Ternyata aku cinta

Ternyata aku cinta
Part 20 - Rencana pernikahan


__ADS_3

Aku dan Kenzie kembali dipertemukan. pertemuan kali ini. aku terima dengan lapang dada. aku sudah tak bisa memasang wajah galak atau bersikap tak sopan kepadanya.


Setelah aku memutuskan malah membuatku menjadi canggung.


"kenapa kok malah kayak canggung begitu?" tanya Kenzie kepadaku.


jujur memang rasanya berbeda sekali pertemuan ini. biasanya aku ceplas-ceplos kepadanya. kali ini lidahku terasa Kelu. rahang wajahku terasa tidak mau digerakkan karena kaku.


"Hei, mentari? ini mentari yang biasa aku temui'kan?"


dia bertanya kepadaku. dia seakan sedang mendesakku untuk berlaku seperti kemarin-kemarin. namun entah kenapa tak bisa.


suara gemericik hujan terdengar begitu jelas. suasana dinginnya menusuk kulitku. mungkin ini karena hujan jadi membuat suasana terasa canggung.


Aku tidak mengerti kenapa dan apa yang terjadi kepadaku. bagaimana bisa aku bersikap seperti orang pemalu. biasanya aku selalu malu-maluin jika bersama dengannya.


"Tari. apa kamu sedang berpikir untuk kembali membatalkan pernikahan kita?"


"tidak-tidak."


aku langsung spontan menjawabnya. aku terkejut dia bicara begitu.


"jadi kamu kenapa?"


"ya enggak apa-apa sih "


"terus kenapa bengong begitu? mau jadi cewek versi pemalu gitu setelah menerima pinangan calon suami?"


ish ini sih cowok bener-bener deh. udah aku diam enggak banyak ceplas-ceplos. dia komentar juga. malahan diledekin kayak begitu.


"udah ah, kita kesini sebenernya mau makan atau apa sih?" tanyaku.


kami memang sedang di sebuah restoran. Kenzie mengajakku kemari setelah dia dan keluarganya melamarku ke rumah.


lamarannya sungguh meriah. aku terkejut barang hantaran yang dibawa oleh keluarga Kenzie amat sangat banyak.


"tunggu sebentar lagi. aku ada kejutan untukmu."


"kejutan? kejutan apa?" tanyaku penasaran.

__ADS_1


"ya nanti. namanya juga kejutan mana ada di kasih tau sekarang."


benar juga kata Kenzie kejutan ya enggak boleh dikasih tahu. sudah pasti dirahasiakan dan akan diberitahu jika waktunya tiba.


"nah itu dia mereka datang."


aku melihat ke arah yang di tunjuk oleh Kenzie. ternyata beberapa pelayan membawa beberapa makanan dan ada kotak juga yang dibawa oleh salah satu pelayan.


Aku penasaran apa yang ada di dalam kotak itu. pelayan semakin menghampiri meja kami.


mereka meletakkan semua yang di bawa diatas meja. meja sudah dipenuhi dengan berbagai macam menu makanan. piring di hias dengan Dangan cantik dan lauknya di letakkan di tengah piring yang sudah terhias cantik. ingin memakannya saja terlihat sangat sayang sekali.


Kenzie lalu meraih kotak yang dibawa oleh pelayan itu.


"Mentari. hari ini aku akan kembali melamarmu. mungkin tadi keluargaku sudah memintamu secara resmi, hanya saja ini adalah caraku untuk melamar wanita."


Kenzi bersimpuh dan membuka kotak yang tadi dia ambil. jujur aku terkejut dan sedikit tercengang. ternyata pria ini memiliki sisi romantis juga. hal ini membuatku semakin canggung. aku bingung harus bereaksi apa.


Mentari come on jangan gugup begini. kenapa hati ini malah terus berdetak kencang?


"Mentari, maukah kamu menerima lamaranku? dan menjadi istriku?"


"Kenzie, kamu sudah tahu jawabannya." aku berbisik.


"katakan saja lagi. sudah aku bilang ini caraku melamarmu."


huft aku tak mengerti sama sekali jalan pikiran pria ini. sungguh membuat aku jengkel sebenarnya. namun sebenarnya hal ini juga yang aku inginkan. di lamar romantis oleh pria yang akan aku nikahi.


