Ternyata aku cinta

Ternyata aku cinta
Part 13 - Rasa malu


__ADS_3

Kenzie membawaku pergi ke sebuah tempat yang begitu indah. disekitarnya banyak pemandangan bunga dan juga pepohonan yang rindang. Suasana yang teduh dan terdengarnya gemericik air membuat hati menjadi lebih tentram.


aku merasa menjadi lebih tenang di tempat ini. dia begitu perhatian terhadap yang sedang sedih dan kecewa.


sampai detik ini Aku tidak menyangka ternyata pria yang selalu aku perjuangkan. yang selalu aku mau pertahankan. ternyata tidak tulus mencintaiku. bahkan dia tidak pernah mencintaiku sedikitpun.


kini aku harus menanggung rasa malu itu. pria yang kini menemaniku pasti sedang menertawakanku. dia pasti merasa menang saat ini.


Aku berharap dia tidak memanfaatkan situasi ini. situasi yang mungkin menguntungkan untuknya. aku yang sedang tersakiti dan terhianati mungkin akan menjadi kesempatan untukmu membahas kembali tentang perjodohan ini.


"suasananya indah bukan?"


Kenzi bertanya kepadaku sambil kita melepaskan matanya dari menikmati suasana indah di taman ini.


"indah." jawabku.


"ini adalah tempat di mana aku terkadang melepas rasa jenuh dan rasa penatku. kamu juga bisa menjadikan tempat ini untuk melepas rasa kesalmu mungkin atau rasa sedihmu yang kini sedang melanda hatimu."


saat ini aku tidak bisa membedakan apa pria ini sedang mengasihaniku atau sedang mengejek.


dari nadanya memang dia seperti orang yang sedang menghiburku, tetapi kata-katanya seakan sedang meledekku.


"mengenai pertanyaan yang kamu tanyakan tadi di mobil. aku akan menjawabnya sekarang."


aku terkejut ternyata kenzim mendengar pertanyaanku tadi dan dia akan membahasnya saat ini. Aku penasaran Apa yang sebenarnya dia ketahui tentang hubunganku dengan Doni.


"Aku sebenarnya diam-diam meminta alamat kampus dan juga tentang hubungan kalian berdua. awalnya mungkin aku merasa Aku adalah orang yang picik. Aku berusaha untuk mengetahui ke dalam apa hubungan kalian. dan awalnya aku ingin membuat hubungan itu retak agar aku mendapat celah. Namun, ternyata aku tak perlu meletakkan hubungan kalian. karena sebenarnya hubungan kalian tidak benar-benar terjalin."

__ADS_1


mendengar penuturan Kenzie aku mengernyitkan dahiku. jadi diam-diam pria ini telah mengawasiku? dia tengah mengawasi hubunganku dengan Doni.


"aku tidak sengaja melihat kamu berpisah dengan dia sebelum kamu masuk kelas. dan setelah itu aku juga melihat pria itu pergi bersama dengan wanita lain dan bergandengan mesra. sejak itu aku menyelidikinya. aku meminta anak buahku untuk mengikuti kesehariannya. dan benar saja ternyata dia memiliki hubungan lain di belakangmu. aku mengetahui hal itu setiap kali kamu masuk kelas maka mereka berdua akan bersama."


Aku tidak menyangka ternyata dia cukup peduli denganku. aku memang tidak suka dengan caranya. akan tetapi jika tidak ada dia maka aku akan terus dibohongi dan terus berada di dalam alam khayalku yang menyangka dia benar-benar mencintaiku.


"aku minta maaf, atas tindakanku yang mungkin tidak berkenan di hatimu."


ya itu terus menuturkan apa yang dia ketahui tentang Doni di belakangku. sekarang aku tidak tahu harus berterima kasih kepadanya atau marah kepadanya.


Aku ingin berterima kasih tapi rasanya gengsiku tidak bisa menerimanya. aku merasa kalau marah dengannya pun terlihat tidak memiliki hati nurani. ibaratnya sudah ditolong tapi malah melolong.


