Terjerat Hasrat With Pria Lumpuh

Terjerat Hasrat With Pria Lumpuh
Sebuah pernyataan cinta


__ADS_3

Saat sudah sampai lantai dimana kamar hotel milik Ruli itu berada, Diara masih membeku seolah tidak mau bergerak keluar dari lift.


Ia takut, ia benar-benar tidak mau satu kamar dan melakukan hal-hal seperti itu. Terlebih saat suaminya sudah bisa berjalan, sudah pasti Ruli bisa bergoyang diatas kasur nanti. Dan...yang lebih penting, saat Diara teringat benda pusaka yang begitu besar saat berdiri.



"Sayang ayo..." Ajak Ruli dengan mesra, seperti seorang pria yang begitu mencintai istrinya. Yah, memang hati Ruli sudah sepenuhnya menjadi milik Diara Gyoxer sekarang.



Diara menggeleng takut. "Emm... Apakah kita akan melakukan itu?" Tanya Diara gugup.



"Melakukan apa?" Tanya Ruli balik yang berpura-pura tidak tau.



"Melakukan se\_xs?"



"Tentu saja iya, aku sudah sembuh, aku rela menyembuhkan kaki ku demi melakukan itu denganmu, demi dirimu terpuaskan" Ucap Ruli dengan sedikit tersenyum tipis, ia segera menarik lengan istrinya agar cepat keluar dari lift.



Diara tidak bisa berkutik, karena tarikan itu lumayan kuat. "Demi diriku?" Tanya Diara lagi.



"Hmm..."



Nit!



Pintu kamar terbuka, Ruli langsung menarik lagi tangan Diara agar cepat memasuki kamarnya itu, lalu segera kembali menguncinya.



Secara tiba-tiba Ruli melepas genggamannya dan meletakkannya koper itu secara asal. Ia berjalan cepat menutup semua korden jendela kamar motel yang sebelumnya terbuka lebar.



Diara yang melihat suaminya secara langsung berubah seperti sedang ada penjahat itu menatap secara berkerut. "Ada apa?" Tanya Diara lalu mendekati Ruli yang sedang mengintip kecil dari celah korden.


__ADS_1


Diara berniat ingin melihat juga situasi diluar, tapi justru bahunya dipegang oleh Ruli dan didorong menuju ranjang king size itu.



Ruli men\_indihi tubuh Diara dan menatapnya lekat seakan tidak ingin kehilangan wajah ini. "Tidak apa-apa, hanya ingin cepat melakukan itu denganmu" Ucap Ruli pelan hingga menyebabkan nafas segarnya menerpa wajah Diara.



"Kau mau apa?" Diara secara langsung mencegah tangan Ruli yang ingin membuka jaket bulu nya.



"Tentu saja aku rindu pada dua benda kenyal milik ku" Jawab Ruli yang jadi mengaku-ngaku bahwa dua bongkahan itu jadi miliknya.



"What?! Enak saja, ini milik ku kau sebut milik mu" Ucap Diara tak terima saat Ruli juga menunjuk bagian dadanya. "Lagipula, siapa yang mengizinkan mu untuk melakukan kegiatan itu?"



"Apa kau tau, aku rela melakukan semuanya demi dirimu" Sambung Ruli Gyoxer dengan tatapan penuh cinta. Hatinya sekarang benar-benar semakin yakin saat debaran jantung yang tidak pernah muncul selama ini jadi muncul kembali setelah beberapa tahun.



"Melakukan apa?" Tanya Diara tak mengerti.




Degghh!



Tentu saja Diara kaget dengan pengakuan cinta dari Ruli. "Pengakuan cinta bukan untuk main-main, aku tidak suka kau mengakui mencintaiku hanya demi bisa melakukan kegiatan itu" Timpal Diara yang menanggapi bahwa pengakuan cinta Ruli hanyalah tipuan belaka, yaitu palsu!. Sampai kapanpun Diara tidak akan percaya dengan pengakuan cinta lelaki, kecuali satu orang dari masalalu yang dimana Diara dicintai hebat olehnya.



"Kau menatap ku namun tidak bisa melihat apakah aku berbohong atau tidak" Sambung Ruli.



Diara tau, jika tatapan Ruli seperti sedang tidak berbohong padanya. Tapi, apa secepat ini akan jatuh cinta?



"Aku rela melakukan operasi kaki hanya demi bersama mu. Aku mencintaimu"


__ADS_1


"Dan aku tidak mencintaimu" Sela Diara yang terus terang.



"Aku mencintaimu " Sambung Ruli lagi.



"Aku tidak"



"Aku mencintaimu Diara Gyoxer"



"Aku tidak mencintaimu Ruli Gyoxer" Balas Diara lagi.



"Aku sudah melakukan semuanya demi dirimu, dan sangat tidak mungkin jika aku akan menyerah untuk mendapatkan hatimu." Pinta Ruli yang kini mengelus pipi istrinya dengan sayang dan seakan memperlihatkan bahwa sampai kapan pun dia tidak akan melepaskan Diara.



"Kau pikir, defisini aku mencintaimu hanya karena kau tidak lagi lumpuh? Sekarang, menyingkir dari ku!" Tukas Diara yang kini mendorong tubuh Ruli agar segera minggir karena sangat pengap bagi nafasnya.



Namun, bukannya menyingkir, Ruli justru semakin naik dan merapatkan lututnya agar pa\_ha istrinya terkunci. "Sekali aku bilang dirimu ya tetap dirimu"



Diara membuka bibirnya saat merasakan bibir pria itu yang mulai me\_ngisap bagian put\_ingnya, tangannya yang tidak lagi menganggur itu juga memilan pu\_ting satunya hingga membuat Diara nikmat tiada tara seperti sedang melayang tinggi.



"Ah...Ruli..!!!" Teriak Diara dengan setengah men\_desah karena nikmat.



"Panggil aku sayang..." Ruli kini mere\_masnya secara bergantian untuk lebih berinovasi dengan rasanya.Dan entah sejak kapan juga bagian bawah Diara sudah polos tanpa mengunakan apapun lagi.



"Aku tid-dah...ma-ah...sayang rasanya bena~ah!.." Diara semakin menjerit saat kedua jari itu lengah memasuki bagian lembahnya yang sudah basah karena sentuhan diatas sebelumnya.



"Sangat licin sayang..." Ruli tersenyum melihat Diara yang sedang tidak bisa berkutik dibawahnya. Ia suka melihat wajah gelisah nya, ia suka melihat Diara saat menahan agar des\_ahannya tidak keluar, namun tetap keluar juga akhirnya.

__ADS_1



"Stop ah!" Diara menggeliat bak cacing kepanasan saat jari itu semakin dipercepat dan ditambah jadi tiga jari yang memasuki va\_gina nya.


__ADS_2