Ternyata aku cinta

Ternyata aku cinta
Part 25 - Pulang honeymoon


__ADS_3

( POV Mentari )


aku dan Kenzie pulang kerumah setelah berbulan madu. Saat kami berdua sudah sampai rumah,. Aku dan Kenzie bersiap untuk beristirahat, karena besok akan kembali bekerja. Kenzie terlihat biasa saja saat di rumah dan aku pun bersikap yang sama dengan dia.


Aku tidak tahu pernikahan macam apa yang aku jalani saat ini, karena cinta di dalam hatiku tidak ada untuk suamiku dan aku juga tidak mengenal sosok suamiku seperti apa, dia adalah pria misterius pertama yang pernah aku temui.


"kamu istirahat saja duluan. aku masih ada banyak pekerjaan yang harus diurus," kata Kenzie kepadaku.


aku hanya mengangguk untuk menuruti perintahnya. kami berdua tidur dalam satu kamar yang sama, hanya saja di dalam kamar itu kami tidak tidur di atas ranjang yang sama aku memilih tidur di sofa dan membiarkan genji tidur di ranjang karena memang itu adalah ranjang miliknya.


saat kami pulang setelah berbulan madu. entah mengapa sikapnya sedikit berubah kepadaku, memang saat di Bali tidak ada momen romantis ataupun momen spesial untuk kami. akan tetapi dia lebih menunjukkan perhatian kepadaku walaupun hanya perhatian biasa.


saat dia memperhatikan diriku sebenarnya ada detakan jantungku yang terasa begitu aneh. entah kenapa saat dia memperhatikanku ada rasa nyaman di sana. namun aku tidak mau terlalu memikirkan hal itu. Karena bagiku pernikahan ini bukan atas kehendakku. jadi aku tidak mau bergantung atau menyimpan harapan di dalam hatiku untuk pernikahan ini.


.


.


.

__ADS_1


Aku siapkan beberapa menu untuk sarapan kami berdua. Aku yang kini masih beradaptasi dengan keadaan baru ini, seringkali mengalami kesulitan untuk menentukan menu masakan apa yang pas. Pagi ini aku membuat dua porsi nasi goreng karena m mang di rumah hanya ada telur, nasi dan beberapa bumbu dapur. aku dan Kenzie belum sempat berbelanja kebutuhan rumah.


Kenzie berjalan menuruni tangga. aku perhatikan dia sudah rapih untuk bersiap bekerja. "Sarapan dulu." aku menawarinya untuk sarapan.


"kamu tidak pergi ke kampus hari ini?" tanya Kenzie kepadaku.


"Tidak, hari ini tidak ada satupun mata kuliah. hanya saja ada beberapa tugas mata kuliah yang harus aku kerjakan. Jadi kemungkinan aku akan pergi ke perpustakaan yang ada di dekat komplek ini." Aku menjawab dengan sangat detai agar dia tidak lagi mengajukan pertanyaan kepadaku.


Aku dan Kenzie duduk di meja makan dan kami menikmati sarapan bersama. aku lihat dia makan dengan tidak terlalu berselera. mungkin karena aku hanya membuatkannya nasi goreng dengan ceplok telor diatasnya.


"Maaf aku hanya bisa membuat menu nasi goreng dengan bumbu seadanya. Aku lihat di dapur sudah tidak ada bahan makanan."


"Ini, pergilah berbelanja. gunakan kartu ini untuk membayar tagihannya." Kenzie mengeluarkan kartu berwarna hitam. jelas sekali itu adalah kartu para sultan.


Aku tertegun dia memberikan kartu ajaib itu untukku. karena setahuku kartu itu unlimited. dan dia percayakan kartu itu kepadaku? pasti dia memiliki rencana tersembunyi. aku harus berhati-hati dalam menggunakan kartu itu. aku tidak mau masuk dalam jebakannya.


aku menerima kartu itu dan meletakkannya di samping piringku. Aku tidak pernah membayangkan sekalipun bisa memegang kartu ajaib ini, bahkan aku bisa menggunakannya.


"Jaga kartu itu baik-baik dan pergunakan dengan baik juga."

__ADS_1


Kenzie bicara disaat aku sedang asik membayangkan bagaimana rasanya berbelanja dengan kartu ajaib itu. ah, dia memang selalu bisa membuyarkan semua hal indah di dalam hidupku.


Selesai kami sarapan, Kenzie langsung berpamitan untuk pergi bekerja. dia adalah seorang CEO yang sangat rajin bekerja. bahkan saat kami sedang berbulan madu dia terus berkutat dengan laptopnya.


Aku langsung berdecak senang bukan main ketika melihat Kenzie sudah berangkat bekerja. aku langsung membersihkan beberapa piring yang tadi dipakai untuk sarapan pagi dan memasak.


aku mengambil kartu ajaib yang masih tergeletak di atas meja makan dan mengecupnya berulang kali. aku girang bukan main hanya dengan memegangnya saja. andai kartu ini milikku sudah pasti akan aku traktir para sahabatku sepuasnya dengan makanan dan minuman yang enak-enak.


Aku teringat tugas kampusku yang sudah menumpuk karena liburan ke Bali beberapa hari lalu. Aku cuti kuliah selama satu Minggu dan dosen memberikan aku beberapa tugas sebagai ganti dari absen yang kosong.


aku langsung lari ke kamarku dan bersiap untuk pergi ke perpustakaan sebelum pergi berbelanja dan menggunakan kartu ajaib itu.


selesai mengganti pakaian dan meraih tas ranselku. aku langsung turun kebawah. saat aku mengunci pintu dan menuruni tangga teras. aku baru teringat kalau di sini bukanlah kampung yang dimana-mana ada angkutan umum lalu lalang di jalan.


Aku segera membuka ponsel dan aku mencari aplikasi ojek online. untungnya jam segini bukanlah jam masuk kerja. jadi aku tidak perlu menunggu lama ojek online pun datang.


"Sesuai aplikasi'kan mba?" tanyanya padaku.


Aku langsung mengiyakan dan pengemudi ojek online itu langsung membawaku ke arah jalan menuju perpustakaan online. Perpustakaan online itu hanya namanya saja. Sedangkan buku dan prosedurnya sama seperti perpustakaan lainnya yang masih manual. Hanya saja bedanya kita bisa meminjam buku secara online dan akan diantar oleh ojek online.

__ADS_1


Aku biasanya melakukan itu, hanya saja rasanya kali ini aku harus pergi langsung ke sana. aku ingin melepaskan beban berat dipundak ku sebentar saja. menikah dengan Kenzie begitu menguras tenagaku. aku juga masih banyak tidak paham tentang dirinya. dia yang tertutup dan sering melakukan sikap yang tak terduga membuat aku semakin tabu dengan kepribadiannya.


__ADS_2