Terjerat Hasrat With Pria Lumpuh

Terjerat Hasrat With Pria Lumpuh
Tidak bisa sayang


__ADS_3

Diara membuka pintunya dengan pelan. Dari kejauhan, ia melihat suaminya yang seperti sedang pusing memikirkan sesuatu, tapi saat Diara lihat lagi ternyata suaminya itu juga sedang meminum minuman favoritnya jika di pesta.


"Bubu" Panggil Diara yang berjalan mendekati Ruli.



Mihat Diara yang datang, Ruli langsung saja meletakkan minumannya dimeja.



Diara secara langsung duduk dipangkuan suaminya dengan mengalungkan tangannya seperti biasa dileher suaminya. "Sedang apa?" Tanya Diara manja dengan matanya yang khas bangun tidur.



"Ada apa? Apa tidurmu terganggu?" Ruli mengecup beberapa kali bibir yang sudah menjadi candunya itu.



Diara mengangguk jujur. "Heem...kasurnya bergoyang karena pesawat selalu menabrak awan" Jawab Diara yang kemudian menyenderkan kepalanya pada dada bidang Ruli. "Kau sedang apa sekarang?"



"Tidak sedang apa-apa"



"Bohong. Jujur, kau sedang memikirkan apa dan siapa?" Tanya Diara yang saat ini menyeringai menatap suaminya. "Apa kau memikirkan wanita sexy yang baru saja keluar dari ruangan ini?"



Ruli mengerutkan dahinya tak mengerti dengan pertanyaan itu. "Maksutmu apa?"



Diara bangun. Ia mendorong pelan tubuh suaminya. "Ck..kau bilang padaku untuk tidak memakai pakaian terbuka, namun kau baru saja melihat perempuan \*\*\*\_\*\*\* tadi!" Ucap diara yang sedang cemburu melihat suaminya telah memandang wanita lain selain dirinya.



"Jangan berbicara sembarangan sayang...aku tidak pernah melakukan itu" Ruli kini mengeratkan pelukannya pada pinggang ramping itu.



Diara melipat tangannya dengan tatapan melengos. "Cih.. aku tidak percaya. Lalu, bagaimana dengan perempuan sexy yang baru saja keluar dari ruangan ini?"



Ruli sedikit berpikir tentang pertanyaan itu. Kemudian arahannya hanya satu, yaitu pramugari yang mengantarkannya minuman kemari. "Kau cemburu padanya hmm...?" Goda Ruli kemudian setalah menyadari bahwa istrinya sedang cemburu karena pramugari tadi.



"Apaan. Tentu saja tidak!" Elak Diara kemudian.



"Jangan bohong" Goda Ruli lagi dengan menoel pipi Diara.

__ADS_1



Diara segera menepisnya kasar. "Aku membencimu!" Tukas Diara kesal, lalu berniat untuk turun dari pangkuan Ruli.



"Mau kemana bibu sayang" Ruli menahannya dengan memeluk erat lagi untuk melarang Diara pergi. "Kau tau, aku bahkan tidak melihat wanita itu sama sekali, karena dalam pikiranku hanyalah dirimu, tubuh sexy mu, suara indah mu saat mend\_esah, dan kecantikanmu yang jarang dimiliki banyak wanita"



"Benarkah?" Tanya Diara yang seolah tak percaya dengan ucapan dan lontaran Ruli.



"Hmm..." Entah kenapa saat memeluk tubuh cintanya, Ruli merasa semua pikiran dan masalahnya sekarang jadi hilang begitu saja dibandingkan dengan meminum minuman. Ruli sekarang benar-benar yakin 100% bahwa cinta, hatinya dan raganya hanyalah milik Diara Moana seorang. "Jangan tinggalkan aku apapun yang terjadi" Ucap Ruli pelan namun penuh berkesan dan bermakna.



"Kau ini kenapa? Tentu saja aku tidak akan meninggalkanmu, tapi...dengan syarat tertentu, karena aku mencintaimu ada syarat."



"Apa?" Tanya Ruli yang menganggap ucapan itu sangat serius.



Diara tersenyum. "Selama kau masih kaya dan Ruli kecilmu masih ukuran jumbo" Celetuk Diara yang begitu jujur no tipu-tipu. Dia adalah perempuan paling jujur dan apa adanya.




Ruli langsung menyentil kening Diara dengan kesal. "Aku pikir apa. Dasar wanita nakal!" Sambung Ruli yang semakin mengeratkan pelukannya dengan wajahnya yang terbenam pada dada kenyal itu.



Sementara Diara, ia mengusap keningnya dengan kesal karena justru suaminya menyentil nya, padahal kan dia hanya berusaha untuk berkata jujur.



"Iya aku wanita nakal. Nakal-nakal seperti ini juga cintamu kan?"



"Yah...kau benar, kau adalah cintaku" Jawab Ruli. "Kita lakukan sekali lagi ya"



Diara seketika menegakkan tubuhnya dengan semua badannya yang masih terasa kaku. Mendengarnya saja benar-benar membuatnya ingin mati sekarang, padahal beberapa jam yang lalu mereka baru saja melakukannya. "A-apa?! Tidak! Aku tidak mau!" Tolak Diara yang berusaha lagi untuk lepas dari pelukan mematikan itu. Diara baru mengetahui jika Ruli memang benar-benar pria paling berbahaya dengan bir\_ahi yang tidak pernah akan habis.



"Tidak bisa sayang.... Kau sudah menyerahkan dirimu sendiri, jadi terima saja pemberianku"


__ADS_1


"Mommy!!!!!!!" Pekik Diara dengan kedua kakinya diayunkan.



Ruli kini mengangkat tubuh ramping nan sexy istrinya menuju wastafel, karena ia akan kembali memberikan gaya terbaru yang pastinya sangat enak.



\#



\#



\#



Tidak terasa waktu kini berjalan begitu saja. Ruli kini sudah sampai dibandara. Ia turun dengan Diara yang berada digendongan nya setelah melakukan hubungan panas.



Ia berjalan dengan tubuh tegap tinggi nya menuju mobil jemputan yang sudah Ruli perintahkan. Ruli memasuki mobil dengan jenis Lamborghini Gallardo.



Didepan, sudah ada Axel yang cosplay menjadi seorang sopir dari Ruli Gyoxer dan Diara Gyoxer.



"Jalan pak sopir" Ucap Ruli ketika sudah memasuki mobil.



Axel mendengus kesal mendengarnya. Ia pun kemudian segera memicu mobilnya yang perlahan mulai menjauh dari bandara.



"Ada apa dengan nona Diara? Apa sakit?" Tanya Axel yang sedari tadi memperhatikan istri Ruli yang digendong.



"Tidak sakit, namun lelah" Jawab Ruli singkat dengan menatap wajah cantik polos istrinya yang masih dalam pangkuannya.



"Lelah?"



"Hmm...kita melakukan pertempuran hebat" Jawab Ruli lagi dengan tersenyum lebar mengingat beberapa adegan serta gaya yang ia lakukan bersama istrinya.


__ADS_1


Axel yang mengerti apa maksud ucapan Ruli hanya bisa memasang wajah datar, lalu kembali diam dan lebih memilih berfokus pada jalanan.


__ADS_2