Ternyata aku cinta

Ternyata aku cinta
Part 24 - Bali 2


__ADS_3

makan malam yang sangat enak dan juga suasana yang sangat romantis. Aku dan juga kenzie menikmati makan malam kami dengan sudut pandang kami masing-masing.


walau kadang aku lihat dia sibuk dengan ponselnya. sepertinya seseorang tengah menghubunginya terus menerus. hanya saja dia tidak mengangkatnya.


"kenapa tidak diangkat teleponnya? dari pada ponselmu terus berdering." aku menyarankan Kenzie untuk menerima panggilan telepon yang masuk ke ponselnya.


"tenang saja. dia tidak akan menghubungiku. dan ponsel ini juga baterainya sudah hampir habis."


Kenzie seperti sedang menyembunyikan sesuatu dariku, tapi apa itu Aku tidak tahu.


ponselnya setiap lima menit sekali pasti akan berdering. itu sangat menarik keluar rasa ingin tahu ku.


aku sama sekali belum mengenal jauh kepribadian Kenzi. dari segi peribada aku lihat dia adalah orang yang selalu tepat menjalankan ibadah lima waktu.


dari segi berpakaian. Dia adalah seorang pria yang mengutamakan penampilannya. terlihat dari setelan yang ia gunakan setiap kali sambil bertemu. dia mengenakan jas yang senada dengan dasi, jam tangan dan juga sepatu.

__ADS_1


...****************...


"Kamu tidur saja duluan. aku masih ada pekerjaan yang harus di selesaikan."


Kenzi pergi ke ruang tamu yang terletak di sebelah kamar tidur kami. aku lihat dia membuka laptop miliknya yang dia bawa dari Jakarta.


aku tahu dia adalah seorang pekerja keras. seorang pemimpin yang sangat berdedikasi kepada perusahaannya, tapi bukannya ini seharusnya menjadi hari liburnya. kenapa dia tetap harus bekerja sedangkan dia adalah seorang pemimpin perusahaan.


aku berusaha tidak memunculkan rasa ingin tahuku. aku tidak mau nantinya akan menjadi masalah bagiku. aku harus mencari aman selama menjadi istrinya kecuali dia macam-macam kepadaku.


ku rebahkan tubuhku di kasur yang begitu empuk dan besar. ukuran 200*180. atau bisa disebut king size. sedangkan kasur di kamarku hanya berukuran 100*200 dengan kasur busa diatas dipan kayu.


...****************...


"assalamualaikum." Kenzie menoleh ke arah kanan dan aku pun sama.

__ADS_1


selesai shalat kamu berdoa dan aku menyalami tangannya seperti yang dilakukan oleh mama dan papaku selepas shalat.


"bersiap, kita akan joging ringan di sekitar hotel. baru setelah itu kita sarapan pagi." ajak Kenzie kepadaku.


kebetulan aku memang membawa training dan sweater yang niatnya di pakai kalau udara di dalam kamar dingin sekali.


kamu berdua keluar kamar dan naik lift untuk menuju lantai dasar hotel. aku dan Kenzi melakukan pemanasan sebelum kami jogging ringan.


pemandangan di sekitar hotel sangat mengesankan. aku yang baru pertama kali bertandang di kota Bali. pastinya akan membawa banyak cerita untuk dibagikan kepada teman-teman. Tami dan Oliv yang datang ke acara pernikahanku dan menyaksikan aku yang sudah sah menjadi seorang istri. pasti sedang menanti cerita tentang honeymoonku.


Setelah berlari selama satu jam. aku sudah mulai merasa lelah. namun, aku lihat pria yang kini menjadi suamiku itu, tidak tampak kelelahan.


"hah," aku menghembuskan nafas tersengal-sengal. aku sudah tidak tahan lagi. aku tak mampu untuk berlari. keringat sudah membasahi setiap lipatan tubuhku. aku ingin memanggilnya, tapi aku merasa tidak enak.


akhirnya aku memutuskan untuk jalan sampai hingga akhirnya dia melihat kebelakang saat sadar aku telah tertinggal sangat jauh.

__ADS_1


Aku lihat Kenzie berlari kearah ku dan mendekat. saat dia tiba tepat di hadapanku. dia meraih tangan ini dan menggandengnya.


"kalau lelah bilang. jangan hanya diam saja," ujarnya sambil terus menuntunku


__ADS_2