Terjerat Hasrat With Pria Lumpuh

Terjerat Hasrat With Pria Lumpuh
Kau bertemu siapa


__ADS_3

Cinta? Apa itu? Saat tau prianya seorang penjahat kelas kakap membuat cintanya Diara yang mulai menumbuhkan akar, jadi kembali patah saat mengetahui keaslian dari biodata yang mungkin baru 5 persen nya saja Diara tau.


"Beritahu aku, apa yang harus aku lakukan!" Tukas Diara dengan nafas tertahan seorang menyembunyikan sesak dan isakan nya.



"Apa kau mau ikut dalam pembalasan ku Diara?"



Diara segera mengangguk. "Tentu saja. Sahabat ku menjadi korbannya, dan aku masih tidak bisa terima itu! Pria yang seharusnya dihukum mati, kini malah dengan seenak jidatnya bersenang-senang tanpa ada rasa beban karena telah membunuh ratusan orang atau bahkan ribuan."



"Cinta?"



Sedikit rasa jijik saat mendengar kata cinta yang wanita itu ucapkan. Semakin yakin bagi Diara, bahwa cinta dari masalalu nya tidak akan pernah bisa terganti sampai kapanpun. Ia dan dia, tetap jadi cinta sejatinya sampai sekarang.



"Tidak. Cintaku sudah hilang, berganti dengan sebuah penyesalan karena aku sudah berani untuk belajar mencintainya. Aku bodoh, karena mungkin saja setelah ini, akulah wanita yang akan menjadi korban selanjutnya" Pinta Diara saat kembali mengingat sebuah kenangan singkat bersama Ruli. Namun kenangan dan sebuah impian yang menjadi temeng untuk nya hidup, kini musnah setelah mengetahui beberapa informasi yang membuat Diara jadi menyesal pernah belajar mencintai Ruli.



Bayangkan saja, setengah jam lalu hatinya baru saja berbunga bersama sang pujangga yang Diara anggap mantan pria lumpuh yang baik hatinya. Bahkan Diara juga berniat untuk memiliki seorang anak bersama nya. Tapi, sebuah harapan dan cita-cita itu dengan sekejap musnah begitu saja, berganti dengan sebuah rasa benci dan tidak menyangka dan percaya bahwa itu adalah pria nya, pria yang baru saja Diara mantapkan hatinya untuk memilih sebagai pengganti dari masalalu nya.



Stefani menyerahkan sebuah barang berupa kalung berlian berwarna bening pada Diara. "Ambil kalung ini, dan pakailah." Ucap Stefani, tidak hanya itu, ia juga kembali mengeluarkan sebuah gelang berukuran sedang dengan warna emas.



"Pakai juga gelang ini. Besok pagi, atau kapanpun saat Ruli tidak ada dirumah, kau pencet tombol kecil disini, maka akan langsung terhubung denganku. Untuk rencananya, nanti malam akan aku kirimkan lewat ponselmu" Lanjut Stefani kemudian.



\#



\#



\#



Ruli sedari tadi terus mencari istrinya dengan wajah penuh ke khawatiran dan ketakutan.

__ADS_1



"*Diara dimana dirimu? Ku mohon jangan bertemu dengannya*" Batin Ruli yang matanya terus berkeliling mencari jejak istrinya. Disetiap sudut, perbelanjaan dan beberapa toilet sudah Ruli cek, namun hasilnya tetap tidak bisa menemukan dimana keberadaan sang istri.



Langkah Ruli terhenti saat dari ujung menuju pintu keluar, ia menemukan Diara. Ruli pun buru-buru berjalan mendekati sang istri. "Sayang ..." Panggil Ruli lalu segera memeluk Diara dari belakang.



Glek...



Entah kenapa perasaan Diara sekarang sudah berubah menjadi rasa khawatir. Tidak seperti sebelumnya saat ia belum mengetahui siapa Ruli Gyoxer. Tubuhnya saat ini benar-benar sednsg berusaha menahan getaran hebat, ia takut sekarang dengan Ruli Gyoxer, ia takut jika suatu saat akan menjadi korbannya juga dan akan dibakar.