Aku hanya bisa diam terpaku. banyak sekali beberapa pendapat di dalam pikiranku sendiri yang bertentangan dengan hati nurani dan bertentangan dengan logika.


"Apa kamu sudah merasa lebih tenang?".


"aku sudah merasa lebih tenang dan aku juga sudah merasa lebih baik sekarang. sebaiknya kita pulang saja."


Aku tidak mau terlalu lama di luar berdua dengannya. saat ini aku tidak mau membahas tentang perjodohan itu. tenagaku emosiku dan pikiranku sudah habis tercurahkan untuk meluapkan rasa kekecewaanku terhadap Doni.


"kalau memang kamu sudah lebih baik dan suasana hatimu sudah lebih tenang. aku rasa sebaiknya kita sekarang makan dulu untuk mengisi kembali energimu yang sudah terkuras. setelah itu aku akan mengantarmu pulang."


Kenzie bangun dari duduknya dan membenarkan jas yang sedikit tertekuk akibat terlalu lama duduk.


"Apa tidak sebaiknya sekarang kita pulang saja hari sudah mau sore."


Aku berusaha untuk menghindar darinya. Namun ternyata dia itu tidak bisa dibantah atau ditolak.

__ADS_1


dia menarik tanganku dan kami masuk ke dalam sebuah cafe yang terletak tidak jauh dari taman.


dengan cepat Kenzie memesan beberapa menu hidangan tanpa bertanya lagi kepadaku.


"terima kasih ya Mbak saya harap makanannya segera disajikan."


janji menutup buku menu dan mengembalikannya kepada pelayan cafe.


Aku hanya bisa memperhatikan gayanya tanpa bisa memprotes semuanya. aku sudah seharusnya berterima kasih kepadanya berkat dia aku tahu kebusukan Doni dan berkat dia membawaku ke taman hatiku bisa lebih tenang.


"Kenzi terima kasih."


aku pun lantas mengucapkan kata terima kasih itu. meskipun berat rasanya untuk menggerakkan bibirku dan mengeluarkan suara itu. Namun, bagiku Aku harus bisa mengucapkan kata-kata itu. Aku tidak mau dicap sebagai seorang wanita yang tidak tahu berterima kasih dan arogan.


"tidak perlu berterima kasih. kamu itu kan calon istriku. sudah sepatutnya Aku menjagamu dari pria-pria hidung belang seperti dia apalagi dia menjadikanmu kekasih hanya untuk sebuah taruhan."


ntar apa kata Kenji pria itu menyatakan cintanya dan menjadi kekasihku hanya untuk sebuah pertaruhan saja. entah apa yang di janjikan oleh mereka untuk Doni. yang jelas apapun hadiahnya itu tak sebanding dengan diriku.


mau bagaimanapun aku adalah manusia yang tidak bisa dijadikan barang taruhan sebesar apapun nominalnya dan mahal apapun hadiah yang diberikan untuknya.


rasa sakit itu masih terus menjalar di seluruh tubuhku. hatiku masih belum bisa menerima kenyataan kalau pria itu ternyata tidak serius menjalin hubungan denganku.


"mungkin saat ini aku tidak akan membahas tentang apapun. meskipun aku ingin membahasnya. Namun, aku cukup tau diri. kamu masih dalam kondisi sakit hati."


tidak kusangka ternyata pria ini cukup pengertian dan perhatian juga. eits bukan karena aku mulai kagum atau menyukainya. ini hanya sebatas aku memuji sikap santunnya.


jika dia memang pria yang begitu perhatian dan pengertian. mengapa tidak ada seorang wanita pun yang berada di sisinya. sini aku malah menjadi penasaran terhadap kehidupan asmara pria yang ada di hadapanku saat ini. ingin rasanya aku berbicara lebih jauh lagi tentang dirinya. ayah saja aku rasa ini bukan waktu yang tepat.

__ADS_1


esnya dipanahin aja ya aku mungkin akan bertanya lain waktu. karena aku yakin ada lain waktu bagi kami berdua untuk bertemu lagi. pria ini tidak mungkin menyerah begitu saja. aku sudah melihat jelas bahwa dia bukan pria yang mudah menyerah.


__ADS_2