Ternyata aku cinta

Ternyata aku cinta
Part 21 - Wedding Day


__ADS_3

Musik mulai terdengar, ketika aku dan Kenzie. pasangan pengantin muda memasuki sebuah ruangan yang telah di dekorasi penuh dengan bunga. pelaminan yang sudah menanti kehadiran raja dan ratu sehari itu sudah dihiasi oleh berbagai macam bunga hidup yang harumnya semerbak.


Raja dan ratu siap menduduki kursi mereka berdua. Diapit oleh kedua orang tua kami masing-masing membuat rona kebahagiaan semakin lengkap.


anggota keluarga yang menyaksikan akad nikah. sanak saudara yang hadir dan teman-teman yang menjadi tamu undangan sudah duduk di kursinya dan menyaksikan pernikahan. acara yang sakral ini berlangsung dengan khidmat. suasana menjadi penuh air mata ketika kami kedua mempelai menjalani prosesi sungkeman kepada kedua orang tua secara bergantian.


"Jaga diri baik-baik. jaga kehormatan suami dan keluarga. jangan melawan kepada suami. selalu hidup rukun." mama memberikan wejangan kepadaku.


aku dan Kenzie bergantian untuk sungkeman dan diberikan nasihat dan pesan-pesan yang disampaikan kepada ku dan juga kenzie. sungguh suasana yang penuh haru. tak hanya mempelai kami pengantin dan orang tuanya saja yang larut dalam suasana dan menangis. para saudara dan tamu undangan yang mengenal dekat sosok kami. turut berlinangan air mata.


aku melihat para tamu mulai menghapus air yang membasahi bola mata mereka dengan tisu. setelah prosesi sungkeman selesai. beberapa acara adat di laksanakan.

__ADS_1


hari ini Pernikahanku penuh dengan suasana yang meriah. ini sesuai dengan keinginanku. hal ini juga membuatku bingung. bagaimana bisa semua dekorasi sesuai dengan apa yang aku rencanakan saat pernikahan.


ku lirik pria yang duduk di sampingku. aku tak percaya dengan dia yang selalu membuatku kesal, tapi selalu membuatku terpukau.


aku tidak mengerti jalan pikirannya. aku juga tidak tau bagaimana bisa dia menjadi pria yang hebat sekali.


aku kagum dengannya. hanya saja aku masih ragu dengannya entah apa itu rasanya ada hal yang janggal dari dirinya.


"samawa ya, Tar. doaku selalu menyertaimu. jangan pernah bersedih hati. jadilah kalian suami istri yang selalu saling menjaga dan mencintai."


Kata-kata Tami membuatku menjadi semakin terisak. aku benar-benar tidak menyangka menikah diusia muda. meski acara pernikahan sesuai dengan harapan dan impianku. tetap saja beberapa harapan yang sudah aku rencanakan belum tercapai.

__ADS_1


"setelah pernikahan selesai. kita akan langsung mengisi rumah baru." Kenzie berbisik kepadaku.


"tapi semua barang masih di rumah mama." aku menunjukkan protesku.


"tenang saja. semua barangmu sudah dikemas dan anak buahku sudah membawanya semua."


aku kembali terkejut. pria ini acap kali membuat keputusannya sendiri tanpa berpikir panjang. jika mereka yang memberikan barang-barang milikku sudah pasti mereka melihat laci tempatku menyimpan beberapa pakaian dalam.


"tenang saja. mereka wanita semua. bukan pria."


kata-kata Kenzie membuat mulutku yang terbuka tadi menjadi tertutup rapat kembali. ada rasa lega di hatiku. namun tetap saja aku merasa kesal. dia merapihkan barang-barang milikku tanpa koordinasi terlebih dahulu denganku. kalau sikapnya sekarang saja sudah seenaknya. bagaimana selanjutnya nanti? apa dia akan seenaknya juga denganku dan tak memikirkan privasi ku?

__ADS_1


aku kembali di buat kesal olehnya. seperti biasa ketika aku mengaguminya ada saja sisi buruk yang dia lakukan yang membuatku kesal.


__ADS_2