"Kau darimana saja hmm..." Tanya Ruli pelan dan penuh kelembutan.



"Em... A-aku" Ucapan Diara seakan tercekat ditenggorokan dan sulit untuk dikeluarkan. Hingga bahunya diputar dan bertatap-tatapan dengan suaminya yang sekarang Diara takuti.



"Aku apa? Kau habis darimana? Aku menghawatirkan mu" Titah Ruli jujur.




"Yakin?", Alis Ruli berkerut dengan memperhatikan wajah istrinya yang seperti sedang menahan takut.



Diara mengangguk. "I-iya... Kita pulang sekarang"



Walaupun seperti kurang yakin dengan jawaban istrinya, namun Ruli tetap mengangguk dan menurut untuk segera pulang. Ia berharap agar dirinya dns Diara tidak bertemu Stefani sekarang, karena akan sangat berbahaya jika Stefani berhasil bertemu dengan dirinya atau bahkan Diara, sang wanita tercintanya saat ini.



Diara berjalan lebih dulu menuju mobil. Dalam perjalanan, tidak ada kecakapan dari keduanya, bagai seorang yang membisu.



Ruli merasakan sebuah perubahan yang istrinya buat. Diara yang biasanya cerewet dan bertanya ini itu, kenapa tiba-tiba jadi diam setelah izin ke kamar mandi. Apakah mungkin jika Diara sudah bertemu dengan dia?.


__ADS_1


Sampai di Mension, Diara turun lebih dulu tanpa mengucapkan sepatah katapun pada suaminya. Ia dengan cepat berjalan masuk ke dalam Mension itu menuju kamarnya.



Lagi dan lagi, tatapan heran Ruli pada sang istrinya membuatnya jadi semakin curiga. Ia dengan segera menyusul Diara.



"Sayang!" Ruli menarik lengan Diara yang akan memasuki lift hingga kini membuat mereka jadi saling berhadapan dan bertatap.



Diara segera menundukkan kepalanya. "Ada apa?" Tanya Diara dengan sedikit dingin.



Ruli memegangi kedua pundak Diara dan menatapnya dengan tajam seolah mencari apa yang membuat Diara berubah. "Katakan, kau bertemu siapa tadi?"



Diara mengangkat kepalanya hingga tak berjarak dengan suaminya. "Bertemu siapa apanya?"



"Kau bilang izin ke toilet, setelah ke toilet kau tidak bertemu dengan siapapun?"



Diara mengangkat satu alisnya. "Memang jika aku bertemu, kau menebak aku bertemu dengan siapa?" Tanya Diara balik.



"Jadi kau bertemu dengan seseorang" Ucap Ruli lagi.



"Aku bilang misalkan aku bertemu dengan seseorang, memang siapa orang yang ada dipikiran mu" Diara sekuat tenaga menyembunyikan senyuman devil nya.



"Jawab saja yang jujur, kenapa berbelit" Ruli semakin menatap Diara bagai elang dengan tangan yang terkepal erat.



"Jawab dulu pertanyaan ku bisa kan? Apa yang ada dalam pikiran mu?"



"Seorang perempuan? Inisial S?"


__ADS_1


Diara justru menggeleng dan mengangkat bahunya. "Siapa inisial S? Memang perempuan, dan dia adalah mantan sahabat ku!" Tukas Diara kemudian. Ia pun segera memasuki lift yang diikuti oleh Ruli dibelakangnya. Diara sengaja berbohong dan berusaha menutupi rasa kecewa dan marahnya para Ruli, karena ia akan melakukan sebuah misi untuk semakin menunjukkan siapa sebenarnya Ruli Gyoxer, dan... Mungkin saja Diara akan menjebloskan sekelompok anggota yang Stefani bilang Radex.


__ADS_2