Terlanjur Mencintai Mantan

Terlanjur Mencintai Mantan
Prolog


__ADS_3

Syakila Auliya.


Seorang Gadis Cantik yang ceria, lemah lembut dan penyayang.


***


Hari pertama saat Ia menginjakkan kaki sebagai Siswi SMA, ada sedikit rasa takut dalam hatinya sebab tak ada seorang pun yang Ia kenal.


Ketika tiba-tiba Ia tak sengaja bertatapan dengan seorang Pemuda yang menurutnya sedikit berbeda, Pemuda yang terus saja menatap ke arahnya dengan tatapan serius, seolah ada sesuatu yang menarik perhatiannya.


Pemuda bertubuh tinggi dengan prawakan blasteran itu, seketika membuat Syakila sedikit terusik, ada perasaan kagum akan ketampanan Pemuda itu, dan sisi lain Ia juga menjadi penasaran tentang siapa sebenarnya Pemuda itu.


Rifky Adriansyah.


Pemuda Tampan berprawakan blasteran, memiliki tinggi tubuh 1,82 cm, rambut berwarna coklat yang hampir menutupi sebagian matanya.

__ADS_1


Tak sengaja Ia melihat seorang Gadis Dari jarak yang tak begitu jauh Ia memperhatikan Gadis yang terlihat seperti orang kebingungan, ketika Ia berjalan mendekati Gadis itu, Ia terpesona dengan wajah imut nan cantik si Gadis bermata bulat dan rambut hitam pekatnya yang berserakan tertiup angin sepoi-sepoi di pagi yang cerah.


Setelah beberapa menit berlalu saling pandang itu berubah menjadi canggung.


Wajah datar yang terlihat dari Pemuda itu membuat Syakila mengurungkan niat untuk menyapa Pemuda itu terlebih dahulu, Ia memilih untuk mengabaikan Pemuda itu, dan kembali berusaha mencari dimana kelas yang akan Ia huni selama tiga tahun kedepan.


Tiba-tiba seorang Gadis imut menghampiri Syakila dan langsung mengajaknya berkenalan, tak butuh waktu lama mereka sudah merasa nyaman dengan pertemanan baru itu. Dan Gadis imut itu bernama Nadia.


Nadia.


Hari pertama sekaligus awal cerita cinta antara dua anak manusia yang sedang mencari jati diri, meraba tentang arti dari kehidupan dan makna cinta sejati.


Syakila masih membayangkan paras Pemuda yang baru saja Ia temui beberapa saat tadi, jujurnya Ia belum pernah bertatapan langsung dengan seorang Pemuda kecuali dengan Papa dan Adik laki-lakinya kesayangannya yang bernama Rio.


Ada rasa yang berbeda saat Ia memandang wajah Pemuda itu, seperti ada magnet yang menariknya agar terus mencari dan mendekati Pemuda itu, terlebih rasa penasaran ingin lebih mengenalnya membuat jiwa Syakila memberontak.

__ADS_1


Di lain sisi ada penolakan dalam pikiranya, Ia selalu berpikir tentang harga diri seorang Gadis, akan terlihat seperti Gadis murahan jika Ia mendekati Pemuda itu terlebih dahulu.


Semua perasaan mulai bercampur aduk menguasai hati dan pikirannya, sesuatu yang sulit di jelaskan dan di utarakan oleh akal sehat.


Perasaan itu tiba-tiba berubah saat seorang yang sedang di pikirkan berada tepat dihadapannya.


Benar saja, Pemuda itu ternyata merupakan teman sekelas Syakila, entah sebuah takdir atau hanya kebetulan, ada rasa bahagia yang merasuki Syakila.


Tiba-tiba saja Jantung Syakila berdegup kencang seperti genderang mau perang, tak sabar rasanya Ia ingin mengenal Pemuda itu, setidaknya Ia bisa menyebut nama Pemuda itu meski di dalam hati.


Suasana kelas semakin gaduh, belum ada seorang Guru yang memasuki kelas itu, sehingga membuat seluruh Siswa dan Siswi melakukan kegiatan-kegiatan yang mereka senangi masing-masing, diantaranya sibuk bergosip tentang Artis kesukaan dan hobby mereka.


Sama halnya dengan Syakila yang juga asyik mengobrol dengan Nadia tentang keluarganya.


Sesekali Syakila melirik ke arah Pemuda itu, yang ternyata duduk di bangku paling belakang, Syakila masih tak dapat melihat jelas wajah Pemuda itu, sebab Ia tertutupi oleh Siswa lain, meski sekilas Ia bisa menyaksikan Pemuda itu sedang bersandar di bangku dan kedua kaki yang di angkat di atas meja layaknya seorang bos besar, pandangannya tertuju pada Syakila, ntah itu hanya perasaan Syakila atau memang benar begitu adanya.

__ADS_1


Hal itu membuat Syakila menjadi gerogi, Ia tak ingin Nadia menyadari gelagatnya yang sedang curi-curi pandang pada Pemuda yang duduk di bangku paling belakang.


__ADS_2