Ternyata aku cinta

Ternyata aku cinta
Part 26 - Status yang sudah berubah


__ADS_3

Aku selesai berbelanja dan siap untuk pulang ke rumah dengan taksi online. karena aku belanja bahan dapur dan juga cemilan membuat tentengan yang aku bawa cukup banyak.


Aku memainkan ponselku saat masih berada di dalam taksi online. Saat aku sedang memeriksa stok barang online yang aku dan sahabatku jual di market place. Kenzie menghubungiku, aku langsung mengangkat telepon darinya.


"Ada apa?" tanyaku


"kamu sudah pergi berbelanja?" tanya Kenzie.


"Sudah. ada apa?" tanya ku karena penasaran.


Aku pikir dia menghubungiku karena takut kalau kartu ajaibnya aku bawa kabur. Namun, ternyata dia memintaku untuk membuat makan malam dengan porsi lebih dari dua orang.


"Baiklah. ya sudah aku tutup dulu teleponnya karena sudah hampir sampai."


Aku menutup telepon dari Kenzie tanpa mendengar lagi perkataannya. Aku lihat rumah kamu sudah terlihat. Aku bersiap untuk menurunkan semua barang belanjaan yang ada di kursi tempatku duduk.


"Sudah di bayar dengan Qpay ya pak." teriakku ketika menutup pintu taksi online.


supir taksi online hanya mengangguk pelan dan menutup jendela mobilnya. Aku melihat taksi itu sudah pergi. Aku langsung membuka pintu rumah dengan jariku.


Rumah yang aku dan Kenzie tempati sangatlah canggih. lampunya ruangan depan bisa menyala dan mati sesuai dia mengenali sensor adanya orang. Di rumah ini juga ada CCTV di beberapa sudut untuk mengetahui apakah ada orang jahat yang memasuki rumah kami. Dan barang-barang yang ada di dapur juga sangat canggih. aku dan Kenzie memutuskan tidak memiliki asisten rumah tangga karena hanya hidup berdua saja.


Semua alat dirumah ini sudah sangat canggih. Ada mesin untuk menyapu dan juga mengepel otomatis. jadi dia hanya perlu menekan tombol lalu semua akan dilakukan oleh alat canggih itu.


Alat-alat makan seperti sendok, garpu dan piring juga setelah selesai di cuci akan masuk ke dalam mesin sterilisasi. Kenzie selalu hidup sehat. Terlihat dari tubuhnya yang bugar dan kekar.


Aku menata semua bahan makanan pada tempatnya. Aku menyisihkan beberapa bahan makanan untuk di olah sore ini. Karena katanya dia ingin makan malam jadi aku berusaha sebaik mungkin untuk memasak.


Aku memilih masakan yang mudah dan praktis saja. Aku membuat gading teriyaki, capcay, soun goreng di campur dengan bakso dan capai hijau yang di rajang halus. Selesai mengiris semua bahan. aku mulai mengolahnya. aku memasak sambil melihat konten di ponselku. karena aku memang belum pernah memasak berbagai macam hidangan dengan tanganku dan usahaku sendiri. Biasanya aku hanya membantu mamaku menyiapkan bahan makanan dan semuanya akan diolah oleh mamaku sendiri.

__ADS_1


tercium bau harum khas dari bawang putih yang aku tumis. lalu aku masukkan bawang Bombay serta kecap Inggris dan juga saus teeiyaki untuk penyedap rasa. selesai menulis semua bumbu lalu aku masukkan daging yang sudah diiris halus oleh supermarket sehingga memudahkan semua orang mengolah daging sapi dengan empuk.


Selesai dengan memasak seluruh menu hidangan makan malam. aku menatanya di atas meja makan. aku juga menyiapkan dua piring serta sepasang sendok garpu.


"Semua sudah siap. sebaiknya aku mandi. karena tubuhku sangat lengket rasanya dan juga ...," Aku mengendus bau tubuhku sendiri.


"Baunya sudah tidak sedap."


aku berjalan menuju kamar dan bersiap untuk mandi. Aku mendapatkan pesan kalau Kenzie akan pulang jam enam sore dari kantor. sudah pasti dia akan sampai di rumah jam tujuh malam. Selesai mandi aku langsung membuka ponselku. Sudah banyak sekali pesan masuk di grup kampus.


"Apa yang sedang mereka bicarakan?" aku mulai penasaran dan ternyata mereka sedang membicarakan dosen baru yang akan datang besok ke kampus kami.


