
Rio berlari menghampiri Syakila, Ia tersenyum seolah ada sesuatu yang membuatnya begitu bahagia.
"Kak, Sya. Kita di ajak jalan-jalan sama Mamanya Kak Ardi lho"
"Jalan-jalan kemana?"
"Kita mau jalan-jalan ke Mall, Kak"
"Oh, Rio senang ya"
"Iya dong, kak"
"Rio nggak boleh nakal ya, jangan minta dibelikan mainan yang aneh-aneh, nanti Mama marah loh"
"Siap Bos"
Syakila gemas milihat tingkah adiknya itu, seperti biasa jika Ia gemes pada adiknya Ia selalu menarik hidungnya.
Rio sangat bersemangat Ia memilih duduk di bangku depan bersama Tante Dona sedangkan wanita cantik yang ternyata adalah Mamanya Rifki mengemudi kan mobil Fazero berwarna hitam itu.
Syakila dan Mamanya memilih duduk di kursi tengah sedangkan Rifki duduk di kursi paling belakang.
"Sya, kamu pindah ke belakang gih"
"Tapi, Ma. disini kan masih lapang?"
Mama membulatkan matanya, Syakila tak berani membantah dan langsung menuruti perintah Mamanya.
Syakila duduk menyudut sambil menatap ke arah jalanan.
"Hm..."
Suara itu seketika mengalihkan pandangan Syakila, Ia menatap ke arah sumber suara yang ternyata adalah Rifki.
"Kenapa?"
Syakila menatap Rifki dan menunggu jawaban dari Cowok itu.
"Cuma tes Suara, masih ada atau sudah hilang"
__ADS_1
"oh, saya kira Kamu tertelan biji salak"
Rifki terkekeh mendengar jawaban Syakila.
"Ternyata kamu lucu juga ya, Saya pikir kamu Cewek yang membosankan"
Syakila mengerutkan keningnya,
"Emangnya kamu pikir saya badut"
"Ih ...jutek tapi lucu"
"Jangan gombal deh, dasar Buaya darat"
"Buaya darat? Julukan baru ni"
Rifki tersenyum sinis mendengar ucapan Syakila.
Akhirnya mereka sampai ke tempat tujuan yaitu Grand Mall.
Mama, Mamanya Rifki dan Tante Dona menyuruh kami menemani Rio bermain ke lantai lima, sebab di sana ada banyak permainan, sedangkan mereka akan pergi ke tempat karaoke di lantai tiga.
"Kak, Ardi yok ikutan masuk rumah hantu"
"Emangnya Rio nggak takut?"
"Nggak lah, Rio kan super hero"
"Kak Syakilanya nggak di ajak?"
"Kak Syakila mana berani, Dia kan penakut"
Rifki menatap Syakila.
"Kalian aja yang masuk, saya tunggu di sini"
"Kamu yakin?"
"Iya"
__ADS_1
"Yuk, Rio kita beli tiket dulu, setelah itu kita masuk"
"Siap Bos"
Rio memberi hormat pada Rifki.
Beberapa Cowok melirik Syakila, mereka senyum-senyum sambil memperhatikan Syakila dari ujung kaki sampai ujung kepala.
Syakila sedikit risih melihat tingkah mereka.
"Nggak ada yang aneh, baju Ok, sepatu Ok"
Syakila mencoba merapikan pakaiannya,
saat itu Syakila memakai kaos putih yang longgar rok sepan berwarna krem yang panjangnya melewati lutut terdapat dua belahan di roknya itu, dan sepatu sport berwarna putih.
Tiba-tiba ada seorang Cowok yang mendekati Syakila, Ia menyapa dan mengajak Syakila berkenalan.
Syakila memasang wajah jutek dan mencuekin Cowok itu
Sedangkan Rifki yang baru selesai membeli tiket bersama Rio, tiba-tiba saja menggandeng tangan Syakila.
Mereka bertiga memasuki rumah hantu, ternyata saat membeli tiket Rifki memperhatikan Syakila yang sedang di ganggu Cowok-Cowok Alay, karena itu Ia memutuskan membeli tiga tiket.
Syakila memandangi tangannya yang sedang di genggam erat oleh Rifki, Ia ikut kemana Rifki membawanya.
Tempat itu sangat gelap, sesekali ada cahaya yang di ikuti bayangan putih berlari-lari sambil mengeluarkan suara tawa yang menyeramkan.
Syakila berkali-kali menutup mata karena ketakutan.
Tiba-tiba ada sebuah tangan putih yang memiliki kuku hitam dan panjang menyentuh pundaknya, Seketika Syakila berteriak ketakutan. Tanpa sadar Ia memeluk Rifki, hal itu membuat Rio dan Rifki terdiam sejenak.
Beberapa menit kemudian Syakila menyadari bahwa Ia sudah memeluk Rifki dengan wajah ketakutan bercampur malu Syakila cepat-cepat melepaskan pelukannya.
"Kak Syakila, peluk-peluk Kak Ardi, kalian pacaran ya"
Celetuk Rio.
Seketika wajah mereka berdua memerah seperti buah tomat yang sudah matang.
__ADS_1
Rifki melepaskan genggaman tangannya, baru sadar kalau dari tadi Ia masih menggengam tangan Syakila.