Aku berharap dia tidak akan berubah setelah aku menjadi istrinya nanti. aku takut sekali sikapnya berubah. seperti film drakor yang suka aku nonton.


"Aku terima lamaranmu."


aku menjawab dengan sangat cepat karena degup jantungku juga berdetak cepat.


Kenzi selalu memakaikan cincin Di jari manisku. padahal sebelumnya aku sudah memakai cincin dari keluarganya di jari manisku yang lain.


"Mentari aku berjanji akan selalu menyayangimu, menjagamu dan juga memperlakukanmu dengan baik."


Aku harap memang begitu. aku harap dia terus bersikap baik kepadaku dan berharap kamu bisa saling mencintai seiring waktu bersama.

__ADS_1


...****************...


Sepulang dari cafe. aku merebahkan tubuhku di kasur. rasanya hari ini menguras energi ku. tubuhku memang tak lelah. namun hati ini dan pikiran ini lelah. hati sejak tadi terus berdegup kencang. pikiran terus berpikir keras.


"Mentari tadi kamu pergi ke mana saja sama Kenzi?"tanya Mama kepadaku.


pintu kamarku memang tidak tertutup sehingga Mama bisa masuk ke dalam kamar dengan leluasa tanpa mengetuk pintu lagi.


"hanya pergi ke cafe saja Mah." jawabku singkat.


"apakah enzim memberitahukanmu tentang rencana pernikahan kalian?"


"maksudnya?"aku bertanya kepada Mama.


"tentang rencana pernikahan kalian yang akan diadakan satu minggu lagi."


"satu minggu? apakah harus secepat itu mah?"


aku kembali Serang rasa gelisah. satu minggu bukan waktu yang lama.


"iya benar itu pun Mama sudah meminta keleluasaan waktu. tiga hari lagi kamu menikah dengan Kenzie."


"tiga hari? aku rasa satu minggu saja untuk mempersiapkan pernikahan adalah hal yang cukup ekstrem. menyiapkan pernikahan itu bukan hal yang mudah mah?"


"Mentari bagi mereka itu mudah. dengan sekejap kamu bisa langsung menjadi seorang Ratu sehari bahkan bisa jadi ratu selamanya."


"Mama menikahkanku dengan Kenji karena dia berasal dari keluarga kaya? juga terpandang?"


aku mengajukan pertanyaan yang mungkin akan menyakiti harga diri mamaku.


"sayang mau menikahkanmu dengan kenzi karena dia adalah pria yang baik, bertanggung jawab, selalu memprioritaskan keluarga. kekayaan tidak penting. polaritas juga tidak penting. kedua hal yang kamu tanyakan tadi itu bisa dicari bahkan setelah kalian menikah."


benar memang kata Mama, Kenzi memang sosok pria yang baik. saat bersamaku saja dia selalu memprioritaskan aku. bahkan ketika aku memintanya untuk tidak mengantar pulang. janji tetap memaksa untuk mengantarku pulang.


"Nanti bilang kamu sudah menjadi istri kenzi. berperilakulah yang baik. jadilah wanita yang bisa dibanggakan. lakukan sebisa mungkin untuk membuat rumah tanggamu menjadi surga sehingga dia selalu ingin pulang ke rumah dan bertemu denganmu. ketika kamu menciptakan suasana yang menyenangkan dia pasti akan selalu menyayangi mu."


aku akan meletakkan nasehat mamaku di dahiku. akan mengingatnya lekat-lekat. Aku akan berusaha menjadi istri yang baik. istri yang bisa membanggakan. Aku tidak mau pernikahanku yang dijodohkan ini berakhir di pengadilan agama. mau pernikahan yang dijodohkan ini berakhir ke surganya. Aku percaya pernikahan hanya sekali seumur hidup. cinta yang mekar setelah pernikahan akan abadi.


Aku meletakkan kepalaku beralaskan paham mama. Mama mengusap kepalaku dan membelai rambutku. aku pasti akan rindu berbincang-bincang dengan mama. aku pasti akan merindukan suasana rumah ini.

__ADS_1


__ADS_2