"Aku penasaran seperti apa wajah dosen baru itu. apa dia sangat tampan sampai-sampai mereka heboh membicarakannya." Aku sangat ingin melihat wajahnya. bukan untuk bersikap genit hanya saja aku penasaran kenapa semua orang membicarakannya seperti dia adalah seorang artis saja.


Tin Tin


terdengar suara klakson mobil Kenzie. aku buka jendela dan benar saja. pagar rumah kami terbuka. memang dia sudah terbiasa mendengar suara klakson mobil Kenzie sehingga membuka otomatis.


Aku dengar pintu rumah terbuka dan lampunya menyala.


"Masuk."


Aku dengar Kenzie mempersilahkan seseorang untuk masuk bersamanya ke dalam rumah. Aku langsung menghampirinya dan terkejut dia pulang bersama seorang wanita muda yang kemungkinan seumuran dengannya.


"Di rumahmu ada orang?" tanya wanita yang tidak aku ketahui siapa dia.


"Hmm. Nanti akan aku perkenalkan kepadamu." Ujar Kenzie. sambil menatapnya.


Tatapan Kenzie begitu hangat kepada wanita itu. Aku tidak tahu siapa dia, tapi aku tahu dia spesial dimata Kenzie.

__ADS_1


wanita itu berjalan menuju ruang makan dan langsung berteriak girang.


"Kamu menyiapkan makan malam ini?" tanyanya kepada Kenzie dengan tatapan yang tak biasa.


"Kita akan makan malam bersama, tapi aku mau ganti baju dulu sebentar." Kenzie menarik kursi dan mempersilahkan wanita itu duduk, lalu pergi menjauh dari ruang makan.


"Permisi aku mau ambil piring dan gelas lagi."


aku pergi ke dapur untuk mengambil satu piring, gelas dan juga sendok garpu. sebelum aku kembali ke ruang makan aku berdiam di dapur menunggu sampai Kenzie kembali ke sana. Aku tidak biasa mengakrabkan diri dengan orang yang belum aku kenal. Aku bukan seorang introvert. hanya saja canggung jika diajak bicara oleh orang yang baru di temui.


Aku dengar derap langkah Kenzie menuruni tangga dan memasuki ruang makan. aku langsung mengekor di belakangnya. sesampainya aku di sana aku langsung meletakkan piring dan sendok di meja tempat wanita itu duduk.


"Tari ayo duduk juga. kita makan bersama." Kenzie memintaku untuk duduk dan makan bersama mereka berdua.


Aku berjalan sambil menunduk dan duduk di seberang wanita itu, tak terduga, Kenzie duduk di sampingku. Wanita itu melirik ke arahku dan begitu tidak suka karena aku duduk tepat di samping Kenzie. Bentuk meja makan kami persegi empat. setiap sisinya memiliki dua bangku. Dan Kenzie duduk bersamaku.


"Kita makan dulu. setelah itu kita akan mengakrabkan diri." Jelas Kenzie.


Aku makan seperti orang yang tidak berselera. Aku tidak tahu siapa wanita itu dan apa tujuan Kenzie membawanya ke rumah kami. Aku lihat wanita itu juga seperti tidak selera makan dan begitu menekuk wajahnya.


Kenzie yang seorang diri makan dengan sangat lahap masakan yang aku buat. dia sangat menikmati daging teriyaki yang aku buat. aku bahkan belum menyentuhnya. aku hanya makan soun goreng dengan capcay saja. aku tidak terbiasa makan malam dengan nasi.


kami semua selesai makan dan Kenzie menatap kami berdua.


"Tari, kenalkan ini adalah Clara. Clara ini adalah mentari, dia istriku. kamu sudah menikah satu Minggu yang lalu."


Wanita yang ada di depan kami tersentak. Dia kemudian menitikkan air matanya.


"istri katamu? jadi kamu sudah mengkhianati aku?" ujarnya yang membuat aku mengerutkan dahiku.

__ADS_1


"Tari, dia adalah pacarku sebelum kita bertunangan dan menikah. kamu pernah bertanya, apa aku tidak pernah mengerti perasaanmu? jawabannya aku sangat mengerti perasaanmu. hanya saja aku tidak bisa mengabaikan kakek. Dia sangat ingin aku menikah denganmu. Clara, maafkan aku karena memberitahumu baru sekarang. aku takut pernikahanku dengan tari gagal karena memberitahumu. aku takut tidak fokus untuk mempersiapkan pernikahanku."


Ucapan Kenzie bagiku begitu kejam saat aku memposisikan diri sebagai seorang wanita. namun, jika di posisi sebagai seorang istri aku terasa sangat senang karena dia lebih memilihku. hanya saja caranya tidak cukup halus.


__ADS_2