Terjerat Hasrat With Pria Lumpuh

Terjerat Hasrat With Pria Lumpuh
Kenapah berhenti?


__ADS_3

Diara menumpu kedua tangannya pada meja, merasakan sensasi yang berbeda lagi, karena melakukan itu dengan gaya yang berbeda.


Ruli menghentikan gerakannya, lalu menatap wajah Diara yang sudah merem melek dengan bibir terbuka. Beberapa saat Ruli memang sengaja untuk menghentikannya.



Diara yang merasa Ruli berhenti, kini menatap suaminya. "Kenapah berhenti...?" Tanya Diara dengan lirih dengan pikirannya yang sedang melayang saat benda pusaka itu tak bergerak namun masih ada didalam sana.



"Kau suka? Ingin lagi?" Tanya Ruli yang justru seperti mempermainkan bir\+ahi Diara. "Namun sayangnya, aku akan menghentikan kegiatan ini" Ucap Ruli lalu segera mencabut pusaka nya yang masih berdiri tegak dari lembah milik Diara.



Diara yang melihat itu jadi resah dan gelisah, karena saat ini ia benar-benar sedang menginginkan itu. "B-bubu...kau mau kemana?" Tanya Diara sembari menggigit bibirnya sendiri.



"Kita ke bandara sekarang, ganti pakaian mu" Ucap Ruli dingin lalu segera memakai celananya lagi.



"Jangan!" Teriak Diara saat celana itu akan dipakai oleh suaminya. Ia malu untuk mengungkapkan bahwa Diara ingin melanjutkan aktivitas yang tadi, namun karena demi hasrat nya yang belum terpenuhi, jadi Diara akan menurunkan gengsinya.



Ruli berhenti, lalu menatap Diara dengan senyuman miring. Sudah ia duga, Diara pasti saat ini sedang sangat gelisah sekarang, karena ia menghentikan aktivitas itu saat Diara sedang benar-benar menikmatinya.



"A-aku...aku ingin melanjutkan yang tadi" Ucap Diara dengan pelan.



"Apa?" Tanya Ruli yang berpura-pura tidak mendengar ucapan itu. Padahal walaupun pelan, Ruli tetap bisa mendengar itu dengan jelas.



Ingin sekali rasanya Diara terbang dan menenggelamkan dirinya dilaut Antartika dan tidak ingin muncul lagi didepan Ruli. "Aku ingin melanjutkan nya lagi" Ucapan Diara akhirnya yang jelas dan cukup keras.



"Melanjutkan apanya?" Tanya Ruli yang dimana akan membuat Diara semakin malu, tidak lupa dengan wajahnya yang sudah merah seperti tomat matang.



Diara meremas tangannya sendiri. "Melanjutkan anu... Akhh! Lupakan, kita akan ke bandara sekarang saja" Demi apapun Diara benar-benar malu dicampur kesal saat Ruli tidak juga mengerti dengan maksud dan tujuannya.



Diara yang akan turun langsung ditahan oleh Ruli. "Aku tau, buka kaki mu lebar-lebar" Perintah Ruli dengan tubuh yang dibawahnya masih telanjang.



Dengan wajah malunya, Diara pun menurutinya. Dan..."Ah..." Des\+ah mereka berdua saat mereka kembali melakukan percintaan itu diatas meja.


__ADS_1


\#



\#



\#



Ruli menatap Diara yang sedang tertidur disampingnya setelah melakukan percintaan kurang lebih hampir satu jam lamanya. Mereka saat ini sedang dalam perjalanan menuju bandara, karena setengah jam lagi pesawat akan terbang.



Sampai bandara pun, Ruli tidak sama sekali membangunkan Diara dalam tidurnya yang begitu nyenyak. Ia bahkan menggendong tubuh Diara saat memasuki pesawat nya. Pesawat ini adalah pesawat pribadi yang ia sewa, itu artinya tidak ada penumpang lain selain dirinya dan Diara, dengan pilot dan dua pramugari saja.



