhnya, saat dimana miliknya terjepit begitu enak dan nikmat oleh lembah milik Diara.


Diara pun sama, awalnya ia begitu terasa sangat sakit, namun lama-kelamaan justru rasa itu berganti jadi rasa nikmat bagaikan melayang tinggi diluar angkasa. "Ah..." Des_ah Diara lagi saat gerakan itu pelan namun pasti.


Beberapa menit telah berlalu, gerakan Ruli kini beralih jadi gerakan cepat saat merasa sudah tidak lagi sakit bagi Diara.


Plok...plok...plok...plok...


Suara itu terdengar sangat keras didalam kamar hotel milik mereka. Tidak ingin tangannya terlalu lama menganggur, Ruli pun kembali mere_mas dua bongkahan yang sedang bergerak naik turun karena gerakannya.


"Ah...sayang...j-jangan ter~ah...ini sangat cepat ah...ah.." Ucap Diara yang sedang merasa diatas awan.


"Terus panggil namaku sayang..." Sambung Ruli yang bersemangat dari tadi.


"R-ruli sayang...ah..." Rasanya lagi dan lagi begitu nikmat, apalagi tangan lelaki itu yang tidak pernah berhenti untuk beraktivitas pada tubuhnya.


$$$$


Peringatan! Ini adegan h+ot ho+t, jadi tolong di skip kalo Lo merasa masih bocil dan belum cukup umur 😤⚠️ Sorry? Telat ya kasih tau nya? Hmm...soalnya kaga enak mau kasih tau diawal, karena takut mengganggu sensasi. Ojo lali sama suntikan semangatnya Yee...kasih dukungan yang banyak biar dapet anu..

__ADS_1


Sekian terima gaji🙏.


__ADS_2