
Sementara itu, ditempat yang berbeda.
Ruli untuk pertama kalinya lagi setelah sudah lebih dari lima tahun tidak menginjakkan kakinya dimarkas, ia akhirnya menginjakkan kakinya juga.
Para anggota yang mendapat kabar dari bos Axel pun segera berbaris rapi untuk menyambut kedatangan bos utama yang sudah lama mengundurkan diri menjadi bos itu. Namun bagi mereka, bos Ruli tetaplah nomor satu, karena pemimpin sesungguhnya hanyalah keturunan Gyoxer.
Ruli memasuki markas besar itu dengan wajah datar dan dinginnya. Ia mengantungkan kedua tangannya saat memasuki markas itu, tidak lupa Axel juga yang selalu mengikutinya dari belakang.
Masuk kedalam ruangan utama, para anggota segera membungkukkan tubuhnya, pertanda memberi hormat pada sang pemimpin dan pemimpin pengganti.
"Bagaimana kabar kalian?" Tanya Ruli yang dimana pertanyaan itu adalah pertanyaan yang sudah lima tahun lebih tidak mereka dengar.
Kemudian salah satu anggota dari Radex maju satu langkah dengan menekuk satu kakinya. "Izin menjawab tuan. Kabar kami semuanya baik"
Ruli mengangguk. "Bagus. Aku tidak suka jika anggota Radex ada yang terluka sedikitpun. Karena salah satu syarat menjadi bagian dari Radex adalah sehat dengan kemampuan lebihnya!"
Radex. Ya, Radex adalah nama anggota mafia mereka, yang dimana pemimpin warisannya diturunkan oleh Ruli Gyoxer setelah sebelumnya dipimpin oleh sang Daddy Revano. Radex, nama itu sering kali dijumpai diberbagai buku sejarah, nama anggota mafia keturunan bawah laut itu adalah nama paling ditakuti dan tersembunyi. Pria yang pertama kali menciptakan segerombolan mafia adalah kakek buyut tertua Ruli, ibaratkan Ruli adalah keturunan ke empat sekarang yang mewariskan pemimpin mafia Radex itu.
Bahkan sampai sekarang, para polisi pun belum dapat menemukan anggota Radex. Jika ada satu saja polisi yang tau kecuali pewaris kedua yang berhasil dibunuh oleh salah seorang polisi dari Amerika, dan dari kejadian itu anggota Radex semakin untuk lebih berhati-hati lagi, jika sampai ketahuan maka dengan kekuatannya, anggota Radex akan membunuh sang polisi berserta yang bersangkutan tanpa jejak sama sekali. (Hanya sebagian-\_-)
"Aku harap, dan jangan sampai kejadian dimasa lalu kembali terulang lagi. Kalian tau jika aku memiliki seorang wanita?"
__ADS_1
Semuanya mengangguk. Tentu saja mereka tau, karena sedari awal tuan Revano lah yang lebih dulu memerintahkan anggota Radex untuk selalu menjaga nona Diara dari jeratan musuh manapun.
"Saat ini Doge sudah mulai kembali menampakkan lagi. Entah berita darimana, aku merasa Doge tau tentang wanitaku itu. Aku hanya ingin, agar kalian selalu menjaga diri serta keluargaku dari Doge, jangan sampai istriku yang menjadi korban atau direbut kembali oleh Doge seperti lima tahun lalu."
\#
\#
\#
"Kak, dia adalah Diara, dan ini adalah suaminya" Ucap Gyora pada sang kakak laki-lakinya dengan menunjukkan foto Diara dan juga suami Diara yang ia dapat dari Gugel.
Agler tersenyum miring melihat foto itu. "Apa kau yakin Gyora?"
Gyora segera mengangguk. "Tentu saja aku yakin. Diara sendiri yang bilang bahwa itu adalah pria yang telah dijodohkan dengannya. Dia lumpuh, namun Diara bilang walaupun lumpuh tapi kekuatan pria itu seperti tidak main-main dan-"
"Kau benar Gyora." Titah Wulandari yang memotong ucapan dari sang adik ipar. "Ruli Gyoxer adalah pria psikopat. Dia pria paling mengerikan yang pernah aku temui,"
Dyora justru berkerut kening heran mendengarnya. "Maksud kak Wulan apa?"
__ADS_1
Wulan melirik suaminya sebagai pertanda bahwa ia ingin suaminya saja yang menjelaskan semuanya.
Agler akhirnya pun menghela nafasnya panjang. "Hah...Ya, Ruli adalah manusia paling berbahaya yang aku tau, bahkan lebih berbahaya dari anggota kakak."
"Pria lumpuh itu mafia juga?" Tanya Gyora yang seolah tak percaya bahwa suami sahabatnya adalah seorang mafia juga.
Agler mengangguk. "Yah...dia mafia juga, dan dia adalah musuh bebuyutan kita, dimana mereka adalah yang telah membunuh ayah dan ibu kita" Jelas Agler pada sang adik.
"Radex?" Ucap Gyora yang seolah tak percaya. Setelah melihat anggukan kakaknya, Gyora segera menutup mulutnya dengan kedua tangannya, matanya berkaca-kaca mendengar nama itu lagi, nama yang paling Gyora benci sedari dulu karena telah merenggut segalanya.
Wulan mengangguk. "Yah...nama yang juga kakak benci adalah anggota Radex. Dan, Agler bilang bahwa Ruli Gyoxer saat ini sudah bisa berjalan setelah melakukan operasi pada kakinya."
Gyora menangis dan terus menggelengkan kepalanya. "Hiks...kak," Gyora lalu memegangi tangan sang kakak. "Aku mohon selamatkan sahabat ku kak hiks..."
Agler menatap lurus kedepan. "Tapi..."
Wulan juga kini ikut memegang lengan suaminya. "Kau benar sayang. Selamatkan wanita itu sama seperti saat kau menyelamatkan aku dari jeratannya. Ku mohon jangan sampai ada korban wanita baru lagi yang nasibnya akan sama seperti wanita lain"
Agler menarik nafasnya kasar. Berat rasanya jika harus menuruti kemauan itu. Ia dulu menyelamatkan Wulandari karena memang ada cinta yang terselip didalam hatinya, hingga dirinya sampai nekat berbuat seperti itu hanya demi agar Wulandari bersamanya dan melepas dari jeratan pria berbahaya itu. Beruntung ia menang, walaupun banyak korban jiwa didalamnya hingga menyebabkan seorang Ruli Gyoxer jadi lumpuh.
"Akan aku coba" Jawab Agler kemudian.
__ADS_1