Ruli menidurkan Diara di kamar pribadi dalam pesawat itu, lalu setelah nya ia keluar untuk melakukan beberapa obrolan online dengan Axel.



Ruli memerintahkan kepada pramugari untuk membawakan beberapa minuman ke tempatnya. Ia lalu segera menelepon Axel dengan ponsel miliknya.



"Selamat sore tuan"




"Maaf tuan, tapi disini masih sore" Jawab Axel saat melihat jam tangannya yang menunjukkan pukul delapan malam.



"Lalu? Siapa yang bodoh kalau begitu?" Tanya Ruli dengan pertanyaan menjebak sang asisten.



"Tidak ada. Jika kau ingin menyalahkan salahkan saja alam dan yang telah menciptakan waktu" Jawab Axel dengan cerdas.



"Panggil aku tuan!"



"Baik tuan. Ada apa?"



"Kau masih bertanya? Hei, anggota Doge telah mengintai ku dan istriku, aku tidak mau tau, kau harus tangani semuanya" Perintah Ruli dingin dan seenaknya.


__ADS_1


"Kenapa anda menyuruh saya? Sedangkan itu saja adalah musuh anda sendiri. Sebaiknya anda kembali menjadi pemimpinnya, karena sampai kapanpun mereka akan tetap mengincar anda sekalipun anda keluar dan hidup sederhana di kota terpencil!" Tukas Axel dari seberang telepon dengan kesal.



"Asisten sialan kau! Aku sudah bilang, aku ingin berubah dan hidup tenang tanpa ada peperangan, aku tidak ingin kejadian dimasa lalu teru-"



"Lalu kenapa? Kenapa harus saya yang melanjutkannya? Saya bukanlah keturunan Gyoxer yang diharuskan menggantikan posisi anda ketika anda tidak mau. Jika tuan ingin mengundurkan diri, sebaiknya bilang pada tuan Revano!" Potong Axel dengan ucapan Ruli. Ia sungguh kesal dengan sikap Ruli yang begitu enaknya menyuruh dirinya untuk memimpin Radex, padahal jelas-jelas posisinya disini hanya sebagai anggota dan pengganti ketika Ruli tidak ada saja.



"Sialan kau!" Ruli segera mematikan teleponnya karena terlalu emosi dengan jawaban Axel yang memang benar. Ia mengusap wajahnya dengan frustasi, takut kejadian dimasa lalu akan kembali terulang hingga membuatnya banyak kehilangan.



Tok!



Tok!



Tok!



Seorang pramugari cantik dengan pakaian yang sedikit terbuka itu memasuki ruangan pribadi tuan Ruli dengan membawa beberapa botol minuman bir.



"Tuan-"



"Letakkan dimeja!" Tukas Ruli yang memotong ucapan sang pramugari. Ia sungguh malas meladeni perempuan seperti itu, terlebih dengan gaya ala pelacur hanya demi agar dirinya tertarik. Padahal Ruli jelas-jelas tau jika pakaian pramugari tidaklah se-terbuka itu.



"Baik tuan. Apa ada yang lain?" Tanya sang pramugari dengan menunjukkan tubuh menggodanya.



Ruli mengibas tangannya pertanda bahwa pramugari itu harus keluar sekarang.



Walaupun dengan perasaan kesal dalam hatinya, pramugari itu akhirnya dengan terpaksa keluar.



Melihat kepergian wanita baknpelacur itu, Ruli menghela nafasnya. "Sudah kuduga, saat aku sudah tidak luluh lagi, mereka pasti akan kembali berkumpul untuk memperlihatkan tubuhnya. Cih...!"



Ruli lalu mengambil botol berisi bir itu dan meneguknya dari botol tanpa menggunakan gelas sampai habis. "Doge" Gumamnya dingin dengan tatapan penuh dendam pada anggota 'Doge' sedari dulu.

__ADS_1


__ADS_2