Ternyata aku cinta

Ternyata aku cinta
Part 23 - Bali


__ADS_3

POV Mentari


Aku dan Kenzie bersiap untuk pergi ke bandara. dua koper sudah siap untuk kami bawa masing-masing. aku melihat Kenzie sedang bicara di telepon dengan seseorang. terlihat dari wajahnya seperti orang yang sedang meyakinkan orang yang dihubunginya.


aku tidak tahu dengan siapa dia bicara dan bukan menjadi urusanku juga. aku tidak mau ikut campur dalam urusan pribadi Kenzie meski dia sudah menjadi suamiku.


Bagiku, kami menikah hanya diatas kertas saja. belum didasari oleh rasa suka sama suka. jadi belum waktunya untukku mengetahui semua hal tentang Kenzie.


"kamu sudah siap?" tanyanya kepadaku sambil menaruh ponselnya di saku celana.


"ya, semua sudah siap. tinggal berangkat saja."


Kenzie membawa koper miliknya dan juga koper milikku. Dia perlakukan ku seperti layaknya seorang istri. hanya saja aku belum bisa menerima perlakuan ini. masih ada rasa canggung yang bersemayam di hatiku.


aku mengekor di belakang Kenzie hingga kami sampai di garasi rumah. Kenzie memasukkan kedua koper.


"masuk," kata kenzie kepadaku.

__ADS_1


Kenzi menyalakan mesin mobil dan mobil langsung membawa kami keluar dari gerbang rumah. dengan cara Kenzie membawa mobil. sudah aku pastikan kalau kamu akan sampai lebih cepat di bandara.


...****************...


kami tiba di sebuah hotel ternama di Bali. Kenzie menyerahkan selembar voucher menginap yang kakeknya berikan.


"ini kuncinya."


resepsionis memberikan kunci kamar hotel ke tangan Kenzi. kami berdua melanjutkan perjalanan hingga sampai di sebuah kamar hotel.


aku bisa melihat hamparan gunung yang berdiri tegak dan berkabut. baru pertama kali aku menginjakkan kaki di tanah Bali. ini adalah pengalaman pertamaku tidur berjauhan dari keluarga.


"istirahat dulu. nanti malam kita akan makan malam di luar. kakek sudah menyiapkan restoran untuk dinner kita malam ini." Kenzie melepas sepatu yang di pakainya.


aku hanya bisa mengangguk. tidak aku pungkiri. aku juga ingin berkeliling Bali. hanya saja aku malu untuk mengungkapkannya.


"oh ya, satu lagi. sebelum istirahat sebaiknya shalat ashar berjamaah dulu. waktunya masih panjang."

__ADS_1


pria itu melangkah masuk ke dalam kamar mandi. aku tidak tahu harus bangga atau bagaimana. dia pria yang ideal menurutku. tunggu, ini hanya perasaan kagum ku bukan rasa suka yang mulai tumbuh.


setelah Kenzie keluar dari kamar mandi dengan wajah yang sudah basah terbasuh air wudhu. aku bergantian masuk ke dalam kamar mandi dan mengambil wudhu.


Kenzie melafalkan iqomah dan kami mulai sholat berjamaah.


...****************...


aku dan Kenzie bersiap makan malam selepas menunaikan sholat Maghrib. saat Maghrib tadi. aku mendengar suara merdu Kenzie ketika melafalkan surat Al-fatihah dan surat-surat pendek.


aku semakin mengagumi sosok pria yang begitu taat dalam beribadah. aku tidak menyangka anak orang kaya bisa sehebat itu dalam beribadah dan menjalankan segala perintah-Nya.


aku dan Kenzie sampai di restoran dan kami duduk di meja yang sudah di reservasi atas nama Kenzie.


beberapa pelayan membawa menu makan malam dan membawakan minuman juga. alunan musik mulai terdengar di telingaku.


sungguh suasana yang sangat romantis. andai aku di sini bersama pria yang ku cintai. sudah pasti ini adalah malam terindah dan honeymoon yang sangat sempurna.

__ADS_1


__ADS_2